Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Benteng Jawa Tengah Solo
Benteng Vastenburg
- 16 Juli 2018
Dulu, bangunan ini bernama De Grootmoedigheid (= “Sombong”). Bangunan ini merupakan bangunan peninggalan Belanda yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Gustaf Willem Van Imhoff pada tahun 1745 sebagai benteng pertahanan di wilayah Jawa Tengah. Ketika masih bernama De Grootmoedigheid, bangunan benteng masih kecil. Pada tahun 1775 benteng lama tersebut diganti dengan benteng baru yang lebih besar yaitu “Vastenburg” (= “Benteng Kuat”).
 
Keadaan benteng dahulu merupakan benteng, yang berkaitan dengan Kantor Gubernur Belanda (sekarang Balaikota Surakarta), yang dimungkinkan bahwa daerah tersebut adalah daerah pusat Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Kota Solo.
 
Kondisi benteng ini dikelilingi oleh dinding batu bata setinggi 6 meter, dan parit yang dalam serta lebar dengan penghubung berupa jembatan gantung untuk menuju ke pintu gerbang benteng, yang menghadap ke barat di mana sekarang sudah tidak ada lagi. Yang tinggal hanya parit yang sempit, dan dangkal.
 
Bentuk bangunan tidak berbeda dengan benteng-benteng Belanda di tempat lain, seperti Benteng Vredenburg di Yogyakarta, Benteng Ontmoeting di Ungaran, dan Benteng Herstelling yang sudah hancur. Perbedaannya, biasanya hanya pada ukuran, luas bangunan, dan tebal tipis serta tinggi dindingnya dengan benteng-benteng yang ada di daerah lain.
 
Pagar atau dinding yang mengelilingi berbentuk tepung gelang. Pintu masuk ada 2, yaitu barat dan timur dengan jembatan jungkit (angkat) yang menghadap ke timur dan barat. Sedangkan bangunan di dalam benteng dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dengan keluarganya. Di beberapa titik sekelilingnya ada pula bangunan rumah tinggal para perwira (sekitar 6 – 7 asrama).
Struktur bangunan merupakan tembok masif (bearing wall) dengan lubang-lubang jendela/pintu yang bagian atas berbentuk lengkung. Sedangkan, konstruksi lantai pada bangunan tingkat disusun dari papan kayu yang menumpang pada balok-balok kayu.
 
Dalam konteks morfologi perkotaan, benteng ini memiliki peranan penting di Kota Solo dalam periode abad 18 - 19. Kota Solo adalah pusat perdagangan dan ditandai dengan perkembangan kota kolonial. Dalam konteks era kolonial, artefak lain yang terkait dengan keberadaan Vastenburg ialah di antaranya Gereja Santo Antonius Purbayan, bekas gedung Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia), kantor pos, rumah Residen, jalan raya poros lurus Solo-Semarang, permukiman Eropa, dan Societet Harmoni. Semua artefak era kolonial ini berada beberapa ratus meter di hadapan Kraton Kasunanan.
 
Sekitar tahun 1750-an ini merupakan tempat pasukan Belanda untuk “mengawasi” Kraton Kasunanan Surakarta sejak pemerintahan Paku Buwono III. Tipologi kota kolonial identik ditengarai adanya sebuah benteng. Belanda merias kota sejak era Kerajaan Kartasura. Waktu itu, urusan di wilayah kekuasaan raja pribumi ikut menjadi perhatian Belanda, misalnya keamanan, perniagaan, permukiman, tata kota dan kebijakan.
 
Dalam konteks sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa, di dalam benteng ini tercatat banyak pejuang kita pernah dipenjara, disiksa, dan dibunuh di era kolonial Belanda. Hal mana berlanjut di jaman Jepang ketika benteng ini dikuasai Bala Tentara Dai Nipon.
 
Sebagai Cagar Budaya
Merunut pada kajian historisnya, benteng yang memiliki luas 31.533 m² ini memang tergolong sebagai salah satu cagar budaya (BCB) yang berada di Kota Solo. Ditetapkan sebagai BCB melalui Surat Keputusan (SK) Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Surakarta Nomor: 646/116/I/1997, dan tercatat sebagai BCB Kota Surakarta dengan nomor 14-26/C/Pk/2012.
 
Letaknya yang sangat strategis ini sebenarnya bangungan ini bisa dijadikan ikon utama kepariwisataan di Kota Solo dan sekitarnya.
Sayangnya, kebesaran historisnya tidak diimbangi dalam hal riwayat kepemilikannya. Semenjak Walikota Hartomo memegang kendali, benteng ini memang dijual (kalau dengan bahasa yang halus adalah ditukargulingkan atau ruislag) ke perseorangan pada tahun 1991. Pemerintah Kota sekarang ketiban sampurnya dari permasalahan ruislag tadi.
 
Benteng  itu terus terbengkalai dan kian rusak di tengah tarik menarik kekuatan modal, ahli sejarah, komunitas budaya dan Pemkot Surakarta. Kini situs bersejarah  yang hanya beberapa ratus meter dari Kraton Solo dan Balaikota ini, seperti berusaha disembunyikan dari pandangan warga kota.
 
Bagaimana kita menyikapinya? Alangkah baiknya, kita menyimak perkataan Eugene Ruskin: “Menghancurkan peninggalan kuno merupakan dosa yang tak kecil.” ***  .
 
Sumber: http://kekunaan.blogspot.com/2012/09/benteng-vastenburg.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum