Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/
Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_MBG01 [Fiqih]
LKK_Banten2013_MBG01
Bhs. Arab, Sunda, dan Jawa
Aks. Arab
Prosa
FQ
72 hal/13 baris/hal.
20,5 X 14 cm
Kertas Eropa
Naskah ini berisi 4 teks, yang pertama tentang taharah dengan judul parukunan fikih, yang kedua tentang tanya jawab syahadat, yang ketiga tentang proses kehamilan seseorang, dan yang keempat tentang kewajiban seorang akil baligh. Naskah ini merupakan koleksi Museum Banten Girang dengan nomor 1078/Bb/Aa/5/195)/907. Naskah kurang lengkap, ada beberapa halam awal dan akhir yang hilang, penulis dan penyalinnya tidak disebutkan.
Naskah ini tidak memiliki nomer halaman, tidak memiliki kata alihan, tidak berlilustrasi dan iluminasi. Naskah ditulis diatas kertas eropa dengan watermark bunga Lili dalam perisai bermahkota namun tidak diketemukan counter mark, dan ditulis dengan tinta hitam.
Kondisi naskah baik, terbaca, namun pada pinggir naskah agak rusak dan tidak ada jilidnya, namun sebahagian dijilid dengan benang, Sampul sudah diperbaharui dengan cover plastik.
Isi naskah menjelaskan, pada teks yang pertama adalah tentantang bersuci, yaitu tata cara bersuci yang baik dan benar, dilakukan denggan teratur sesuai dengan urutannya masing-masing, yang disebut dengan tartib, artinya mendahulukan yang awal dan mengakhirkan yang akhir. Pada teks yang kedua yaitu tentang tanya jawab mengenai syahadat, yaitu persoalan tentang jika orang bertanya apa itu syahadat? maka akan dijelaskan jawabannya berdasarkan kepada Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga akan mendapatkan jawaban yang jelas. Teks yang ketiga berisikan tentang proses kehamilan bagi seseorang, yaitu dengan tumbuh dan berkembangnya anggota tubuh seseorang yang berjumlah 7 anggota tubuh saat terjadinya proses kehamilan. Dan teks yang keempat adalah teks yang menerangkan tentang kewajiban seseorang yang sudah akil baligh dengan dua perkaranya.
Kutipan awal: .... hingga siku yang ke dua, keempat membasuh setengan daripada kulah kepala atau rambutnya, ke lima membasuh kaki keduanya hingga mata kaki keduanya, keenam tartib, artinya jangan mendahulukan yang kemuadian.....
Kutipan akhir:...... wa ba’dal-m±m±t lan nerimani ganjaran kebagusan sauwise mati innaka ‘al± kulli syaiin qod³r .... innahu ... sewiji zat ... luwih ing setahuni tuwan... wasnani........ (YN)
ROTASI GAMBAR 90�LKK_BANTEN2013_MBG01 1 / 38StartStop
Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...