Adat Nusantara
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kue Karah Tradisional Aceh
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Aceh memiliki banyak ciri khas yang berbeda-beda terutama di bagian makanan. Salah satu makanan khas tradisional aceh adalah keukarah. Keukarah atau karah merupakan penganan terbuat dari campuran tempung dan santan berbentuk lembing berukuran satu telapak tangan orang dewasa. Kue ini adalah salah satu jajanan khas Aceh yang mirip dengan serabut atau sarang burung. Rasanya sangat renyah, manis, garing, dan rapuh. Karena bentuknya yang unik, kue ini sering dijadikan oleh-oleh yang bisa dibawa kemana saja. Selain itu, kue karah ini biasnaya disajikan pada saat pesta pernikahan sebagai hantaran dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan serta disajikan pada saat menjelang hari raya atau acara adat dan kenduri Aceh. Namun, bagi anda yang ingin membuatnya dirumah silahkan simak ulasan mengenai resep dan langkah-langkah untuk membuat Kue Keukarah khas tradisional aceh dibawah ini. Bahan-bahan: 250 gr tepung beras 500 gr gula pasir Minyak goreng secukupnya 1/2 liter air Ala...

avatar
Milzam khoirul basith
Gambar Entri
Canang Buluh
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Canang Buluh Canang buluh atau canang kecapi buluh merupakan sejenis instrumen musik tradisional dari Suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara. Alat musik ini terbuat dari bambu yang dalam bahasa Alas disebut buluh khegen. Struktur canang buluh berupa tabung yang terbuat dari satu ruas bambu, dilengkapi string yang terbuat dari kulit bambu. Pada awalnya, secara tradisional canang bambu biasa dimainkan dalam pesta adat oleh kaum perempuan dengan cara memukul string bambu yang terpasang mengelilingi tabung tersebut, dengan menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu. Canang buluh hampir menyerupai alat musik teganing dari tradisi Gayo. Perbedaannya terletak pada jumlah string kulit bambu dan posisi peletakannya. Canang buluh menggunakan lima string, yang disusun dalam jarak yang lebih regang, sehingga hampir melingkari tabung ruas bambu. Sedangkan, pada teganing dipasang tiga string bambu dalam jarak yang lebih rapat. Referensi: http://gayomusiklover.blogspot.com/2012/12/blog-post_...

avatar
Dibyantara
Gambar Entri
Tari Ranup Lampuan
Tarian Tarian
Aceh

Tari Ranup lampuan adalah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini termasuk tarian penyambutan yang biasanya dibawakan oleh penari wanita dengan menyuguhkan sirih sebagai tanda terima masyarakat. Tari Ranup Lampuan merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Aceh, dan sering ditampilkan untuk menyambut para tamu terhormat maupun acara penyambutan adat lain. Tari Ranup Lampuan biasanya dibawakan oleh para penari wanita. Jumlah penari tersebut biasanya terdiri dari 5-7 orang penari. Dalam pertunjukannya, para penari dibalut dengan busana tradisional yang cantik serta membawa puan dan sirih yang nantinya akan disuguhkan kepada para tamu. Dengan diiringi oleh alunan musik tradisional, mereka menari dengan gerakannya yang khas di hadapan para tamu dan penonton. Gerakan dalam Tari Ranup Lampuan ini biasanya didominasi oleh gerakan lemah lembut yang melambangkan kesopanan dan ketulusan para penari. Apabila di perhatikan secara seksama, setiap g...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Dampeng
Tarian Tarian
Aceh

Dalam prosesi adat pernikahan, masyarakat Singkil memiliki tarian tradisional yang khas yaitu tarian Dampeng, sebuah tari persembahan sebagai rangkaian dari prosesi mengantar (mengarak) mempelai pria. Di masa lalu, Tari Dampeng dipertunjukkan oleh dua orang saja. Namun seiring perkembangan, tarian ini kemudian disajikan dengan melibatkan hingga delapan orang penari. Dalam fungsinya sebagai bagian upacara pernikahan, tari ini menjadi simbol perlindungan kepada raja (dalam hal ini mempelai pria atau marapulai). Penyajian Tari Dampeng: Dalam penyajiannya, jumlah penari tari ini haruslah genap, umumnya delapan orang. Hal ini dikarenakan beberapa gerak dilakukan berpasangan. Jika disajikan saat acara pernikahan, 2 hingga 4 penari melingkari mempelai pria. Mereka menari berputar-putar di lingkaran dalam menggunakan langkah seperti langkah silat. Selebihnya ada juga 4 penari lain yang juga membentuk formasi lingkaran, namun mereka menari di lingkaran luar. Selanjutnya, dalam rentak tertent...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Meugroeb Pidie
Tarian Tarian
Aceh

arian Meugroeb, tarian adat Aceh yang mengandalkan hendakan kaki, tarian ini berbeda sedikit dengan Seudati, yang manyoritas mengandalkan hendakan tangan ke tubuh. Tarian ini sudah ada sejak kerajaan Pedir, ada juga yang mengatakan tarian ini baru dikembangkan era islam masuk menguasai Kabupaten Pidie. Meugroeb juga memakai dua Syeikh (penyair) untuk mengiringi tarian, tarian ini dibagi dua kelompok yang masing–masing kelompok awalnya menceritakan sebuah perlawanan akhirnya menjadi keakraban. Dalam sejarahnya, diceritakan dulu saat masa kerajaan, tarian ini sering didendangkan sebelum berperang melawan penjajah atau masa invansi Belanda ke Aceh, 1873. Meugroeb juga sering ditampilkan pada acara-acara kerajaan yang dipertontonkan kepada masyarakat, belakangan seiring perkembangan jaman tarian ini semakin memudar dan hilang. Hingga tahun 2016, hanya satu Gampong (Desa) yang masih mempraktekkan Meugroeb kepada khalayak ramai, yaitu Gampong Pulo Lueng Tegha, Kecamatan Glumpang Baro, Kabu...

avatar
Widra
Gambar Entri
Tarian Ranub Lampuan
Tarian Tarian
Aceh

Tari Ranup Lampuan merupakan salah satu karya seni monumental yang dilahirkan oleh para seniman Aceh. Ranup Lampuan dalam bahasa Aceh, berarti sirih dalam puan. Puan adalah tempat sirih khas Aceh. Karya tari yang berlatar belakang adat istiadat ini secara koreografi menceritakan bagaimana kebiasaan masyarakat Aceh menyambut tamu ini setiap gerakannya mempunyai arti tersendiri. Seperti gerakan salam sembah, memetik sirih lalu membuang tangkainya, membersihkan sirih, menyapukan kapur, lalu memberi gambir dan pinang, sampai menyuguhkan sirih kepada yang datang. Tari ini, pada mulanya hanya terdapat di Kota Banda Aceh, dan dengan cepat menyebar ke setiap kabupaten dan kota lainnya di seluruh Aceh. Pada awalnya, tari ini tidak menggunakan selendang sebagai properti, dan penarinya memakai sanggul Aceh yang tinggi dihiasi hiasan kepala. Tarian yang berdurasi tiga sampai sembilan menit ini diiringi orkestra atau band. Adapun sosok pencipta musik dari irama tarian lanup lam puan adalah Al...

avatar
Widra
Gambar Entri
Bungong Jaroe
Ritual Ritual
Aceh

Istilah bungong jaroe cukup populer dalam proses adat istiadat kenduri di Aceh, dimana masyarakat yang datang kerumah pemilik kenduri pasti akan memberikan uang sumbangan dalam amplop, maupun bahan pangan seperti gula, telur, dan lainnya https://twitter.com/SayeBudaye

avatar
Widra
Gambar Entri
Tangis Dilo
Ritual Ritual
Aceh

Tangus Dilo merupakan sebuah seni senandung adat budaya Alas yang dilakukan secara turun-temurun sebagai media pada prosesi adat perkawinan pada suku Alas yang terancam punah. Hanya tersisa beberapa orang ahli yang masih melantunkannya, Tangis Dilo ada 3 jenis yaitu tangis Mangekhi (pemberian tepung tawar), Tangsi Dilo (senandung dini hari berhenti sebelum waktu subuh), dan tangis Tukhunen/Noohken (senandung minta ijin pamit dari kedua orang tua). Tangsi Dilo berfungsi sebagai media penyampaian ucapan terima kasih, memohon doa restu dari kedua orang tua, sanak saudara pada prosesi adat perkawinan bagi calon pengantin wanita secara turun-temurun pada suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara.

avatar
Widra
Gambar Entri
Tangis Dilo
Ritual Ritual
Aceh

Tangus Dilo merupakan sebuah seni senandung adat budaya Alas yang dilakukan secara turun-temurun sebagai media pada prosesi adat perkawinan pada suku Alas yang terancam punah. Hanya tersisa beberapa orang ahli yang masih melantunkannya, Tangis Dilo ada 3 jenis yaitu tangis Mangekhi (pemberian tepung tawar), Tangsi Dilo (senandung dini hari berhenti sebelum waktu subuh), dan tangis Tukhunen/Noohken (senandung minta ijin pamit dari kedua orang tua). Tangsi Dilo berfungsi sebagai media penyampaian ucapan terima kasih, memohon doa restu dari kedua orang tua, sanak saudara pada prosesi adat perkawinan bagi calon pengantin wanita secara turun-temurun pada suku Alas di Kabupaten Aceh Tenggara.

avatar
Widra