Pesta Bakar Batu Pesta Bakar Batu mempunyai makna tradisi bersyukur yang unik dan khas. dan merupakan sebuah ritual tradisional Papua yang dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat yang melimpah, pernikahan, penyambutan tamu agung, dan juga sebagai upacara kematian. Selain itu, upacara ini juga dilakukan sebagai bukti perdamaian setelah terjadi perang antar-suku. Sesuai dengan namanya, dalam memasak dan mengolah makanan untuk pesta tersebut, suku-suku di Papua menggunakan metode bakar batu. Tiap daerah dan suku di kawasan Lembah Baliem memiliki istilah sendiri untuk merujuk kata bakar batu. Masyarakat Paniai menyebutnya dengan gapii atau 'mogo gapii', masyarakat Wamena menyebutnya kit oba isago, sedangkan masyarakat Biak menyebutnya dengan barapen. Namun tampaknya barapen menjadi istilah yang paling umum digunakan. Pesta Bakar Batu juga merupakan ajang untuk berkumpul bagi warga. Dalam pesta ini akan terlihat betapa tingginya solidaritas dan kebersamaan masyarakat Papua. M...
Suku Dunia ~ Orang Marind Anim mendiami dataran luas di Papua Barat bagian selatan, mulai dari Selat Muli (Selat Marianne) sampai ke daerah perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini. Sebagian dari mereka tersebar pula di sekitar daerah aliran sungai Buraka, Bian, Eli, Kumbe dan Maro. Daerah tersebut berada dalam wilayah Kecamatan Okaba, Merauke, sebagian Kecamatan Kimam dan Muting di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Barat. Daerah ini merupakan dataran rendah bersavana dengan floranya yang mirip flora benua Australia dan dataran berawa-rawa yang ditumbuhi pohon sagu di sungai-sungai. Jumlah populasinya sekitar 5.000-7.000 jiwa. Kata Anim berarti laki-laki (anem untuk laki-laki, anum untuk perempuan). Suku bangsa ini memiliki sejumlah sub-suku bangsa, seperti orang Kanum-Anim, Yei-Anim atau Yei-Nan, Yab-Anim, Maklew-Anim dan Kurkari-Anim (Di Papua Nugini). Sedangkan suku bangsa tetangganya antara lain ada...
"Fakfak Tiri" Fakfak tiri yode henggi matiri Ambon Seram mode cengkeh manoha Sumatra Jawa mentet nan Papua Indonesia yomaka kuku e Reff: Toho-toho weo-weo Toho-toho weo-weo Mented nan ma.. tewe dan gemo Toho-toho, weo-weo dangge Arti: Gunung Fakfak itulah gunung pala Ambon Seram itulah pulau cengkeh Sumatera Jawa hingga ke papua Kekayaan Indonesia jaya Reff: Biarlah dinikmati trus Biarlah dinikmati trus Dari skarang sampai slamanya Oleh anak, anak cucu bangsa
Bubur Sehat Papua Barat (sumber: E-b ook Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Sebelum kakak mulai bercerita mengenai dongeng dari Papua Barat asal usul Telaga Wekaburi, kakak ingin memberitahu kalian bahwa Papua merupakan salah satu Pulau terbesar di Indonesia. Pulau Papua sangat indah dan memiliki sumberdaya alam yang sangat kaya. Sebut saja tembagapura sebagai penghasil emas, tembaga dan uranium terbesar di dunia. Selain harus belajar mengenai sejarah, adik-adik juga harus rajin menuntut ilmu agar kekayaan alam Indonesia bisa kita lestarikan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat yah. Sumber : https://dongengceritarakyat.com/dongeng-dari-papua-barat-asal-usul-telaga-wekaburi/
Tari Perang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Papua Barat . Tarian ini menggambarkan jiwa kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua. Biasanya tarian ini dibawakan oleh para penari pria dengan berpakaian adat dan membawa panah sebagai atribut menarinya. Tari Perang merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Papua Barat dan sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat, hiburan, maupun budaya. Sejarah Tari Perang Konon Tari Perang dulunya dilakukan oleh masyarakat Papua barat, khususnya para prajurit sebelum menuju medan perang. Menurut catatan sejarah yang ada, di Papua pada zaman dahulu sering terjadi peperangan antar suku, salah satunya adalah perang suku di Sentani . Tarian ini kemudian dilakukan setiap suku untuk memberikan semangat dan membangkitkan keberanian para pasukan yang akan bertempur. Namun, seiring dengan sudah tidak adanya perang antar suku, tarian ini kemu...
Buah Sirih dan Pinang Muda Sirih dan pinang merupakan warisan budaya Indonesia yang dapat kita temukan diseluruh wilayah di Indonesia. Tradisi mengunyah sirih dan pinang sudah menjadi identitas bagi masyarakat Papua. Tradisi mengunyah sirih dan pinang di wilayah Papua berbeda dengan wilayah lain. Apabila di daerah lain masyarakat mengunyah daun sirih, tetapi berbeda dengan pada masyarakat Papua yang mengunyah buah sirih. Selain perbedaan pada daun dan buah sirihnya, terdapat sebuah keunikan dalam tradisi mengunyah sirih dan pinang pada masyarakat Papua. Sebelum mengunyah buah sirih, masyarakat Papua akan mengupas buah pinang muda dengan menggunakan gigi secara langsung tanpa menggunakan alat bantu seperti pisau. Setelah masyarakat Papua mengunyah buah pinang, kemudian masyarakat Papua akan mencelupkan buah pinang kedalam bubuk kapur dan kemudian langsung dimakan. Kapur yang digunakan masyarakat Papua merupakan kulit kerang putih yang dihancurkan menjadi bubuk. ...
Memotong Jari Tangan Ritual memotong jari di suku Dani, Papua, Indonesia. Suku Dani (atau Ndani) adalah penduduk asli yang mendiami tanah subur Lembah Baliem di Papua Barat, Papua, Indonesia. Anggota suku ini memotong jari tangan mereka untuk menunjukkan duka saat upacara pemakaman. Ketika diamputasi, mereka juga mengoles wajah mereka dengan abu dan tanah liat sebagai ungkapan kesedihan. Mereka akan memotong jari tangan sebagai bentuk ungkapan cinta kepada seseorang yang meninggal. Ketika seseorang di suku Dani wafat, kerabatnya seperti istri atau suami memotong jari tangan dan menguburnya bersama jenazah suami atau istrinya. Jari tangan seorang suku Dani dinilai sebagai jiwa yang akan selalu hidup bersama dengan pasangannya. Jumlah jari yang dipotong tergantung pada jumlah orang meninggal yang dicintai.
Tarian adat yang berasal dari Raja Ampat ini disebut Tarian Mansorada sebagai tarian adat penyambutan tamu yang dibawakan oleh remaja laki-laki dan perempuan yang merupakan penduduk asli Kabupaten Raja Ampat. sumber: Pesona Indonesia / https://twitter.com/PuBudaya