Alkisah pada zaman dahulu kala, di Desa Sepang (sekarang Kecamatan Sepang), Kalimantan Tengah, hiduplah seorang janda yang bernama Emas. Ia hidup bersama dengan putrinya yang bernama Tumbai. Tumbai adalah gadis yang cantik nan rupawan. Ia juga baik hati dan sangat ramah kepada setiap orang. Setiap pemuda yang melihatnya berkeinginan untuk menjadi pendamping hidupnya. Oleh karena itu, banyak pemuda yang datang untuk meminangnya. Namun, Tumbai selalu menolak setiap pinangan yang datang kepadanya. Ibunya sangat gelisah melihat sikap Tumbai. Meskipun ibunya sudah berusaha membujuk Tumbai agar menerima salah satu pinangan, Tumbai tetap saja menolak.
Tumbai sangat mengerti kerisauan ibunya. Akan tetapi, apa yang pernah ia ucapkan tidak mungkin ditariknya kembali. Tumbai sudah bertekad keras mengajukan syarat kepada setiap pemuda yang meminangnya. Syarat itu sangat berat dan terasa mustahil untuk diwujudkan, yaitu mengubah sumber air tawar Sepang menjadi asin seperti air laut. Ibunya tidak habis pikir, bagaimana mungkin hal itu diwujudkan? Oleh karena itu, ia meminta kepada Tumbai agar syarat itu dihilangkan. “Anakku, sebaiknya kamu pikirkan lagi syarat-syaratmu itu,” kata ibunya. “Mana ada yang bisa memenuhi permintaanmu itu?” tambah ibunya mendesak. “Tidak, Ibu. Saya sudah memikirkannya siang dan malam. Begitulah petunjuk yang saya peroleh melalui mimpi. Pasti ada yang dapat memenuhi permintaan saya. Siapapun pemuda itu, dialah yang akan menjadi suami saya,” tegas Tumbai kepada ibunya.
Melihat keteguhan hati anaknya, ibu Tumbai tidak pernah menyinggung hal itu lagi. Akan tetapi hatinya tetap menyimpan kecemasan yang luar biasa. Ia khawatir anaknya tidak memperoleh jodoh, karena tidak ada pemuda yang sanggup memenuhi persyaratannya. Meskipun demikian, ibunya tidak pernah putus asa. Setiap malam ia selalu berdoa kepada Tuhan agar keinginan anaknya itu segera terkabul. “Ya Tuhan! Kabulkanlah keinginan putriku, semoga ada pemuda yang mampu memenuhi persyaratannya!” doa ibu Tumbai.
Rupanya doa ibu Tumbai dikabulkan oleh Tuhan. Pada suatu hari, datanglah seorang pemuda tampan dari daerah hilir Sungai Barito menemui Tumbai dan ibunya. Kedatangannya disambut dengan baik oleh Tumbai dan ibunya. Pemuda tampan itu kemudian mengutarakan maksud kedatangannya yaitu untuk meminang Tumbai. “Maaf, Ibu. Saya datang ke sini bermaksud untuk meminang putri ibu,” kata pemuda itu. “Wahai Tuan yang budiman, anakku tidak meminta maskawin yang mahal, tetapi ia hanya mengajukan syarat yang harus dipenuhi sebagai maskawinnya. Apakah Tuan sudah pernah mendengarnya?” tanya ibu Tumbai. “Sudah, Ibu. Bukankah putri Ibu menginginkan sumber air Sepang yang tawar itu menjadi air asin seperti air laut?” tanya pemuda itu dengan ramah. “Betul Tuan! Memang itulah yang diinginkan oleh putri saya. Apakah Tuan bersedia memenuhi syarat itu?” tanya ibu Tumbai. Pertanyaan itu membuat pemuda itu merasa tertantang. Ia pun segera menyanggupi persyaratan Tumbai. “Baiklah! Saya akan mencobanya, Ibu. Mohon doa restu Ibu agar saya dapat memenuhi permintaan putri Ibu,” kata pemuda tampan itu dengan rendah hati.
Ibu Tumbai pun mengizinkan pemuda yang terlihat baik itu untuk mencoba memenuhi persyaratan yang diajukan anaknya. “Semoga dia dapat memenuhi permintaan anakku,” kata ibu Tumbai dalam hati saat mengantar pemuda tampan itu keluar dari rumahnya. Orang-orang yang ada di kampung itu menganggapnya sebagai orang gila. Menurut mereka, mustahil ia mampu mengubah sumber air tawar di sungai menjadi sumber air asin seperti air laut. Pemuda tampan itu tidak peduli terhadap omongan orang-orang tersebut. Dengan kesaktian yang dimilikinya, ia bertekad untuk memenuhi persyaratan gadis cantik itu.
Pemuda tampan itu pun berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Ia duduk bersila di atas lempengan batu di sekitar sumber air tawar Sepang itu. Setelah ia berhari-hari berdoa, atas kekuasaan Tuhan, sumber air tawar di Sepang tiba-tiba berubah menjadi sumber air asin, seperti air laut. Semua orang yang tadinya meragukan kemampuan pemuda itu datang untuk membuktikannya. Setelah mereka mencicipi air tawar di Sepang itu, ternyata memang rasanya telah berubah menjadi asin. Kini, mereka mengakui kehebatan pemuda tampan itu yang mampu mengubah sumber air tawar di Sepang menjadi sumber air asin, seperti air laut.
Dengan demikian, terpenuhilah syarat yang telah diajukan Tumbai. Pinangan pemuda tampan itu pun diterima. Sesuai janji Tumbai, pemuda itu dibebaskan dari pembayaran maskawin. Ibu Tumbai sangat senang sekali. Kerisauannya terhadap anaknya tidak mendapat jodoh, telah hilang. Ia sangat bangga terhadap calon menantunya yang tampan itu. Kemudian, ibu Tumbai pun mulai sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menggelar pesta pernikahan anaknya. Tidak ketinggalan pula, para tetangga Tumbai ikut sibuk membantunya.
Akhirnya, Tumbai dan suaminya hidup bahagia dan sejahtera. Mereka hidup dengan mengusahakan sumber air asin menjadi garam. Mereka menjadi kaya-raya. Penduduk di sekitarnya juga melakukan usaha yang sama, sehingga mereka pun turut menjadi kaya-raya. Seluruh penduduk Sepang menjadi makmur dan berkecukupan.
Hingga kini, masyarakat Kahayan Hulu menganggap cerita di atas benar-benar pernah terjadi, karena air di Sungai Kahayan itu sebagian memang ada yang terasa asin.
* * *
Cerita rakyat di atas termasuk ke dalam cerita-cerita teladan. Salah satu nilai moral yang terkandung di dalamnya yaitu sifat baik hati. Sifat ini tercermin pada sifat Tumbai yang yang ramah terhadap pemuda yang datang meminangnya. Sifat baik hati ini memang sudah menjadi fitrah manusia yang dibawa sejak lahir. Yang termasuk dalam sifat baik hati di antaranya adalah sopan santun, pemaaf, pemurah, ramah, kasih-sayang, simpati dan tenggang rasa. Adapun kekuatan sifat baik hati (the power of Kindness) adalah semua orang akan merasa senang kepada siapa pun yang memiliki sifat-sifat tersebut, seperti yang dialami oleh Tumbai dalam cerita di atas. Selain kecantikannya, ia juga disenangi oleh banyak orang, karena sifatnya yang baik hati.
Referensi:
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...