Makanan Minuman
Makanan Minuman
Masakan Aceh Aceh
Asam sunti bumbu khas aceh
- 16 Mei 2015

Asam Sunti adalah sejenis bumbu dapur khas Aceh yang terbuat dari belimbing wuluh atau sering disebut belimbimg sayur yang dikeringkan, diberi garam  lalu dijemur diterik matahari berkali-kali sehingga kering dan dapat disimpan lama. Asam sunti bahkan dapat disimpan selama setahun. Kandungan asam yang tinggi pada asam sunti dapat menghambat proses pembusukan oleh mikroorganisme. Sebelum ditambahkan pada masakan asam sunti biasanya digiling terlebih dahulu. Asam sunti biasa digunakan untuk memasak kuah asam pedas, kari, dan juga untuk asam atau sambal.

Asam sunti adalah bumbu khas Aceh yang membuat masakan Aceh kaya rasa, enak, dan lezat. Asam sunti lah yang membuat masakan khas Aceh jadi sempurna, rasa asamnya unik, dan berbeda dengan menggunakan asam Jawa. Bagi orang Aceh, bumbu tradisional ini wajib ada di dapur. Selain membuat masakan jadi lezat, pada masakan ikan, menggunakan asam sunti akan membuat bau amis pada ikan hilang.

Asam sunti merupakan penyedap masakan Aceh yang terbuat dari buah belimbing wuluh (boh limeng dalam bahasa Aceh) yang telah dikeringkan. Di Aceh asam sunti dapat Anda dapatkan di pasar-pasar tradisional, dan supermarket. Tapi, bagi warga Aceh yang tinggal di kampung-kampung, umumnya mereka membuat sendiri asam sunti ini dirumah.

Resep asam sunti atau cara membuat asam sunti tidak begitu sulit, kami yakin bila di perkarangan rumah Anda terdapat belimbing wuluh atau belimbing sayur (Averrhoa bilimbi), Anda dapat dengan mudah membuatnya sendiri dirumah dengan mengikuti caranya yang akan Loveaceh.com jelaskan.

Pekerjaan membuat asam sunti banyak dilakukan oleh wanita yang sudah tua. Seperti ibu-Ibu di kampung yang kami tanya, mereka menyebutnya asam boh limeng untuk asam sunti ini, cara mengolahnya dari buah belimbing wuluh sampai jadi asam sunti cukup mudah. Berikut resep dan cara membuat asam sunti khas Aceh ini:

Resep Asam Sunti Khas Aceh

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • 1.2 kg belimbing wuluh yang telah masak atau yang ukurannya besar.
  • 75 gram garam. Gunakan garam biasa yang dijual di pasar.
  • Air panas secukupnya untuk merendam buah belimbing wuluh ini.
  • Ember atau wadah yang lebar untuk menampung buah belimbing.
  • Alas untuk menjemur, bisa tikar, plastik, atau bleut (anyaman yang terbuat dari daun kelapa).

Cara membuat asam sunti khas Aceh

  • Panen buah belimbing yang ada di pekarangan rumah atau kebun Anda, cuci bersih, lalu masukkan ke dalam panci atau ember.
  • Rendam dengan air panas, biarkan sampai belimbing berubah warna sampai kecoklatan, dan tiriskan.
  • Jemur di bawah sinar matahari terik yang telah di tata, bisa menggunakan tikar, plastik, atau bleut (anyaman yang terbuat dari daun kelapa).
  • Setelah seharian, atau buah belimbingnya berkerut, besoknya jemur lagi, dan jangan lupa diberi garam aduk sampai rata minimal 4 hari atau tergantung kandungan air pada buah belimbing berkurang.
  • Balik-balik lagi, dan jangan lupa taburi garamnya lagi. Jemur lagi belimbingnya sampai benar-kering beberapa hari lagi. Biasanya 2 hari bila cuaca sangat terik sudah cukup.
  • Simpan buah belimbing sayur tersebut bila sudah kering, bisa menggunakan kantong plastik dan tutup rapat. Biarkan selama kurang lebih 1 bulan, dan buah belimbing wuluh ini sudah berubah menjadi asam sunti khas Aceh yang bisa Anda gunakan untuk penyedap masakan apa saja yang membutuhkan keasaman.
  • Ternyata sangat mudah dan tradisional sekali cara membuat asam sunti ini. Pemberian garam pada proses penjemuran ternyata bermanfaat untuk mempercepat proses pengeringan dan mencegah pembusukan. Kadar garam yang tinggi bisa menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena waktu yang di butuhkan sangat lama, jadi Anda butuh kesabaran supaya buah belimbing wuluh ini dapat berubah wujud menjadi asam sunti khas Aceh.

    Asam sunti yang telah di hasilkan akan berubah warna menjadi coklat kehitaman, dan tidak benar-benar kering loh atau terlalu keras, bila Anda pegang dan potong-potong, masih terdapat kandungan airnya.

    Buah belimbing wuluh yang telah menjadi asam sunti ternyata tahan lama, dan sangat awet. Seperti foto asam sunti yang di dalam artikel ini, yang Loveaceh.com dapatkan di dapur rumah warga di pedalaman Aceh Besar ini sudah berumur setahun lebih, tapi masih awet dan tanpa perubahan warna atau tekstur sedikit pun.

    Seperti yang sudah Loveaceh.com jelaskan di atas, kegunaan asam sunti selain memberikan rasa asam segar alami dan menghilangkan amis pada masakan seafood, bumbu dapur orang Aceh ini membuat kuah pada masakan lebih kental, dan membuat warna menjadi menarik.

    Cara menggunakan pada masakan, cuci sedikit, bisa juga sampai garam yang menempel berkurang. Bisa dimasukkan utuh kedalam masakan, atau potong sesuai selera. Untuk sambal, rendam asam sunti dalam air sampai lembek dan tidak mengeras lagi.

  • Asam sunti merupakan bumbu yang sangat melekat bagi lidah masyarakat Aceh. Tak lengkap bila pada masakan gulai tanpa rasa asam dari si sunti ini. Jadi tak heran, kemanapun warga Aceh menetap, tetap membawa asam sunti. Bahkan bagi jamaah haji asal Aceh, tak lupa mereka selipkan asam sunti di dalam tasnya.

 

Alamat dan Kontak Penjual:

Atjeh Rayeuk

Jln. Ciranjang No. 38 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

0878 8484 8892

 

sumber: http://www.loveaceh.com/kuliner/asam-sunti-rahasia-kelezatan-masakan-aceh/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker