Ingin merasakan menyeberang di jembatan kayu yang tua dan dibawahnya ada aliran sungai lahar panas merah membara, trus ingin merasakan menerima bunga tanda kasih dari Sri Sultan HB X, semuanya bisa anda temukan di De Mata Trick Eye Museum.
Di De Mata Trick Eye Museum, pengunjung dapat merasakan sensasi tiga dimensi dengan berbagai pose dan latar belakang yang mengagumkan karena seperti nyata. Disebut terbesar di dunia karena di XT Square Yogyakarta terdapat 120 gambar tiga dimensi, sedangkan di luar negeri paling banyak hanya 70 gambar.
Kehadiran De Mata Trick Eye Museum di XT Square, merupakan sesuatu yang baru, unik dan spektakuler, karena wahana wisata museum ini merupakan satu-satunya yang pertama di Yogyakarta bahkan di Jawa Tengah. Unik karena menghadirkan beraneka gambar mulai dari tema alam, olahraga, tokoh, binatang, super hero, roman, sirkus, ornamen, termasuk obyek wisata Tamansari dan Pagelaran Kraton Yogyakarta.
Menempati areal basement Jogja XT Square, penempatan gambar-gambar tiga dimensi ini pun dikonsep menggunakan model labirin sehingga tidak membuat jenuh para pengunjung museum ini. Sebagian besar karya merupakan kreasi Petrus Kusuma sendiri dan sebagian lain karya mahasiswa seni rupa ISI Yogyakarta.
Menjelang Libur Idul Fitri 2017, Museum De MATA De ARCA membuka satu wahana baru bertajuk DWalik. Pengelola DWalik menyiapkan hampir 30 wahana di dalamnya. Tetap mengusung konsep Illusions Room. Sebagai Museum rumah terbalik terbesar dengan koleksi terbanyak di Indonesia, DWalik siap memberikan warna yang berbeda.
Salah satu wahana yang ada di DWalik, Horror Room, dengan mengusung tema ruangan mengerikan dan penuh darah, sensasi berfoto di Horror Room pasti tidak akan bisa dilupakan. Lengkap dengan properti tengkorak berdarah dan penuh dengan rayap, memberikan kesan yang sangat mengerikan.
Tidak hanya Horror Room, ada juga ruangan Anti-Gravity, Ruangan Disko diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kesan berbeda bagi para pengunjung yang berfoto. Berbeda pula ruangan Barber, mengusung tema ruangan 90, ruangan ini siap memberikan sensasi yang berbeda bagi para pengunjung. Ruang angkringan, lengkap dengan gerobak dan bungkusan nasi kucing dan anglo layak dicoba. Pengunjung bisa berinteraksi dengan property yang ada di setiap ruangan, bergaya suka-suka dan berekspresi.
DWalik juga dilengkapi dengan fasilitas De MATA Studio dengan teknologi greenscreen. Berbeda dengan greenscreen yang ada di Wahana De MATA 2, De MATA Studio kali ini mengangkat tema yang cukup anti-mainstream dengan menawarkan editing yang lebih menarik. Ada juga paket foto bagi pengunjung yang menginginkan berfoto dengan photographer professional.
Tidak hanya Pembukaan wahana baru, di wahana De ARCA, ada penambahan delapan patung baru. Avatar Jack & Neytiri, dengan tinggi hampir 3 meter siap berfoto dengan pengunjung. Didukung dengan 3D Artworks khas De MATA tentunya semakin mendukung latar berfoto. Tokoh Star Wars, Darth Varder juga kini siap diajak berselfie bersama. Tidak mau ketinggalan, Wolverine dengan tangan pisaunya juga ada di De ARCA Museum.
Nah, kali ini, bagi pengunjung yang ingin berfoto dengan Sultan Kosen, manusia tertinggi, atau berfoto dengan Chandra Dangi, manusia terpendek, atau malah bersama Maurine Uribe, manusia terbesar di Dunia, Di De ARCA bisa lho..
Ada juga yang baru di De ARCA, Aplikasi AR De ARCA turut diluncurkan. AR De ARCA memberikan informasi kepada pengunjung mengenai patung-patung yang ada di De ARCA. Aplikasi AR dapat diunduh secara gratis di Play Store.
Untuk harga tiket, pengunjung cukup merogoh kocek Rp. 120.000,- pada Senin-Jumat dan Rp. 140.000,- pada Sabtu, Minggu, Hari Libur. Tenang saja, pada Senin-Jumat, sebelum jam 3 sore, pengunjung bisa menikmati promo happy hour dengan harga Rp. 100.000,-. Pengunjung sudah bisa menikmati keempat wahana yang ada.

Informasi :
Endy (Marketing)
0856 4767 6669
mkt.demata@gmail.com
Jam Operasional De Mata De Arca D’Walik 10.00 – 20.00 WIB
sumber : https://visitingjogja.com/8177/de-mata-trick-eye-museum/
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...