Capcay adalah makanan yang disajikan dengan perpaduan berbagai jenis sayuran tertentu disertai dengan campuran daging atau ikan dan dilengkapi dengan bumbu rempah alami yang menambah cita rasa masakan menjadi lezat dan menyehatkan.
Walaupun masakan ini bernama Capcay yang mungkin terdengar menggunakan bahasa China. Namun, sebenarnya masakan ini bukan berasal dari negeri tirai bambu seperti yang dilansir oleh kompasiana,com.
Secara penyajian, capcay dapat berbentuk capcay goreng dan capcay kuah. Walaupun hanya memiliki dua kriteria penyajian, berbagai resep yang diberikan memiliki ragam jenisnya yang perbedaannya terletak pada bahan pembuatan dan bumbu dapur yang digunakan.
Di Bangka Belitung sendiri, capcay atau cap cai atau cap choy termasuk ke dalam makanan kegemaran etnis tionghoa. Namun masyarakat melayu bangka belitung juga menggemari masakan ini.
Pada hari hari istimewa seperti perayaan imlek, kongyan, tradisi menyambut muharam, pesta pernikahan, sunatan dan acara istimewa lainnya, kehadiran capcay menjadi menu masakan wajib untuk menyambut tamu undangan.
Jika kondisi cuaca dingin paling nikmat menyantap makanan ini, juga sangat cocok bagi anda yang sedang masa pemulihan setelah sakit yang akan membuat tubuh menjadi segar dan energik kembali karena masakan ini menggunakan bahan bahan rempah alami seperti merica, bawang putih dan sebagainya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Bahan Utama Pembuatan :
2 buah kembang kol
1/4 buah kubis atau kol
100 gram irisan daging ayam
5 buah udang yang ukuran sedang 5 buah bakso Ikan
75 gram jamur kancing
150 gram sawi hijau
6 buah jagung muda
2 buah wortel, 200 cc air
Bumbu :
1/4 butir bawang bombay, iris tipis
1 buah tomat yang dipotong-potong
1 bungkus bumbu penyedap rasa kaldu ayam
1 sendok teh lada atau merica
1 batang daun bawang yang di iris dengan ukuran 3 cm 1 siung bawang putih dimemarkan
1 sendok teh tepung maizena
4 sendok makan minyak goreng1/2 sendok teh gula pasir
Cara Membuat :
Semua sayuran dibersihkan
Pisahkan antara sayur yang sulit layu (kembang kol, jamur, wortel dan jagung muda) dan
sayur yang mudah layu. Potong - potong sesuai selera
Tumis irisan bawang putih, bawang merah dan bawang bombay hingga harum
Tambahkan air sebanyak 200 cc
Masukkan sayur yang sulit layu hingga menjadi setengah matang
Masukkan sayuran yang mudah layu, bakso ikan, irisan ayam dan udang hingga setengah
matang
Masukkan gula pasir, merica, bumbu penyedap rasa kaldu ayam, dan tepung maizena
aduk hingga rata dan mengental
Tunggu hingga mendidih
Sajikan dipiring atau mangkuk hidangan
Selamat mencoba, soal rasa dijamin enak deh, dikarenakan banyak sekali bumbu-bumbu rempah yang dimasukkan.
sumber :
https://zonabangkabelitung.blogspot.co.id/2015/11/resep-capcay-kuah-chinese-food-khas.html
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...