Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Riau Riau
5_Aji Bonar
- 19 Mei 2018

 Dahulu kala berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Tiangkerarasen.Raja yang memerintahkan sangat adil, Raja itu memiliki beberapa putra dan putri dari seorang permaisuri yang cantik jelita.Tetapi ketentraman dan kebahagian keluarga sang Raja tidak berlangsung lama.Pada suatu ketika saat Raja sedang berjalan -jalan  menunggang kuda di tengah perjalanan ia bertemu seorang gadis yang sangat cantik.Raja pun berkenalan dengan gadis itu kemudian raja mengajak gadis itu pulang keistana.Ternyata si gadis tidak hanya cantik tetapi juga berperangai sangat halus dan lembut, raja pun menaruh hati pada si gadis dan menikahi gadis itu.

Sikap Raja mendapat pertentangan dari Permaisuri dan purta-putrinya.Beberapa bulan berlalu, gadis yang menjadi istri muda sang Raja Tengah mengandung. Putra-putri serta permaisuri semakin membenci istri muda sang raja.Mendapat perlakuan yang kurang baik oleh permaisuri dan anak-anaknya, Sang Raja mulai berfikir untuk menyingkirkan istri mudanya itu. Pada suatu hari Raja mengajak Istri mudanya menikmati hutan dari atas perahu, ditengah perjalanan Raja mendorong Istri mudanya, istri muda raja sangat terkejut. Sebenarnya Raja tidak sampai hati untuk melakukannya tetapi tidak ada pilihan lain.
Dihilir sungai seorang nelayan melihat wanita hanyut. ia segera menolong wanita itu yang tak lain adalah istri muda raja Tiangkerarasen.Bulan berganti bulan, putra raja yang lahir dari istri muda telah lahir.Ibunya menamakannya AJI BONAR. Tahun demi tahun berganti Aji Bonar tumbuh menjadi pemuda yang tangkas, ia gemar bermain gasing dan mengail.Aji Bonar menekuni permainan gasing sehingga menjadi ahli seakan-akan mampu mengendalikan gading itu sesuka hati.

Begitu pun dengan mengail ia selalu menekuni pekerjaannya sehingga ia selalu mendapat ikan yang besar.Itulah Aji Bonar pemuda rajin dan tekun.Suatu ketika putra raja Tiangkararasen mengadakan adu permainan gasing dan memasang taruhan.Pada hari pertama Aji Bonar memenangkan pertandingan dan pulang dengan membawa seekor ayam jago, putra raja pun penasara akan kehebatan Aji Bonar.Setelah berkali-kali menggelar permainan gasing dan berkali-kali pun putra Raja kalah dari Aji Bonar.Namun putra raja semakin penasaran dengan kemampuan Aji Bonar, rupanya dia telah gelap mata.Putra raja tidak pernah menekuni pekerjaanya yang dia lakukan hanyalah bersenang-senang saja. Putra Raja semakin mendendam kepada Aji Boanar, selama beberapa hari ini ia belajar bermain gasing di istana berbagai guru mahir pun di datangkan dari penjuru negeri. Bak pepatah lama " BELAJAR DI MASA MUDA BAGAI MENGUKIR DIATAS BATU, BELAJAR DI MASA TUA BAGAI MENGUKIR DI ATAS AIR."

Saat merasa sudah mahir, putra raja akhirnya menantang Aji Bonar untuk bertanding.Berserulah putra raja denga angkuhnya " Wahai rakyatku ini adalah pertauhan seluruh negeri dan isinya. Jika Aji Bonar Menang aku akan memberikan seluruh negeri dan isinya kepada Aji Bonar. setujuu!"  seluruh rakyat berseru " setujuuuu..." dengan riuh bertepuk tangan. Pertandingan dimulai gasing putra raja dan gasing Aji Bonar berputar-putar dan gasing Aji Bonar berputar sangat cepat dan dapat mengalahkan gasing putra raja. Seluruh keluarga raja bertangis-tangisan karena harus keluar dari istana. Tak beberapa lama Aji Bonar Menjadi Raja dan menjemput ibunya untuk tinggal diistana.Setelah diberi tahu bahwa dia adalah anak seorang raja. Aji Bonar meminta Raja untuk tinggal bersama. Tetapi karena malu raja menolak dan tinggal di luar istana.

Judi atau taruahan memang tidak pantas bila dijadikan sebagai tujuan hidup, dan orang yang tak punya keahlian apapun akan menemui kesukaran dalam hidup.Karena itu seseorang harus memiliki keterampilan dalam bidang keahliannya.~~~~~

Sumber: http://semangatzseru.blogspot.co.id/2014/05/aji-bonar-cerita-rakyat-indonesia-dari.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu