I kau Butta kuonjo' Wahai tanah yang aku injak 1
Palewanga' Tallasakku Luruskanlah jalan hidupku 2
Eranga' mange Bawalah aku 3
Ri Kaminang Mate'nea ketempat yang paling baik 4
Doa ini bermakna untuk pengharapan kepada tanah sebagai tempat berpijak, tempat mencari sesuatu di dunia ini, mencari berkah, nafkah, rezeki agar kita senantiasa di permudah dan di tuntun ke tempat yang lebih baik.
Pada baris 3 dan 4 memiliki juga hubungan paralelisme, dimana kata eranga’ dan mate’nea merupakan dua tuturan yang berbeda tetapi menyatakan satu hal yakni ke tempat yang diberi kebahagiaan
I nakke minne Inilah saya 1
Ana' I lalang mate'ne anak yang berbahagia 2
Napinawanga' pammuji Yang selalu diikuti oleh pujian 3
Ata – Karaeng budak ataupun raja 4
Mammuji Mangngamaseang aseng ri nakke Semua mengasihi dan menyayangi saya 5
Barakka' La Ilaha Illallah Berkah Allah semata 6
Barakka’ anna Muhammadarrasulullah Berkah Nabi Muhammad SAW 7
Doa ini bermakna harapan akan kehidupan yang bahagia dan agar orang lain merasa mengasihani bagi orang yang membacanya, dijelaskan juga baik raja ataupun budak semuanya akan menyayangi dan mengasihani, dan meminta berkah kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW
Inakke bersinonim dengan ana’
Ata berantonim dengan karaeng
Limbu'bu'jintu pa'mai'nu Perasaanmu itu hanya debu 1
Bombangjintu nassunu Marahmu hanya ombak 2
Kulappa' na kuonjokang Akan kulipat dan kuinjak 3
Tamammoterang Sampai tidak kembali 4
Doa ini bermakna untuk menghilangkan amarah yang di miliki orang lain kepada orang yang membaca mantra ini. Dalam mantra ini, orang yang marah itu diibaratkan debu, ombak yang selalu dapat hilang dan berganti, sehingga dapat terhapus dan tergantikan dengan kebaikan.
Pada baris 1 dan 2 memiliki juga hubungan paralelisme, dimana kata limbu’bu’jintu dan bombanjintu merupakan dua tuturan yang berbeda tetapi menyatakan satu hal yakni suatu bentuk yang tidak tetap dan senantiasa berubah-ubah, begitupun halnya dengan marah yang selalu dapat berubah.
Pada baris 3 memiliki juga hubungan paralelisme, dimana kata Kulappa’ dan kuonjokang merupakan dua tuturan yang berbeda tetapi menyatakan satu hal yakni perbuatan untuk menghilangkan amarah tersebut.
Kulappa’ bersinonim dengan kuonjokang
(Faisal Hidayat)
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...