Buceng Kuat
Buceng kuat dalam tradisi orang kediri biasanya untuk acara syukuran. Waktu pelaksanaannya sendiri masih menggunakan hitungan kalender jawa. Biasanya dilaksanakan pada hari jumat pon, jumat kliwon, atau minggu kliwon. Buceng kuat mempunyai filosofi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan tetap konsisten dalam beribadah. Buceng kuat memiliki 7 komponen yaitu, 1. Tumpeng buceng Nasi putih yang dibentuk gunung lancip dengan bagian atasnya dari ketan yang melambangkan tetap lekat dengan Allah. Ini karena sifay ketan yang lebih erat ketimbang nasi. Biasanya tumpeng ini tertutup setengah oleh daun pisang yang sudah dibentuk kerucut.
Nasi golong Nasi golong merupakan nasi puith yang dibentuk genggaman. Jumlahnya 9 buah atau dan dihitung sesuai dengan jumlah hitungan hari buceng dilaksanakan. Mempunyai arti filosofi 'nggolongne karep' atau tujuan harus bulat dan dikehendaki sesuai aturan.
Ayam ingkung Ayam ini dari ayam jago atau pejantan. Lebih bagus lagi, jika ayam yang dipilih merupakan ayam aduan yang menang. Ingkung ini biasanya dimasak bumbu kuning atau pedas. Arti filosofisnya adalah kekuatan. Hal ini dimaksudkan agar memiliki kekuatan/kampuan untuk kebaikan.
Urap-urap Urap-urap ini terdiri atas sayur kangkung, kecambah, dan kacang panjang dengan bumbu kelapa muda parut. Urap-urap ini mempunyai maksud bahwa manusia ini beraneka ragam, hanya saja semuanya memiliki tugas yang sama, yaitu mengabdi pada Tuhan. Arti filosofis dari kangkung adalah Kangkung berarti jinangkung yang berarti melindung, tercapai. Kacang panjang melambangkan pemikiran inovatif. Sedangkan kecambah melambangkan tumbuh.
Sambel goreng tahu dan kentang Biasanya dimasak merah, agak pedas. Sambel goreng ini mempunyai makna orang uang tahu, paham, dan mengerti ilmu, akan ditinggikan oleh Tuhan
Jenang sengkolo Merupakan jenang dari beras, dengan dua warna, yaitu putih dan coklat. Kombinasi dari susunan penyajiannya benas asalkan mengandung 2 jenis jenang tadi. Mempunyai filosofi menyisihkan halangan menuju cita.
Kembang telon Kembang telon ini mengandung 3 macam bunga: mawar, kanthil, dan melati, 6ang selanjutnya dironce dan dikalungkan pada buceng.
Narasumber : H. Ahmad Sururi
OSKMITB1028
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...