Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kepulauan Bangka Belitung Bangka
Chap Choi (Cap Cay)
- 29 April 2017

Capcay adalah makanan yang disajikan dengan perpaduan berbagai jenis sayuran tertentu disertai dengan campuran daging atau ikan dan dilengkapi dengan bumbu rempah alami yang menambah cita rasa masakan menjadi lezat dan menyehatkan.

Walaupun masakan ini bernama Capcay yang mungkin terdengar menggunakan bahasa China. Namun, sebenarnya masakan ini bukan berasal dari negeri tirai bambu seperti yang dilansir oleh kompasiana,com.

Secara penyajian, capcay dapat berbentuk capcay goreng dan capcay kuah. Walaupun hanya memiliki dua kriteria penyajian, berbagai resep yang diberikan memiliki ragam jenisnya yang perbedaannya terletak pada bahan pembuatan dan bumbu dapur yang digunakan.

Di Bangka Belitung sendiri, capcay atau cap cai atau cap choy termasuk ke dalam makanan kegemaran etnis tionghoa. Namun masyarakat melayu bangka belitung juga menggemari masakan ini.

Pada hari hari istimewa seperti perayaan imlek, kongyan, tradisi menyambut muharam, pesta pernikahan, sunatan dan acara istimewa lainnya, kehadiran capcay menjadi menu masakan wajib untuk menyambut tamu undangan.

Jika kondisi cuaca dingin paling nikmat menyantap makanan ini, juga sangat cocok bagi anda yang sedang masa pemulihan setelah sakit yang akan membuat tubuh menjadi segar dan energik kembali karena masakan ini menggunakan bahan bahan rempah alami seperti merica, bawang putih dan sebagainya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bahan Utama Pembuatan :

2 buah kembang kol
1/4 buah kubis atau kol
100 gram irisan daging ayam
5 buah udang yang ukuran sedang 5 buah bakso Ikan
75 gram jamur kancing
150 gram sawi hijau
6 buah jagung muda
2 buah wortel
200 cc air

Bumbu :

1/4 butir bawang bombay, iris tipis
1 buah tomat yang dipotong-potong
1 bungkus bumbu penyedap rasa kaldu ayam
1 sendok teh lada atau merica
1 batang daun bawang yang di iris dengan ukuran 3 cm 1 siung bawang putih dimemarkan
1 sendok teh tepung maizena
4 sendok makan minyak goreng1/2 sendok teh gula pasir

Cara Membuat :

  1. Semua sayuran dibersihkan

  2. Pisahkan antara sayur yang sulit layu (kembang kol, jamur, wortel dan jagung muda) dan

    sayur yang mudah layu. Potong - potong sesuai selera

  3. Tumis irisan bawang putih, bawang merah dan bawang bombay hingga harum

  4. Tambahkan air sebanyak 200 cc

  5. Masukkan sayur yang sulit layu hingga menjadi setengah matang

  6. Masukkan sayuran yang mudah layu, bakso ikan, irisan ayam dan udang hingga setengah

    matang

  7. Masukkan gula pasir, merica, bumbu penyedap rasa kaldu ayam, dan tepung maizena

    aduk hingga rata dan mengental

  8. Tunggu hingga mendidih

  9. Sajikan dipiring atau mangkuk hidangan

Selamat mencoba, soal rasa dijamin enak deh, dikarenakan banyak sekali bumbu-bumbu rempah yang dimasukkan.

sumber :

https://zonabangkabelitung.blogspot.co.id/2015/11/resep-capcay-kuah-chinese-food-khas.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu