Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Gorontalo Gorontalo
Asal Usul Terjadinya Ayam Gorontalo
- 27 Desember 2018

Pada jaman dahulu ayam memang belum ada ataupun belum dikenal di Gorontalo. Nanti setelah cerita tentang peristiwa dari ayah dan anak kandungnya, barulah ayam mulai dikenal di sana.

Kisah peristiwa dari ayah beranak dimaksud, bukanlah semata-mata terjadi dan timbul karena mereka tinggal dan berdiam dalam kandungan ibunya, sang ayah sudah pamit kepada sang ibu pergi ke Mekkah untuk berguru atau belajar memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama Islam melalui pemuka-pemuka Islam yang disebut Syech.

Sambil pamit sang ayah sempat juga berpesan kepada sang ibu katanya, "Kau istriku, untuk sementara waktu aku tinggalkan sekalipun kau saat ini dalam keadaan mengandung, yang sekali kelak tiba saatnya kandungan ini engkau akan lahirkan, maka hasilnya baik dia laki-laki maupun perempuan peliharalah ia dengan baik, penuh kasih sayang dan bila sudah mulai dewasa lagi pandai  suruhlah ia mengikuti aku ke Mekkah.

Setelah mengadakan persiapan seperlunya sang ayah pun berangkatlah ke Mekkah, dan di lain pihak kandungan makin lama makin mendekati saat kelahirannya dan akhirnya sesuai ukuran normal bagi setiap umur kandungan, lahirlah sang bayi perempuan.
Perkembanagn sesudah lahir mulailah dilalui dari satu fase berikutnya hingga pada usia kira-kira tujuh tahun si anak itupun mulai mengenal lingkungan ataupun tetangga terutama bermain-main dengan anak-anak sebayanya.

Satu kesan khusus yang menarik perhatiannya dikala itu ialah dia sempat mendengar dari anak-anak tetangga itu memanggil-manggil dan menyebut-nyebut ayah dan ibu serta dapat melihat dengan jelas kenyataan yang ada bahwa dalam rumah mereka ada laki-laki dan perempuan sedangkan dia sendiri hanya mengenal ibu saja.

Timbullah keraguan yang merupakan suatu tanda tanya dalam hatinya, apa sebab demikian. Perasaan ingin tahu makin lama makin besar dalam benaknya dan rupanya dia belum sanggup menjawab sendiri, lalu hal itu ditanyakannya kepada ibunya, seraya katanya, "Ibu! Apakah saya ini tidak mempunyai ayah sebagimana halnya dengan kawan-kawan saya di tetangga kita itu?"Sang ibu menjawab, katanya". Hal ini sebenarnya sudah lama ibu ingin jelaskan kepadamu bahwa pada hakekatnya engkau ini memang mempunyai ayah kandung. Ayahmu sekarang ini sementara belajar guna mendalami pengetahuan tentang agama Islam di Mekkah. Bila hal ini sudah kuberitahukan kepadamu pastilah engkau akan menyusul ayahmu ke sana sesuai pesannya padaku dahulu, tetapi akibatnya aku akan kesunyian sendiri dalam rumah ini. Sengaja hal itu tidak kuceritakan kepadamu, tetapi karena engkau sudah mengetahui sekarang, maka aku relakan untuk menyusul ayahmu kesana."

Mendengar penuturan ibunya  gembiralah anak perempuan itu karena ia akan dapat bertemu ayahnya di Mekkah. Akan tetapi masih ada satu masalah lagi baginya, untuk mendapatkan penjelasan dari ibunya, yaitu menyangkut ciri ayahnya agar dengan mudah dikenal olehnya.


Ibunya segera memberikan satu identitas khusus yang terdapat pada salah satu bagian kepala ayahnya, yaitu pusar kepala ayahnya sama dan serupa dengan pusar kepalanya. Itulah satu-satunya petunjuk yang menjadi pegangan inti dari si anak sebagai pengenal diri ayahnya di Mekkah.

Kemudian persiapan segera dirampungkan dan seterusnya sang ibu dengan pasrah melepaskan keberangkatan sang anak, menuju Mekkah. Dlam perjalanan ia tidak mengalami kekurangan sesuatu apapun dan  akhirnya sampailah dia dengan selamat ke tempat yang dituju.

Disana ia menginap di rumah milik seorang Syech. Selain mencari ayahnya ia turut belajar pula sedikit demi sedikit pengetahuan tentang agama Islam.

Detik berganti menit, jam, hari, minggu, bulan dan seterusnya tahun bertukar tahun ia masih tetap berada di sana, akan tetapi yang dicari belum juga kunjung bertemu, sedangkan perkembangan fisik maupun psikhsiknya makin dewasa dan matang, sehingga akhirnya dia sudah menjadi gadis yang cantik. Seoranga laki-laki yang sudah agak lanjut usianya jatuh cinta kepadanya lalu terus mengajukan lamarannya melalui Syech (induk semang si gadis itu). Melihat keadaan anak gadis itu sudah pantas dan wajar bersuami, tambahan pula menjaga jangan sampai si gadis itu akan salah jalan dalam pergaulan remaja yang krisis sesuai perkembangannya, maka Syech itu segera berkonsultasi dengan si gadis, apakah sang gadis bersedia kawin atau berumah tangga.

Konsultasi berlangsung dalam suasana tenang dan lancar si gadis menyerahkan sepenuhnya apa yang dibuat dan diatur oleh Syech induk semangnya, dalam arti semuanya akan ia patuhi dan taati. Dengan demikian terjadilah kata sepakat untuk melaksanakan perkawinan ataupun pernikahan mereka sehingga resmilah menjadi pasangan suami-istri yang sah, hidup bahagia dalam suasana cinta kasih yang mesra. Dalam hunian kasih sayang dan cinta kasih yang demikian, pada suatu ketika sang suami mengharap agar sang istri berkenan membelai-belai rambutnya berhubung kepalanya merasa gatal.

Betapa kagetnya si istri karena diketemukannya pusar sebagai identitas khusus dari ayah kandungnya, suasana gembira, lagi mesra itu dengan tidak terduga sebelumnya tiba-tiba berubah menjadi pekik dan tangis sang istri yang tidak terkendalikan lagi mengakibatkan para tetangga terkejut dan heran.

Syech induk semang dalam rumah itu segera turun tangga mendekati mereka sambil bertanya tentang sebab musababnya. Sang suami menjawab bahwa ia sendiri tidak tahu menahu, malahan takut bercampur heran dan aneh atas kejadian tersebut.

Rupanya jawaban itu tidak memberikan kepuasan bagi penanya, lalu langsung menanyakan lebih lanjut kepada sang istri dengan permintaan terlebih dahulu agar sang istri itu duduk tenang-tenang dahulu. Sang istri memenuhi permintaan itu, dan dengan tenang mulai menceritakan bahwa ayahnya yang selama itu dicarinya, sudah diketemukannya, menyesal sudah dalam status dan peranan yang lain, yaitu sudah menjadi suaminya. Bukti yang nyata adalah pusar di kepalanya sesuai petunjuk yang diberikan oleh ibu kandungnya disaat mau berangkat mencari ayahnya tersebut.

Mendengar penjelasan demikian. Syech itupun tidak sanggup untuk berbuat lebih banyak, selain dari pada mengisolir keduanya pada suatu tempat di bawah pohon kayu sekaligus dengan segala pakaian dan lain-lain sebagainya kepunyaan mereka ditumpukkan di sekeliling pohon itu. Pada waktu dan tempat inilah dengan izin dan kehendak Tuhan Yang  Maha Kuasa, keduanya berubah, menjelma dan beralih dari sepasang suami-istri menjadi seekor ayam jantan dan seekor ayam betina.

Demikianlah cerita tentang asal-usul terjadinya ayam Gorontalo.

 

sumber:

  1. Alkisah Rakyat (http://alkisahrakyat.blogspot.com/2015/11/cerita-asal-usul-terjadinya-ayam.html)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu