Kerut merupakan sejenis umbi yang banyak ditemukan di lereng Pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah. Biasanya kerut diolah menjadi tepung pati pengganti tepung tapioka. Akan tetapi, Olahan kerut tidak hanya sebatas pada tepung akan tetapi cemilan juga.
Bahan yang diperlukan untuk membuat keripik kerut adalah :
Proses pembuatan kerut adalah sebagai berikut
Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan keripik kerut adalah keripik kerut menggunakan proses pembuatan Keripik rendam. Proses keripik rendam sendiri berbeda dengan keripik goreng, perbedaannya terdapat pada proses perebusan. Keripik kerut prosesnya dimulai dari pengupasan singkong pilihan dan perajangan atau pemotongan dengan ketebalan sekitar 2 mm, jika keripik seperti biasanya langsung di goreng untuk keripik yang satu ini masih dalam tahap pengukusan atau direbus. Pada tahap perebusan ini diperlukan keahlian khusus dari si empu yang mengelolah keripik kerut ini, ada beberapa teknik yang perlu diketahui dalam proses ini - kunci teknik perebusan itu terletak pada lama proses pengukusan yang setengah matang. Sesudah proses tersebut berlangsung masih ada dua proses lanjutan. Proses lanjutannya adalah merendam hasil kukusan singkong ke dalam air bersih yang dicampur garam dan kapur sirih selama kurang lebih 3 hari dan setiap hari air harus terus diganti kemudian baru proses terakhir yaitu proses penjemuran.
Rasa keripik yang satu ini berbeda dengan keripk singkong yang langsung di goreng, menurut pengalaman penulis keripik kerut rasanya seperti singkong rasa gadung atau singkong yang tak berasa/hambar tapi terasa enak. Rasa ini diperoleh dari proses yang panjang dan masalah rasa tak perlu diragukan lagi keripik yang satu ini lebih nikmat dan tekstur keripiknya putih bersih.
Pada saat ini, keripik kerut jarang ditemui lagi. Berbeda dengan zaman dahulu dimana makanan cemilan ini sering disajikan pada kesempatan lebaran. Hal ini mungkin disebabkan rasanya yang hambar tidak terlalu disukai kalangan muda. Bahkan menurut ibu dan tetangga penulis, keripik kerut disukai bukan karena rasanya tapi karena nostalgia yang dihadirkan. yakni kenangan menikmati liburan lebaran bersama keluarga, teman, dan tetangga di sekitar rumah pada zaman dahulu ketika keduanya masih kecil.
Umbi kerut memiliki banyak nama lain, diantaranya adalah Garut, atau ararut, atau juga disebut irut. Meskipun jarang ditemui, umbi kerut tidak boleh dilupakan begitu saja. Selain berpotensi sebagai tanaman pengganti makanan pokok, umbi kerut juga memiliki banyak Manfaat diantaranya adalah sumber energi, kesehatan pencernaan, dan kesehatan otak.
Sumber : http://berita-bondowoso.blogspot.com/2016/03/mencoba-kerenyahan-keripik.html; https://manfaat.co.id/manfaat-umbi-garut
#SBITB-K10-MUHAMMAD ABDUL ROKHIM
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...