Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Manuskrip Nusantara Kementerian Agama RI Banten Banten
LKK_Banten2013_D02
- 23 November 2020 - direvisi ke 4 oleh Nicky Ria Azizman pada 23 November 2020

Sumber: https://lektur.kemenag.go.id/

Logo Kemenag RI LKK_BANTEN2013_D02 ‘Ilmu as-Sulµk

LKK_Banten2013_D02

Bhs. Arab dan Jawa

Aks. Arab

Prosa

TS

60 hal/7 baris/hal.

25 x 18 cm

Kertas Daluang

Naskah ini terdiri dari beberapa teks, yaitu teks ma’rifat Allah, Risalah Mukhtashar, Martabat tujuh, Mukhtashar min Kalami isyarotil haqqi, al ma'aniyyu fi ilaji al hal la'alla an nassa rogiyuna tabi'atan, Ushul Hidayat al-Islam, Ilmu as-Suluk, ilmu Kalam, Miratul Mu'min, dan bebrapa taks tentang tasawuf dan keimanan. Naskah merupakan naskah yang berasa dari daerah Gembong Jayanti kab. Tangerang, milik H. Dimyati. Naskah kurang lengkap, ada beberapa halaman awal dan akhir yang hilang, penulis dan penya­lin­nya tidak disebutkan.

Naskah tidak memiliki nomer halaman, tidak memiliki kata alihan, dan iluminasi, ada beberapa ilustrasi tentang ketuhanan. Pada beberapa halaman terdapat catatan pias sebagai terjemah dan syarah dari teks di atasnya. Naskah ditulis diatas kertas daluwang dan ditulis dengan tinta hitam dan merah, dengan jilid benang.

Kondisi naskah cukup baik, meskipun ada beberapa halaman yang bolong, sobek, dan terlepas dari jilidannya, namun sebagian besar dapat dibaca dengan baik, dan sampul hilang.

Naskah yang berisi banyak teks ini, sebahagian besar mejelaskan tentang keimanan, tasawuf, ma’rifatullah, dan bebrapa penjelasan tentang sesuatu hal yang berujung kepada pengertian dan penjelasan tentang suluk dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Yaitu ajaran tasawuf yang diubah sedemikian rupa, sehingga ajaran ini dapat diterapkan sebagai petunjuk dan menjadi tali (suluk) pengikat antar Tuhan dan ciptaannya, sehingga akan mendapatkan tingkatan untuk mencapai kedekatan diri kepada Allah.

Kutipan awal: ….. al ithl?qu mutan?zihun ‘an ha©ihi al asyy?i kulliha wa anna ©alika al-wujµdi muhitµn bijam³'i al-maujµdati ©ati kam?tati al-malzµmi bi alw?ni m³m w?w al-mausµfi bi as-sifati la kam?tatin a§-§arfu bil-ma§rufi aw at-tµli bil juz’i ta?la an ©alika uluwwan kabira……

Kutipan akhir: …. fauqah? martabata ukhra yadkhulu al-mur?tibati tahtaha wal-martabatu a£-£?niyah martabatul-yaq³n al-awwala wahiya ib?ratun ‘an ilmih³ ta?l? liz?tihi wa sif?tihi wa lijam³’i al-maujµdati al? wajhil ijm?li min gayri ity?nin liba’dih? ‘an ba’dih? wa halat al-martabatu sammaytu bil wahdati wa haq³qatu al-muham­madiyah…. (YN)

ROTASI GAMBAR 90�LKK_Banten2013_D02 1 / 88StartStop

Manuskrip Puslitbang Lektur - Kementrian Agama RI Copyright © 2020 Kementrian Agama RI. Supported By Web Design Jakarta

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker