Ritual
ritual
Kalimantan Timur
kutai
upacara tanam dayak
Dalam kalender pertumbuhan padi selalu disertai dengan upacara-upacara yang selalu dilaksanakan oleh seseorang pemimpin adat. Seperti banyak peladang lain, para peladang Dayak juga percaya bahwa padi bernenek moyang manusia, padi memberikan berkat berupa beras. Padi diyakini mempunyai roh yang harus dilindungi dari pengaruh jahat dan hama. Oleh karena itu, pada saat pembukaan hutan dilakukan pemberian sesajen, isinya berupa nasi, buah pinang, garam, telur dan do’a-do’a ditujukan kepada berbagai roh pohon dan dewa-dewa padi.
Sementara padi masak, bunga-bunga besar berwarna merah mekar diseluruh ladang memberi petunjuk bahwa padi akan segera dapat dipanen. Kemampuan menghasilkan panen yang baik menunjukkan nilai batin si peladang. Pada hari penanaman padi secara kelompok kembali disediakan sesajen kepada dewa-dewa padi yang diletakkan ditengah ladang.
Selain padi, tumbuh-tumbuhan yang penting untuk upacara seperti kunyit dan jahe ditanam ditengah ladang. Ubi, buncis atau labu yang tidak perlu bersaing dengan padi ditanam mengelilingi tunggul-tunggul pohon; ketimun dan juwawut yang masak bersamaan dengan padi ditabur bersama-sama dengan benih padi. Ditanam juga tanaman lain sebagai penanda batas ladang, sementara petak-petak tumbuhan bumbu yang terdapat diantara padi memperindah ladang disamping memiliki beberapa kegunaan tertentu. Antara 5 dan 25 jenis padi ketan dan bukan ketan yang dibudidayakan, terkadang dibagi antara jenis cepat dan lambat masak.