Ritual
Ritual
Tradisi Sulawesi Selatan Kabupaten Gowa
6_Akkaddo Bulo
- 17 Mei 2018

Merdeka.com - Ragam rupa cara warga memeriahkan peringatan hari jadi kemerdekaan RI. Mulai dari upacara ceremoni bernuansa perjuangan, kemerdekaan hingga permainan-permainan rakyat yang menghibur.

Di Kabupaten Gowa, di dua dusun hasil pemekaran yakni Dusun Tama'la'lang Timur dan Tama'la'lang Barat di Desa Tamanyeleng, Kecamatan Barombong atau sekitar 10 kilometer dari Kota Makassar lain lagi. Di sana warganya serentak membuat menu khas di rumah masing-masing dan menyuguhkan ke kerabat yang datang ke rumah. 

Sukacita saat menyantap bersama menjadi kegembiraan tersendiri saat kerabat kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pulang oleh-oleh penganan khas dari pesta rakyat ini. Menu khas yang dimaksud adalah 'kaddo bulo' atau makanan dalam bambu. Proses membuat dan menikmati penganan ini disebut 'akkaddo bulo'.

Kaddo bulo berbahan dasar dari nasi ketan baik ketan hitam maupun putih. Dimasukkan dalam sebatang bambu berukuran panjang antara ruas dari ujung ke ujung 40 centimeter bersama santan kental yang telah diberi sedikit garam untuk menambah rasa. Sisi dalam bambu sebelumnya dilapisi daun pisang sebelum beras ketan dimasukkan. Kemudian ujung atas bambu ditutup lalu dibakar.

Akkado bulo ini serentak digelar tanggal 18 Agustus atau sehari setelah hari H peringatan HUT RI, 17 Agustus. Digelar selama tiga hari, mulai dari masing-masing keluarga menyiapkan bambu, beras ketan, kelapa, daun pisang juga kayu-kayu untuk membakar. Hingga puncaknya, makan bersama di rumah masing-masing sembari melayani tamu yang menyambangi rumah. Baik itu tetangga, kerabat dekat maupun kerabat jauh. Selain penganan kaddo bulo ini, ada menu lain yang mengawalnya seperti buras atau bahasa Makassar-nya disebut burasa', lappa'-lappa' yang juga penganan dari ketan dibalut daun kelapa tetapi proses akhirnya dimasak bukan dibakar. Ada pula menu kari ayam dll. Tentunya sembari menikmati persembahan acara hiburan di lapangan yang telah dipersiapkan. Antara lain persembahan kanuragan silat oleh pemuda-pemuda desa.

Menyambangi warga di dusun ini siang tadi menimbulkan kesan tersendiri. Semburat sukacita, keikhlasan dan kebersamaan terpancar. Masing-masing warga mempersiapkan batang-batang bambu, daun pisang, kelapa yang dibutuhkan dan kayu-kayu untuk pembakaran. Mereka bergembira menyambut malam puncak tradisi ini, yang di situ berkumpul sanak keluarga, tetangga untuk mempererat tali silaturrahim.

Herman Daeng Tinri, (48), salah seorang warga yang ditemui mengatakan, selain tetangga dan kerabat dekat, keluarganya juga menanti kedatangan kerabat jauh yang berdomisili di daerah lain seperti Kabupaten Takalar. Diakui, di tradisi akkaddo bulo ini, merogoh kocek senilai Rp 3 juta. Pengeluaran paling mahal adalah beli beras ketan seharga Rp 8 000 perliter. Kali ini dia siapkan 120 liter. Pengeluaran lainnya adalah membeli bambu yang harganya Rp 6.000 perbatang yang kemudian dipotong-potong tiap ruas menjadi 120 lebih batang bambu.

"Kita tidak memikirkan nilai ekonomi yang dikeluarkan dari acara ini karena yang kita harapkan di sini adalah silaturrahminya. Kita juga bahagia kalau keluarga kita membawa pulang kaddo bulo. Berkumpul bersama keluarga di tradisi akkaddo bulo ini melebihi meriahnya silaturrahmi saat lebaran," tutur Herman, suami dari Rahmatiah, (45) ini.

Sementara Kamaluddin Daeng Narang, (52), salah seorang warga yang dituakan di dusun ini menjelaskan, ada sekitar 450 keluarga dari dua dusun yakni Dusun Tama'la'lang Timur dan Barat yang berpartisipasi di kegiatan 'attamu taung' atau kegiatan tahunan ini. Tradisi ini sudah dihelat oleh warga sejak zaman kerajaan dan dilanjutkan dari generasi ke generasi di kampung yang di zamannya dikenal sebagai kampung yang warganya tidak pernah diperbudak atau dipekerjakan kasar pihak penguasa sehingga kampungnya dinamakan Tama'la'lang yang artinya tidak diperbudak atau warga merdeka.

Poin penting dari tradisi ini adalah kebersamaan, mempererat silaturrahim. "Kalau pemerintah jeli melihat perkembangan warganya, di tradisi ini kita bisa mengukur progress kesejahteraan warga. Biasanya satu keluarga hanya membuat 10 atau 15 liter "kaddo bulo" tapi lama kelamaan bisa mencapai ratusan liter. Itu tandanya, kesejahteraan warga kian hari kian meningkat. Produksi pertaniannya banyak berhasil," tutur Kamaluddin Daeng Narang. [hhw]

 

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/akkaddo-bulo-tradisi-turun-temurun-pesta-rakyat-meriahkan-hut-ri.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum