Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Papua Pulau Mambor, Paniai
Asal Mula Pulau Mambor
- 17 November 2018

Pulau Mambor tarmasuk salah satu pulau dari beberapa gugusan pulau di sebelah timur kota Nabire di Kabupaten Paniai. Di pulau ini terletak salah satu pegunungan dan slah satu puncaknya yang tertinggi adalah gunung Momurkotei.

Dahulu di gunung tersebut berdiamlah sepasang suami istri, berasal dari keturunan Mambri. Suami istri tersebut masing-masing bernama Mumu dan Waisei. Keduanya hidup rukun dan damai serta dikaruniai dua anak laki-laki.

Wonggora adalah nama kakaknya sedangkan adiknya bernama Nonambo. Keduanya diasuh hingga dewasa lalu dikawinkan. Dari perkawinan mereka lahirlah cucu-cucu Mumu dan Waisei.

Wonggora memperoleh seorang anak yang dinamai Tarahijori. Adiknya Nonambo memperoleh dua orang anak, yaitu seorang anak laki-laki yang bernama Dauma dan adiknya seorang anak perempuan. Mereka diasuh dan tumbuh menjadi dewasa. Dalam kehidupan sehari-hari mereka bermain dan bergaul seperti biasa, namun akhirnya Dauma dan Tarahijori memadu cinta. Hubungan antara keduanya semakin mendalam sehingga saling mengikat satu janji untuk sehidup semati. Keinginan mereka ini disampaikan kepada orang tua masing-masing.

Pada suatu hari Dauma bersama ayahnya berkunjung ke rumah Wonggora. Maksud kedatangannya hendak meminang Tarahijori agar dijodohkan dengan Dauma. Namun apa daya karena pinangannya ditolak oleh Wonggora. Bagi Dauna hal ini adalah suatu pukulan yang tidak habis dipikirkan olehnya. Sebab itu daripada tidak memiliki kekasih lebih baik bunuh diri. Ia mencari akal bagaimana cara membunuh kekasihnya dengan cara yang tidak mencurigakan. Oleh sebab itu ia mempelajari kebiasaan-kebiasaan Tarahijori yang setiap hari pergi membuang air besar di bawah pohon. Di tempat inilah Dauma melaksanakan niatnya dengan memasang sembilu di akar-akar pohon untuk mencelakakan kekasihnya.

Pada hari berikutnya Tarahijori hendak pergi membuang air besar seperti biasanya dilakukan. Tiba-tiba dari jauh terdengar suara jeritan di bawah pohon besar meminta pertolongan. Ternyata sembilu yang dipasang oleh Dauma kena kekasihnya dan banyak mengeluarkan darah.

Akibat sembilu yang dipasang maka meninggallah Tarahijori seketika itu juga. Kematian Tarahijori meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga Wonggora.

Akibat musibah ini, Wonggora menyatakan perang saudara terhadap adiknya, sebab musibah ini dilakukan oleh Dauma, karena lamarannya ditolak.

Nonambo pun menanyakan hal itu kepada anaknya dan ternyata Dauma mengakui perbuatannya. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap perbuatan anaknya, maka tantangan Wonggora diterima.

Oleh sebab itu masing-masing mencari pengikutnya, lalu pecahlah perang sengit antar keluarga pihak Wonggora dengan Nonambo. Sementara perkelahian sedang berlangsung, tiba-tiba ada serangan masuk dari kampung lain di kampungnya. Akhirnya demi keselamatan dan kesatuan penduduknya, kedua bersaudara itu bersatu kembali untuk melawan musuh. Setelah mengusir lawannya, maka perang antara keduanya pun berhenti dengan sendirinya.

Untuk memulihkan persaudaraannya kembali, mereka bermaksud mengadakan pesta perdamaiaan. Berita pesta perdamaiaan itu tersiar keseluruh pelosok kampung di pulau itu. Terutama para pemudanya sangat tertarik lalu berdatangan hendak menyaksikan perayaan pesta tersebut. Saat pesta dilangsungkan, hadir pula seorang pemuda tampan yang membawa tifa di tangannya.

Pemuda tadi benar-benar terpesona oleh pandangan seorang gadis yang ikut melayani para tamu dengan makanan dan minuman. Gadis tersebut adalah anak dari Nonamba, dari pandang memandang akhirnya mereka berkenalan.

Mambarua, demikian nama pemuda itu putra raja kerajaan dasar laut. Ia menjelaskan bahwa sebelum naik takhta menggantikan orang tuanya diharuskan mempersunting seorang gadis sebagai calon istrinya.

“Apakah Anda tidak akan kecewa, bila mendapat gadis kampung seperti aku ini? Bukankah banyak wanita cantik di kalangan bangsawan?” tanya gadis itu.

“Betul Adinda, tapi di antara mereka tidak ada seorang pun yang menarik perhatianku,” kata Mambarua.

Akhirnya gadis itu yakin terhadap Mambarua, lalu berpesan agar segera meminang melalui orang tuanya.

Malam berikutnya Mambarua berkunjung ke rumah orang tua gadis itu. Maksud kedatangannya hendak meminang anak gadis Nonambo. Setelah mengungkapkan asal-usul dan keinginan hatinya, maka orang tua si gadis merestui kehendak kedua remaja itu. Namun Nonamba mengajukan suatu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mengadakan upacara pernikahan, yaitu pembayaran mas kawin berupa:

  • sebuah dusun sagu
  • sebuah jembatan penghubung pulau dan daratan
  • serumpun bambu
  • sebuah tifa dan
  • sebuah gelang paseda

Mambarau berjanji bahwa mas kawin tersebut akan dipenuhi setelah perkawinan mereka.

Untuk mengukuhkan kedua remaja yang baru berkenalan sebagai suami istri yang sah, maka dilakukan lah upacara pernikahan secara adat,. Pernikahan ini dimeriahkan oleh penduduk semalam suntuk.

Keesokan harinya Mambarua meminta diri mendahului rombongan yang akan mengantar istrinya, untuk mempersiapkan upacara penyambutan dan pelantikan di istana. Sebelum pergi ia berpesan pada istrinya supaya segera menyusul dan menunggu di pantai. Bila istrinya melihat tiga buah gelombang besar, itulah tanda bahwa Mambarua sudah siap menjemput rombongan.

Benar juga, ketika rombongan istrinya dengan ketiga perahu menunggu di pantai, terlihatlah tiga buah gelombang besar yang beriringan ke pantai. Permaisuri bersama orang tuanya berada di perahu depan. Ketiga gelombang itu sampai di tempat perahu-perahu tersebut, maka terjadilah keajaiban di mana perahu-perahunya langsung terbawa ke dasar lautan.

Rasanya seakan-akan mereka tidak memasuki lautan, tetapi memasuki sebuah wilayah yang luas dan menyenangkan. Mereka disambut oleh sepasukan pengawal istana yang berderet di sebelah kiri-kanan jalan masuk.

Setiba di istana, Mambarua menyambut calon istrinya lalu membawa masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dan berdandan. Sedangkan rombongan diterima oleh para pelayan di ruang upacara.

Saat yang dinantikan oleh para tamu sudah tepat dan sang raja memasuki ruang upacara. Upacara segera dimulai dengan acara pertama perkenalan permaisuri beserta rombongannya kepada para tamu. Berikutnya adalah upacara penobatan Mambarua sebagai raja yang dilaksanakan dengan penuh hikmat. Upacara perkenalan dan penobatan raja muda diakhiri dengan makan bersama di istana.

Setelah tiga hari para pengantar permaisuri diperkenankan meninggalkan istana sedangkan permaisuri tetap tinggal di kerajaan lautan.

Pada suatu hari Mambarua memberitahukan niatnya pada sang istri, bahwa ia hendak membayar mas kawin pada orang tuanya di kampung. Sesudah sepakat berangkatlah keduanya bersama beberapa prajurit dan setiba di kampung raja muda menyerahkan mas kawin berupa :

  • Sebuah tifa kebesaran yang disebut BIRINEBISEI
  • Empat buah mata air yang masing-masing bernama SERU, BATAIBORO, KAKURU, dan BABINGGATU.
  • Sebuah jembatan yang bernama BABISIR
  • Serumpun bambu yang bernama WAHAMU, dan
  • Sebuah gelang poseda.

Hari berikutnya raja muda bersama istrinya meninggalkan kampung mertuanya lalu kembali ke dasar laut. Sedangkan penduduk kampung yang ditinggalkan berpestapora sehubungan dengan penerimaan mas kawin yang baru saja diselesaikan. Namun di tengah-tengah puncak keramaian pesta itu, tiba- tiba ada musuh yang menyerang. Akibat penyerangan itu banyak penduduk yang melarikan diri jauh dari kampung.

Pada saat bersamaan Mambarua merasa gelisah. Rasanya ada sesuatu firasat jelek. Firasat tersebut menimbulkan rasa curiganya dan ingin tahu akan keadaan di daratan.

Oleh sebab itu Mambarua bermaksud melihat-lihat keadaan di kampung mertuanya. Istrinya menyetujui keinginan suaminya serta berpesan agar berhati-hati dalam perjalanan.

Saat itu juga Mambarua berangkat dengan para pengawalnya dan setibanya di sana ternyata firasatnya benar sebab ada laporan dari penduduk, bahwa baru saja ada perampokan di kampungnya dan musuh telah melarikan diri ke arah barat.

Setelah memperoleh petunjuk, sang raja perintahkan para prajuritnya melakukan pengejaran dan ternyata mereka berhasil menguasai musuhnya serta membawa kembali barang- barang yang dirampas tadi. Namun masih ada satu benda yang paling berharga, yang tidak dapat di bawa olehnya, yaitu tifa kebesaran karena sempat dibawa kabur oleh musuhnya.

Karena RAO yang menyerang kampung mertuanya maka pulau yang digunakan untuk beristirahat, di balik oleh raja muda itu dengan gelombang dashyat. Akibatnya hingga kita tempat itu tidak ditumbuhi apa-apa hanya berkarang dan disebut : ROF KAREY.

Dari pertempuran ini sebagian dari pihak Rao dapat menyelamatkan diri ke daerah Wandamen dengan membawa tifa kebesaran, sedangkan pulau yang di mana mertua Mambarua bertempat tinggal dinamakan pulau MAMBOR.

 

 

Referensi:

  1. Indotim (https://indotim.wordpress.com/cerita-rakyat-nusantara-2/cerita-rakyat-nusantara-i/19/)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum