BACOL
Halo para generasi pelestari kebudayaan Indonesia !
Kali ini mari kita bahas mengenai makanan khas Provinsi Jawa Barat, yang cukup fenomenal tepatnya di Kota Cimahi. Sebuah kota yang dahulu merupakan bagian dari Kabupaten Bandung, yang kemudian ditetapkan sebagai kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976. Setiap malamnya tempat kuliner ini akan ramai oleh berbagai kalangan, dari anak kecil, remaja bahkan lansia sekalipun. Dan bisa menjadi tempat meet up yang asik dan pas di dompet semua strata masyarakat.
Makanan ini adalah bacol. Asing bukan mendengarnya ? Terlebih lagi bagi orang diluar Provinsi Jawa Barat. Ia merupakan jajanan gorengan yang tak boleh dilewatkan ketika anda berkunjung ke Kota Cimahi. Bacol ialah akronim dari bala-bala colek. Eits tunggu dulu, bukan berarti bala-bala adalah benda hidup yang dapat mencolek anda. Salah besar. Namun terdapat saus pelengkap yang dapat dicolek untuk menambah cita rasa bala-bala tersebut. Saus kacang asam pedas. Saus inilah yang membuat para penikmatnya ketagihan. Perpaduan antara saus kacang ,perasan jeruk nipis serta bumbu-bumbu rahasia turun temurun yang terkandung di dalamnya menjadikan saus bacol ini menjadi khas serta tidak dapat ditiru oleh penjual gorengan manapun.
Usaha ini terbilang legendaris. Ia didirikan tahun 1992 oleh Ani bersama suaminya, Syahrudin. Pada awalnya Bacol ini hanyalah usaha penjualan gorengan biasa pada umumnya. Lambat laun penjualannya mulai menurun. Akhirnya, Ani bersama anak-anaknya memikirkan sebuah inovasi baru agar usaha gorengan tersebut dapat berkembang, memiliki ciri khas tersendiri dan mendapat lirikan dari pembeli. Akhirnya sekitar tahun 2003 terciptalah saus asam pedas tersebut.
Akan tetapi, jangan anda kira bahwa hanya bala-bala saja yang dijual disana. Ya layaknya penjual gorengan pada umumnya terdapat varian gorengan lainnya seperti gehu (tahu isi) dan cireng (aci digoreng), sehingga para konsumen tidak merasa bosan dengan satu hidangan saja. Hm kalau anda bingung terhadap dua istilah makanan tersebut silakan cari tahu lebih lanjut di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia ini.
Ah sangat disayangkan jika anda tidak mencoba kuliner kebanggaan Kota Cimahi ini. Disamping cita rasanya yang menjanjikan, harganya pun ekonomis. Hanya berkisar 500 rupiah per gorengan. Lokasinya pun tak sulit untuk dicari, ia terletak didekat salah satu Mall terkenal yaitu Cimall, tepatnya di Jalan Sriwijaya No 9, persis diseberang pasar antri baru. Buka setiap pukul 17.00-23.00 WIB, dari hari senin sampai sabtu.
Selamat mencoba kawan-kawan pecinta kuliner Indonesia !
#OSKMITB2018

Twitter : @Kuliner_Bandung
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara