Ritual
Ritual
Makanan Jawa Timur Kediri
Buceng Kuat
- 16 Agustus 2018
 Buceng Kuat

Buceng kuat dalam tradisi orang kediri biasanya untuk acara syukuran. Waktu pelaksanaannya sendiri masih menggunakan hitungan kalender jawa. Biasanya dilaksanakan pada hari jumat pon, jumat kliwon, atau minggu kliwon. Buceng kuat mempunyai filosofi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan tetap konsisten dalam beribadah. Buceng kuat memiliki 7 komponen yaitu, 1. Tumpeng buceng Nasi putih yang dibentuk gunung lancip dengan bagian atasnya dari ketan yang melambangkan tetap lekat dengan Allah. Ini karena sifay ketan yang lebih erat ketimbang nasi. Biasanya tumpeng ini tertutup setengah oleh daun pisang yang sudah dibentuk kerucut.

  1. Nasi golong Nasi golong merupakan nasi puith yang dibentuk genggaman. Jumlahnya 9 buah atau dan dihitung sesuai dengan jumlah hitungan hari buceng dilaksanakan. Mempunyai arti filosofi 'nggolongne karep' atau tujuan harus bulat dan dikehendaki sesuai aturan.

  2. Ayam ingkung Ayam ini dari ayam jago atau pejantan. Lebih bagus lagi, jika ayam yang dipilih merupakan ayam aduan yang menang. Ingkung ini biasanya dimasak bumbu kuning atau pedas. Arti filosofisnya adalah kekuatan. Hal ini dimaksudkan agar memiliki kekuatan/kampuan untuk kebaikan.

  3. Urap-urap Urap-urap ini terdiri atas sayur kangkung, kecambah, dan kacang panjang dengan bumbu kelapa muda parut. Urap-urap ini mempunyai maksud bahwa manusia ini beraneka ragam, hanya saja semuanya memiliki tugas yang sama, yaitu mengabdi pada Tuhan. Arti filosofis dari kangkung adalah Kangkung berarti jinangkung yang berarti melindung, tercapai. Kacang panjang melambangkan pemikiran inovatif. Sedangkan kecambah melambangkan tumbuh.

  4. Sambel goreng tahu dan kentang Biasanya dimasak merah, agak pedas. Sambel goreng ini mempunyai makna orang uang tahu, paham, dan mengerti ilmu, akan ditinggikan oleh Tuhan

  5. Jenang sengkolo Merupakan jenang dari beras, dengan dua warna, yaitu putih dan coklat. Kombinasi dari susunan penyajiannya benas asalkan mengandung 2 jenis jenang tadi. Mempunyai filosofi menyisihkan halangan menuju cita.

  6. Kembang telon Kembang telon ini mengandung 3 macam bunga: mawar, kanthil, dan melati, 6ang selanjutnya dironce dan dikalungkan pada buceng.

Narasumber : H. Ahmad Sururi

OSKMITB1028

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
DKI Jakarta

Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah
Gambar Entri
KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring.   📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...

avatar
Gulamerah