Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/web/
Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_TBR08 MANTIQ/LOGIKA
LKKBANTEN2013 TBR08
Bhs. Arab
Aks. Arab
Prosa
MQ
271 hlm/ 11-13 baris/hal
20.5x 16.5 cm
Kertas Eropa
Naskah yang berjudul Sanµsiyah ini berasal dari daerah Lempuyang Tanara Banten.Naskah yang ditulis oleh Abdul Karim.aslinya dari Cakung.Teks ini diawali dengan kata pengantar penulis terkait keutamaan ilmu setelah itu teks naskah secara utuh lengkap dengan syarahnya.Naskah ini memiliki halaman lengkap dari awal hingga akhir.Alas naskah ini adalah kertas Eropa polos bewarna cokelat. Naskah ini memiliki watermark iluminasi florish abstrak serta garis halus dan kasar didalamnya..Sedangkan countermarknya bertuliskan giir.
Naskah ini tidak memiliki nomor halaman.Tinta yang digunakan untuk menulis naskah bewarna hitam dan merah.Pada tiap teks rubrikasi berisikan pointers atau pokok bahasan tertentu ditulis dengan tinta warna merah. Teks ini terdiri dari berbagai model; teks bentuk pengantar atau syarah terhadap pokok bahasan ditulis tidak teratur,ada yang miring ada yang di pinggir halaman,ada yang di tengah halaman dan ada juga yang lurus penulisannya. Sedangkan teks isi terkait pokok bahasan atas suatu teks ditulis secara teratur tiap baris.Ada beberapa teks terdapat alihan kata.Ada beberapa teks yang katanya dimaknai gandul.Ada beberapa teks berupa hasyiyah/penjelasan pada pinggir halaman.Ada beberapa teks terdapat ilustrasi yang menjelaskan isi suatu teks.
Keadaan fisik naskah ini secara keseluruhan baik danutuh dan tidak ditemukan robekan apa pun. Naskah bewarna cokelat tua dan ada beberapa tepian/pinggiran naskah yang keriting.Semua teksnya masih dapat terbaca dengan baik.Naskah ini dijilid dengan ikatan benang pada tiap kuras.Sampul naskah ini bewarna cokelat muda yang sudah terkelupas jilidannya.
Isi naskah ini berisikan tentang kaidah-kaidah ilmu mantiq atau logika.Yang diawali dengan kata pengantar keutamaan ilmu dan berpikir.Kemudian dijelaskan secara detail-sistematis kaidah ilmu mantiq lengkap dengan pengertiannya, maknanya, macamnya, serta contohnya dalam kalimat atau peristiwa. Ada dijelaskan bagaimana cara pencapaian ilmu dengan hikmah, bashar, ataupun fuad yang disertai dengan kisah para Nabi dalam pencapaian ilmunya.
Teks awal naskah berbunyi: wa ‘an ±nas ra«iyall±hu ‘anhu anna an-nabiyya ¡allall±hµ ‘alaihi wa sallama k±na i©± takallama bikalimatin i±dah± £al±£an
Teks akhir naskah berbunyi: alla©³ a¯’amanahum min jµ’ wa ±manahum min khaµf (NV).
ROTASI GAMBAR 90�LKK_BANTEN2013_TBR08 1 / 263StartStop
Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta
Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland
Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara