
Dodol merupakan cemilan yang hampir setiap daerah memiliki jenis dan ciri khas rasanya tersendiri. Salah satunya di daerah Cilenggang, Tangerang Selatan, dimana masih dapat ditemukan sejumlah industri rumahan yang memproduksi dodol khas daerah tersebut.
Permintaan akan dodol Cilenggang biasanya baru mulai ramai menjelang hari-hari raya agama tertentu seperti lebaran dan natal.
Bahan dasar dodol Cilenggang adalah santan, beras ketan hitam, gula merah, dan gula pasir serta sejumlah ekstak buah tambahan jika ingin menciptakan varian rasa. Proses pembuatannya tidak menggunakan kompor, namun menggunakan bara api sehingga kayu atau arang batok kelapa dibutuhkan dalam proses pembuatannya.

Dalam skala produksi industri rumahan, dibutuhkan waktu 6,5-7 jam untu mengaduk adonan dodol dalam kuali/wajan besar berdiameter sekitar satu meter. Penggunaan bara api dinilai akan memberi cita rasa khas tersendiri.
Sumber: - https://banten.antaranews.com/berita/16466/dodol-asal-tangsel-terjual-hingga-kalimantan
- http://bantenraya.com/utama/22508-melongok-produksi-dodol-di-cilenggang-serpong-kota-tangsel-
- https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-tangerang/
Perlawanan Rakyat dan Perang Kolonial 4 Identitas dan Asal-Usul Kain gringsing Bali adalah kain tenun ikat yang diproduksi di wilayah Sumba Timur, bukan Bali. Sentra produksi utama tersebar di beberapa kampung: Kanatang, Rindi, Kambera, dan Kaliuda, dengan Desa Kaliuda di Kecamatan Pahunga Lodu menjadi salah satu pusat pengrajin kain tenun ikat yang diakui [S1]. Kain ini memiliki panjang lebih dari tiga meter dan tersimpan di Museum Daerah DR H.C. Oemboe Hina Kapita, Kabupaten Sumba Timur, sebagai bukti material warisan budaya lokal [S1]. Variasi gringsing dari berbagai kampung produksi dibedakan terutama melalui teknik pewarnaan, meskipun semua menggunakan metode tenun ikat yang sama [S1]. Perbedaan ini mencerminkan keahlian dan tradisi spesifik setiap komunitas pengrajin, namun sumber yang tersedia belum mengungkap secara detail sejarah awal kemunculan motif gringsing atau kapan tradisi ini dimulai. Sayangnya, belum ada sumber yang mengungkap hubungan langsung antara kain grin...
Pantun has a clear a-b-a-b rhyme scheme Lead Kisah Di tengah lautan Nusantara yang luas, ada sebuah bentuk seni yang telah bergerak dari mulut ke mulut selama berabad-abad—pantun. Bukan sekadar kumpulan kata-kata, pantun adalah cara masyarakat Melayu mengungkapkan pikiran dan perasaan yang rumit dengan irama yang indah dan makna yang tersembunyi. Ketika seorang pemantun (pencerita pantun) berdiri di hadapan penonton, dia tidak hanya menyampaikan kata-kata, tetapi membawa tradisi lisan yang hidup dari seluruh kawasan maritim Asia Tenggara. [S1] Pantun telah menjadi bagian integral dari identitas budaya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, sehingga pada 2025 lalu, ketiga negara bersama-sama mengajukan pantun untuk diakui sebagai warisan budaya takbenda kemanusiaan oleh UNESCO. [S1] Apa yang membuat pantun begitu istimewa adalah struktur yang sangat teratur namun fleksibel dalam ekspresi. Pantun memiliki pola rima yang jelas—a-b-a-b—di mana setiap bait terdiri dari empat bar...
Cerita rakyat adalah cerita yang diturun-temurunkan dalam budaya suatu daerah Lead Kisah Di balik rimbunnya tradisi lisan Jawa Tengah, terselip sebuah narasi yang terus hidup melintasi zaman: kisah tentang seorang gadis bernama Timun Mas dan raksasa pemangsa bernama Buto Ijo [S1], [C2]. Cerita ini bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan warisan budaya yang diturunkan dari generasi ke generasi sebagai cermin nilai-nilai kehidupan [C1], [C12]. Dalam setiap tutur katanya, tersimpan ketegangan antara keberanian seorang anak manusia melawan ancaman yang jauh lebih besar [S1], [C3]. Kisah ini menjadi bagian dari khazanah cerita rakyat Indonesia yang sarat akan makna dan etika [S3], [C11]. Melalui perjuangan Timun Mas, pendengar atau pembaca diajak untuk merenungkan pentingnya keberanian dan usaha keras dalam menghadapi rintangan hidup yang tak terduga [S1], [C5]. Nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya berfungsi sebagai kompas bagi generasi muda dalam memahami etika dan...
Terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, Kutai dikenal bukan hanya karena kejayaannya, tetap Identitas dan Asal-Usul Kerajaan Kutai Martadipura diakui sebagai entitas kerajaan bercorak Hindu tertua di Nusantara yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-4 Masehi [S1], [S4]. Pusat peradaban kerajaan ini secara geografis terletak di sepanjang aliran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, yang menjadi lokasi ditemukannya berbagai artefak peninggalan sejarah penting [S1], [S4]. Bukti material paling signifikan dari keberadaan kerajaan ini adalah prasasti Yupa, yaitu tiang batu yang berfungsi sebagai tugu peringatan [S1], [S4]. Prasasti ini merupakan tonggak awal dimulainya era sejarah tertulis di Indonesia, yang memberikan informasi otentik mengenai silsilah raja dan aktivitas keagamaan pada masa tersebut [S1], [S3]. Peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Kutai dikategorikan sebagai bagian dari kekayaan artefak kuno Nusantara yang mencakup berbagai bentuk peninggal...
Sampul buku "Ringkasan Centini , karya R Identitas dan Asal-Usul Serat Centhini, yang juga dikenal dengan sebutan Suluk Tambanglaras atau Suluk Tambangraras-Amongraga, merupakan karya sastra monumental dalam khazanah kesusastraan Jawa Baru [S1]. Naskah ini dikategorikan sebagai salah satu karya sastra terbesar dalam sejarah budaya Jawa yang berfungsi sebagai ensiklopedi karena memuat cakupan ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang sangat luas [S1], [S2]. Secara historis, naskah ini berasal dari lingkungan Keraton Surakarta dan ditulis pada abad ke-19 [S2]. Proses penyusunannya melibatkan tiga orang pujangga dan menghasilkan enam versi naskah yang berbeda [S2]. Penulisan karya ini membutuhkan waktu pengerjaan sekitar sembilan tahun hingga akhirnya rampung pada tahun 1823 [S2]. Karya ini disampaikan melalui bentuk tembang atau suluk, yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat Jawa, mulai dari filsafat, agama, adat istiadat, hingga ilmu praktis sehari-hari [S1], [S2]. Is...