Ritual
Ritual
Pemaparan Sumatera Utara Batak Toba
Beta Hita Partangiangan Nantulang, Tulang, Amangboru, Namboru, Edak, Lae, Ito, Hamuna Sude!!!

Kalau bicara tentang partangiangan, pasti banyak yang tidak mengerti ya, terutama dengan yang bukan suku batak. Tapi sebelumnya aku kurang tau nih, sebenarnya partangiangan itu hanya ada di suku  batak apa enggak. Tapi ternyata setelah aku cek di mbah Wikipedia, ternyata partangiangan sendiri itu berasal dari bahasa batak yaitu "tangiang" yang artinya "doa". Jadi nih kalau diartikan secara harafiah, artinya itu jadi "kegiatan doa" deh. Lah, maksudnya kegiatan doa apa ya? Pasti kamu bertanya-tanya kan? Yakan? Yakan? 

Jadi kalau kami suku Batak, terutama yang beragama Kristen barangkali (soalnya aku kurangtau buat yang lain), ada namanya partangiangan. Partangiangan itu gimana ya, aduh, susah loh ngejelasinnya. Kalau yang aku tahu si, kalau kami di gereja itu, ada seperti perkumpulan-perkumpulan jemaat, tapi setau aku, perkumpulan ini biasanya dibagi berdasarkan lingkungan tempat tinggal  nya. Nah, jadi, ada satu hari nanti dimana perkumpulan itu ngadain ibadah singkat, ibadah nya ini ada nyanyian dan khotbah/renungan nya juga. Biasanya yang bawain khotbah/renungan itu adalah pemimpin gereja atau penatua gereja. Ibadah ini lah yang biasanya kami sebut partangiangan tadi. Partangiangannya itu diadain di rumah setiap jemaat per lingkungannya secara bergantian, dan itu dilaksanakan biasanya malam-malam loh. Aku juga kurang tau kenapa harus malam-malam, tapi menurutku, kan jemaat itu sibuk kalau siang hari, wkwkwkwk :) 

Tapi tau gak sih, di setiap partangiangan yang kuikuti sama mamak ku itu, diakhir acaranya itu, pasti ada acara makan makannya. Waduhhh,, sedaaap kan. Mungkin udah tradisi mungkin ya. Menu makanan nya pun bervariasi loh, kadang mau lontong, mie gomak, kue, dsb. Haduh, pokoknya kalau ikut partangiangan itu pasti kenyang deh, dan menggendut, karna makannya udah larut malam, wkwkwk... Sampai pernah loh aku bilang sama mamak ku gini "Mak, apa nya makanannya nanti?", waduh, bukan niat ibadah lagi ini namanya... Ya begitulah saudarah, kalau aku sudah terhipnotis sama makanan...

Oh ya, sebelum aku lupa, ternyata partangiangan ini gak hanya berdasarkan pada kelompok-kelompok jemaat yang ada di gereja loh. Soalnya ada juga nih partangiangan-partangiangan marga atau namanya arisan marga. Bagi kalian yang tidak tahu apa itu marga, jadi marga itu kayak nama keluarga di kami suku batak, misalnya ada marga sinaga, pasaribu, saragih, dan lainnya. Nah, jadi ada tuh partangiangan yang membawakan perkumpulan marganya masing-masing. Dan selama ini, aku hanya melihat mamak ku, opung ku, nantulang ku, dan keluarga ku itu mengikuti partangiangan marga ini pada siang atau sore hari loh. Kurangtau deh alasannya apa, kenapa beda sama partangiangan yang sebelumnya aku bahas... wkwkwk. Tapi, sama kok, pasti ada makanannya. Duh, kok jadi ngomongin makanan ya....

Nah, tambahan lagi nih, di setiap partangiangan yang aku ikuti itu, pasti nanti tuan rumah meminta doa kepada pemimpin gereja atau penatua gereja nya. Itu sih yang aku lihat, wkwkwk. Nah, teman-teman, itu aja nih yang bisa aku share sama teman-teman tentang budaya suku Batak yaitu partangiangan. Semoga tulisan ku ini bisa bermanfaat ya, dan mohon maaf kalau ada penulisan atau hal yang salah. Terima kasih telah membaca. 

 

 

Nah, kalau poto di atas itu, adalah poto aku waktu ngikutin partangiagan. Emang ga nampak ya lagi  partangiangan, ya iyalah, poto ini soalnya diambil setelah partangiangannya, wkwkwk. Habisnya hanya poto ini yang tersave di hp aku..

 

#OSKM2018

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum