Bahan-bahan 1 buah telur Beberapa tangkai bayam Garam Langkah Kocok telur sampai tercampur rata Masukkan garam, dan 2 sdm air Campurkan bayam (hanya daunnya saja) Kukus hingga matang Tambahkan saos pedas sumber: Cookpad (https://cookpad.com/id/resep/6370351-ba...
Bahan-bahan 2 ekor ikan nila bersihkan Bumbu ikan bakar secukupnya Gula aren Garam Royco Air Langkah Masukkan di teflon bumbu & semua bahan nila bakar Masak hingga air surut, cek rasa Setelah kering dan bumbu meresap, angkat hidangkan sumber: Cookpad (https://cookpad.com/id/resep/5828967-nila-bakar-gula-merah)
Bahan-bahan 1 bungkus Tahu kulit secukupnya Kacang panjang 3 Bawang merah 2 Bawang putih Cabai hijau Cabai rawit Kecap Garam Penyedap rasa secukupnya Air Rese(udang kecil) Minyak Langkah Potong tahu dan kacang, kemudian cuci bersih ...
Bahan-bahan 250 gr daging sapi/kikil (saya pakai tetelan kepala sapi) Bumbu halus : 6 siung bawang merah 4 siung bawang putih 4 buah cabai merah besar 2 butir kemiri 1 sdt lada bubuk Bumbu geprek : 1 lembar daun salam 4 lembar daun jeruk 1 batang serai geprek 1 ruas jahe geprek Bahan pelengkap : Mie kuning Bihun Kol (rajang halus)...
Pada zaman dahulu, wilayah Negeri Jambi terdiri dari lima buah desa dan belum memiliki seorang raja. Desa tersebut adalah Tujuh Koto, Sembilan Koto, Petajin, Muaro Sebo, dan Batin Duo Belas. Dari kelima desa tersebut, Desa Batin Duo Belaslah yang paling berpengaruh. Semakin hari penduduk kelima desa tersebut semakin ramai dan kebutuhan hidup mereka pun semakin berkembang. Melihat perkembangan itu, maka muncullah suatu pemikiran di antara mereka bahwa hidup harus lebih teratur, harus ada seorang raja yang mampu memimpin dan mempersatukan mereka. Untuk itu, para sesepuh dari setiap desa berkumpul di Desa Batin Duo Belas yang terletak di kaki Bukit Siguntang (sekarang Dusun Mukomuko) untuk bermusyawarah. ”Sebelum kita memilih seorang raja di antara kita, bagaimana kalau terlebih dahulu kita tentukan kriteria raja yang akan kita pilih. Menurut kalian, apa kriteria raja yang baik itu?” tanya sesepuh dari Desa Batin Duo Belas membuka pembicaraan dalam pertemuan te...
Rumah Batu Olak Kemang merupakan Tempat tinggal sayyid idrus Al jufri Keturunan Arab Hadramaut. Pada Masa pemerintahan Sultan nazaruddin Sayyid idrus Al Jufri diberi Gelar Pangeran Wirokusumo. Rumah batu olak kemang disebut rumah tua olak kemang oleh orang setempat yang merupakan bangunan tempat tinggal pangeran Wirokusumo. Rumah itu terletak pada sebidang tanah seluas kurang lebih 125m persegi. terdiri atas panjang (barat tinur) 50m dan Lebar (utara selatan) 25m, terletak di tepi sungai Danau Teluk yang merupakan anak sungai Batanghari.Rumah ini dibangun tahun 1861 masehi, Bentuk bangunan berlantai Dua dengan 3 Arsitektur campuran yakni melayu, cina dan eropa. Arsitek rumah ini bernama Datuk Shin-Thai seorang negarawan cina beragama islam hal ini dibuktikan adanya relief ular naga memperebutkan mustika ( batu bulat/perhiasan) Di Gapura rumah. Bagian atap terdiri 2 macam, bagian serambi berbentuk persegi lima seperti joglo, sedangkan bagian rumah induk segitiga,Hal ini melambangkan fi...
Di Jambi dahulunya pernah berdiri tiga kerajaan Melayu, dua diantaranya bercorak Buddha yaitu Kerajaan Malayu (Melayu kuno) kemudian muncul Kerajaan Dharmasraya (Melayu muda), dan terakhir adalah Kesultanan Jambi yang bercorak islam (Melayu Islam). Salah satu saksi dari keberadaan Kerajaan Melayu Kuno di Jambi adalah kompleks Percandian Muaro Jambi, yang terletak di desa Muaro Jambi Kec. Muaro Sebo Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi.Diperkirakan candi-candi dilokasi situs sejarah candi Muaro Jambi mulai dibangun sejak abad ke- 4M. sampai sekarang disitus candi Muaro Jambi telah teridentifikasi kurang lebih 110 bangunan candi yang terdiri dari kurang lebih 39 kelompok candi dengan luas komplek percandian 2.612 hektar. Dikawasan ini terdapat beberapa candi yang berhasil di pugar diantaranya : Candi Kedaton, Candi Gumpung, Candi Tinggi I, Candi Tinggi II, Candi Astano, Candi Kembar Batu, Candi Gedong I, Candi Gedong II, Candi Koto Mahligai dan Kolam Telago Rajo. Seluruh bangunan candi...
Bahan: 250 gram kwetiau basah, lumuri dengan minyak goreng 4 sdm minyak goreng untuk menumis 1 lembar daun pandan, simpul 1 buah dada ayam, potong dadu 5 batang daun kemangi Gula pasir dan garam secukupnya Bumbu Halus: 7 butir bawang merah 5 siung bawang putih 2 ruas jari jahe 1 sdt lada 4 butir kemiri 2 buah cabai merah 8 buah cabai keriting 3 ruas kunyit Cara membuat: Panaskan minyak, tumis bumbu halus dan daun pandan hingga harum. Tambahkan ayam dan masak hingga berubah warna. Masukkan gula pasir, garam, kemangi, dan kwetiau, aduk rata. Siap disajikan. Sumber : Facebook "Resep Masakan"
Bahan: 1 l air, untuk merebus 1 ekor (900 g) ayam kampung, potong dua 3 lembar daun salam 3 cm lengkuas, memarkan 3 batang serai, memarkan 3 cm jahe, memarkan 1½ sdt garam ½ sdt gula pasir 750 ml santan kental, dari 1 butir kelapa 250 g suun, rendam air hangat, tiriskan Bumbu, haluskan: 12 butir bawang merah 4 siung bawang putih 4 butir kemiri, sangrai 1 sdt merica putih butiran Taburan: Bawang daun, iris tipis Kacang kedelai goreng Bawang merah goreng Pelengkap: Sambal rawit merah rebus Jeruk nipis Cara Membuat: Rebus semua bahan kecuali santan bersama bumbu halus di atas api sedang. Masak hingga ayam matang. Angkat ayam. Goreng di dalam minyak banyak dan panas hingga kecokelatan. Angkat. Tiriskan. Suwir-suwir. Tuang santan ke dalam kaldu. Masak hin...