Berabad-abad yang lalu bagian barat Pulau Kalimantan telah menjadi daerah pertanian yang subur. Beragam hasil pertanian dan perkebunan dihasilkan wilayah barat Kalimantan. Oleh karena itu, banyak masyarakat dari luar daerah Kalimantan yang berbondong-bondong datang ke sana untuk mengadu nasib. Kelompok masyarakat yang banyak datang ke Kalimantan Barat adalah orang-orang suku Melayu dan orang-orang Cina. Mereka menetap di sana dan menganggap Kalimantan Barat menjadi kampung halamannya.
Wilayah Kalimantan Barat yang ramai dikunjungi pendatang antara lain Kota Sambas. Para pendatang itu hidup rukun dengan penduduk asli Kalimantan, yaitu suku Dayak. Walaupun adat kebiasaan dan agama suku-suku tersebut berbeda-beda namun mereka dapat hidup bersama dengan baik. Pergaulan di antara masyarakat pendatang di Kalimantan Barat sangat rukun. Semua orang bebas menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa merasa khawatir terganggu. Mereka segera merasa sebagai suatu kesatuan masyarakat.
Akan tetapi kehidupan yang tenteram itu ternyata mendapat gangguan dari kelompok lainnya. Pada suatu saat datang serombongan orang-orang dari negara Inggris. Mereka datang dengan kapal-kapal yang diperlengkapi dengan senjata lengkap. Orang-orang Inggris itu memang tidak sekedar ingin mencari penghidupan di Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Mereka juga ingin menguasai daerah itu karena tanahnya subur dan mampu menghasilkan bahan pangan yang melimpah. Orang-orang Inggris berniat akan menjajah wilayah Barat Pulau Kalimantan dan mengeruk hasil buminya.
Inggris Menjajah Kalimantan
Pada awalnya orang-orang Inggris mendekati raja-raja di sekitar Kalimantan Barat dengan muka manis. Mereka membuat perjanjian dagang antara Inggris dan penduduk setempat. Tetapi perjanjian ini makin lama dirasakan makin tidak adil bagi rakyat Kalimantan. Rakyat merasa dirugikan perjanjian dengan Inggris itu. Setelah merasa kedudukannya semakin kuat, orang-orang Inggris selalu mencari akal untuk menguasai daerah Kalimantan Barat. Orang Inggris berpikir Kalimantan Barat adalah sumber ekonomi yang kaya.
Terdamparnya sebuah kapal Inggris di daerah pantai Kalimantan Barat dijadikan alasan untuk menyerang rakyat setempat. Mereka mendatangkan bala bantuan dari daerahdaerah lain untuk menyerang warga Kalimantan. Tentara Inggris berusaha menaklukkan rakyat dengan menggunakan persenjataan lengkap. Menghadapi ancaman orang Inggris ini, rakyat di Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat bersamasama melakukan perlawanan. Rakyat Kalimantan Barat ingin mempertahankan wilayahnya dari kekuasaan orang asing yang datang kesana.
Tahukah bahwa Kota Sambas berasal dari suku Dayak, suku Melayu dan etnis Cina? Ketiga kelompok rakyat tersebut bermusyawarah dan mencapai mufakat bahwa mereka akan bersama-sama menghalau orang asing yang akan menjajah Kalimantan Barat. Mereka tidak lagi mementingkan suku masing-masing melainkan mendahulukan kepentingan bersama. Di setiap tempat rakyat bangkit untuk melawan orang-orang Inggris dengan kekuatan mereka masing-masing. Rakyat tidak takut melawan persenjataan lengkap tentara Inggris.
Rakyat Kota Sambas Kalimantan Barat yakin bahwa keputusan untuk melawan orang Inggris itu benar dan adil, serta sesuai dengan keyakinan agama mereka masingmasing. Walaupun kalah dalam persenjataan, rakyat melakukan perlawanan dengan gigih di mana-mana. Kecintaan kepada tanah kelahiran menyebabkan mereka berperang dengan gagah berani. Mereka tidak rela kampung halamannya dijajah orang asing yang tidak bisa menghormati adat-istiadat setempat.
Peperangan penduduk Kota Sambas di Provinsi Kalimantan Barat melawan tentara Inggris telah berlangsung selama beberapa bulan namun rakyat Kota Sambas Kalimantan Barat belum juga dapat dikalahkan oleh orang Inggris. Keragaman budaya penduduk Kota Sambas tidak menghalangi warga setempat untuk bersatu melawan penjajah. Hal inilah yang menjadi bagian penting dalam kisah legenda asal-usul Kota Sambas. Pemilihan nama Sambas pun kelak akan banyak dipengaruhi oleh perjuangan tiga kelompok suku yang hidup disana.
Orang-orang Inggris yang mempunyai banyak pengalaman berperang menyaksikan sesuatu yang aneh. Di setiap pertempuran, mereka melihat banyak sekali jatuh korban di pihak rakyat. Beratus-ratus orang gugur terkena peluru dan meriam. Namun anehnya, meski ratusan rakyat Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat tewas dalam pertempuran, masih ada ribuan rakyat lainnya yang melanjutkan peperangan keesokan harinya. Rakyat tidak henti-hentinya melakukan perlawanan kepada penjajah.
Setelah merasa menang dalam pertempuran itu, orang Inggris berharap bahwa besok pagi rakyat akan menyerah. Ternyata harapan itu tidak kunjung datang. Rakyat sama sekali tidak menyerah. Pertempuran berlangsung lagi pada keesokan harinya dan pertempuran tersebut berlangsung tidak kalah seru dibandingkan dengan hari kemarin. Jumlah orang di kalangan rakyat seperti tidak pernah berkurang. Padahal pada pertempuran kemarin jelas ada ratusan orang yang tewas. Apakah ada penduduk Kota Sambas Kalimantan Barat yang meninggal dunia dan bisa hidup kembali? Pertanyaan seperti ini menghantui serdadu-serdadu Inggris.
Perjuangan Rakyat Sambas
Semangat juang di kalangan rakyat tetap membara setiap hari. Mereka mengakui bahwa telah banyak jatuh korban di pihak rakyat Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Akan tetapi mereka telah sepakat untuk pantang menyerah mengusir tentara Inggris dari wilayah Kalimantan Barat. Setiap orang dengan sukarela maju ke medan perang. Seperti bunyi pepatah: esa hilang, dua terbilang. Artinya, setiap mati satu akan tumbuh seribu. Di dalam hati setiap orang timbul kebanggaan bahwa mereka dapat membela tanah tumpah darahnya.
Senjata yang digunakan rakyat Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat melawan tentara Inggris memang amat sederhana. Misalnya: keris, tombak, lembing, panah, pedang, bahkan sabit, linggis dan pisau dapur. Akan tetapi, disertai dengan semangat yang amat tinggi, senjata-senjata itu di tangan rakyat telah menjadi suatu kekuatan yang amat dahsyat. Bahkan ada beberapa rombongan orang yang datang dengan menggunakan perahu-perahu kecil berusaha menyerang armada Inggris.
Apabila serdadu-serdadu Inggris menduduki sesuatu tempat, mereka tidak pernah merasa aman. Di malam hari mereka pasti diserang. Dengan semangat membaja rakyat setempat akhirnya di pihak Inggris juga jatuh banyak korban. Korban di pihak Inggris itu terutama bukan akibat suatu pertempuran, melainkan karena serangan tiba-tiba ketika mereka sedikit lengah. Taktik perang gerilya yang dijalankan penduduk Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat sedikit demi sedikit memakan korban dari pihak tentara Inggris.
Orang-orang Inggris masih berusaha untuk mengadakan perdamaian dan perundingan dengan para raja di wilayah Kalimantan Barat. Akan tetapi rakyat setempat sudah terlanjur tidak percaya terhadap bangsa Inggris. Rakyat menginginkan orang-orang Inggris menyingkir dari bumi Kalimantan Barat. Selama masih ada seorang Inggris saja, perang masih akan terus berjalan di wilayah Kalimantan Barat. Penduduk Kota Sambas melakukan sapu bersih tentara Inggris di kota tempat tinggal mereka.
Menghadapi kenyataan ini, jenderal-jenderal Inggris tidak dapat berbuat lain kecuali mundur dan meninggalkan wilayah Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Maka semua serdadu Inggris ditarik kembali ke kapal-kapal. Kemudian armada Inggris tersebut meninggalkan daerah itu untuk selama-lamanya. Kota Sambas kini telah terbebas dari jajahan tentara Inggris berkat warga setempat bersatu padu melawan kekejaman penjajah.
Setelah tentara Inggris pergi, rakyat Kota Sambas Provinsi Kalimantan Barat baru menyadari bahwa di pihak mereka telah jatuh korban banyak sekali. Tahukah bahwa rumah, sawah, ladang, ternak, bahkan jiwa manusia tak terhitung banyaknya yang menjadi korban penjajahan tentara Inggris. Korban manusia itu meliputi semua suku yang tinggal di sana mulai dari suku Dayak, suku Melayu dan warga keturunan Cina.
Suku-suku itu kemudian bergaul lebih rukun lagi satu sama lain. Selanjutnya mereka membangun Kota Sambas yang hancur akibat peperangan. Untuk mengenang bagaimana ketiga suku itu bersama-sarna berjuang mengusir penjajah, kota itu diberi nama Sambas. Sam berarti tiga, sedangkan bas berarti bangsa. Dengan mendengar nama Sambas, kita akan teringat bagaimana suku Dayak, Melayu dan Cina bersamasama mempertahankan tanah airnya dari penjajahan orang asing.
sumber :http://agussiswoyo.com/cerita-rakyat/kisah-legenda-asal-usul-kota-sambas-menghadapi-penjajahan-tentara-inggris-di-provinsi-kalimantan-barat/
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...