Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Jawa Timur Surabaya
Daging Sate Kerang
- 15 November 2017

Jika menyebut nama Surabaya, sebagian orang mungkin akan berpendapat kota pahlawan adalah gudang makanan enak. Iya, kuliner seperti, rawon, rujak cingur, tahu tek, lontong balap menjadi beberapa nama andalan makanan khas yang sudah terkenal enak di nusantara. Selain nama-nama di atas, ada satu lagi kuliner khas Surabaya yang juga tidak kalah enaknya yaitu sate kerang.

Sate kerang biasanya menjadi menu yang pas untuk teman menikmati lontong balap. Paduan rasa yang pedas serta sedikit manis berkat siraman kecap menjadikan sate ini menggoda siapa saja untuk mencobanya.

Tekstur daging kerang yang kenyal saat berada di mulut menjadikan momen menikmati sate kerang mengundang sensasi tersendiri. Uniknya, daging kerang yang disajikan tidak dibakar maupun dipanggang layaknya sate-sate yang selama ini kita kenal. Daging kerang di sate ini hanya direbus kemudian disiram dengan bumbu kecap dan sambal.

Proses pembuatan sate kerang sendiri harus melewati beberapa tahap. Pertama, daging kerang direndam dengan buah kiwi selama kurang lebih 30 menit. Setelah direbus, daging kerang yang berwarna coklat keemasan ini kemudian ditusukan pada tusuk sate dan siap disajikan.

Untuk mencari warung penjual sate kerang di Surabaya tidaklah begitu sulit. Sate kerang banyak ditemukan di sudut-sudut jalan kota yang memiliki ikon sura dan buaya ini. Harga satu porsi sate kerang juga tidak mahal. Satu porsi sate ini dijual dengan harga Rp10.000 - Rp15.000. Menikmati lontong balap dengan sate kerang menjadi sajian yang begitu menggugah selera saat berada di ibukota Jawa Timur ini.

Jika anda ingin membuatnya di rumah, silakan coba resep berikut :

500 gram kerang darah, direbus tidak dengan (tanpa ) kulitnya

2 cm Iengkuas

2 lembar daun salam

5 sdm kecap manis

Tusuk sate

2 sdm minyak goreng, untuk menumis

2 batang serai, ambil putihnya, memarkan

100 ml air

 

 Bumbu Halus:

3 buah cabai merah, buang bijinya

6 butir bawang merah

3 siung bawang putih

1 cm kunyit

1 sdm ketumbar

1 sdm gula merah,sisi halus

1 sdm air asam jawa

½ sdm merica halus

¼ jintan, sangrai

Garam secukupnya

1 cmj ahe

 

Cara Membuat  Sate kerang Pedas Manis :

1.      Tumis bumbu halus, daun, salam, serai, dan lengkuas sampa harum. Masukkan kerang, kecap manis, dan air. Aduk rata. Masak sampai bumbu mongering, angkat

2.      Tusuk dengan tusukan sate. Panggang di atas bara api sampai matang, angkat

Tips Membuat sambal petis untuk sate kerang:

gerus cabai rawit sepedasnya dengan 2 sendok petis dan 1 sendok makan air. bubuhi 2 sendok makan kecap manis. aduk rata

masak sebentar di atas api kecil. aduk-aduk hingga petis, air, dan kecap manis menyatu. beri remasan bawang putih goreng ketika disajikan.

 

Sumber :

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/mencicipi-kenyalnya-daging-sate-kerang

http://widhiaanugrah.com/resep-sate-kerang-pedas-manis/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu