dalam hajatan orang sunda, selalu ada goah (atau tempat menyimpan makanan dan kebutuhan hajatan) goah tersebut terdapat seorang penunggunya, yang merupakan : Merupakan sesepuh atau biasanya yang membuat di keluarga saya adalah adik dan kakak dari nenek saya Merupakan wanita yang tidak sedang haid, dipercaya jika wanita haid akan menggangu proses pembuatan karena akan keluar masuk ruangan yang akan berimplikasi pada hasil tape yang berwarna Dari beberapa syarat diatas sudah dapat diketahui bahwa hanya perempuan yang boleh menunngu goah, sebuah kearifan lokal yang luhur yang harus dilestarikan
Malinowski (dalam buku mengenal antropologi hukum,soerjono soekanto ; 18) menyebutkan bahwa dalam prinsip kewajiban dalam hukum,segala sesuatu peristiwa yang mengandung faktor kewajiban merupakan peristiwa hukum maka disini hukuman tidaklah penting oleh karena itu kepatuhan lah yang akan timbul. seperti penejelasan diatas maka terdapat batasan yang disebuat pamali yang terkandung di masyarakat margahyu subang, salah satunya yang dibahas disini adalah jangan mengambil nasi yang sedang dimasak karena hal itu akan menyebabkan " matak geuring di panyabaan " yang artinya akan sakit apabila kita melakukan kunjungan. hukum yang terkandung dalam masyarakat tersebut tersimpan dan dipatuhi oleh seluruh masyarakat, sebuah kearifan lokal yang luhur dan akan menjadi alat untuk alat kontrol sosial.
Tari Ronggeng Gunung (Ciamis, Jawa Barat) Asal-usul Ciamis adalah suatu daerah yang ada di Jawa Barat. Di sana ada tarian khas yang bernama “Ronggeng Gunung”. Ronggeng Gunung sebenarnya masih dalam koridor terminologi ronggeng secara umum, yakni sebuah bentuk kesenian tradisional dengan tampilan seorang atau lebih penari. Biasanya dilengkapi dengan gamelan dan nyanyian atau kawih pengiring. Penari utamanya adalah seorang perempuan yang dilengkapi dengan sebuah selendang. Fungsi selendang, selain untuk kelengkapan dalam menari, juga dapat digunakan untuk "menggaet" lawan (biasanya laki-laki) untuk menari bersama dengan cara mengalungkan ke lehernya. Ada beberapa versi tentang asal-usul tarian yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat Ciamis Selatan (masyarakat: Panyutran, Ciparakan, Burujul, Pangandaran dan Cijulang) ini. Versi pertama mengatakan bahwa Ronggeng Gunung diciptakan oleh Raden Sawunggaling. Konon, ke...
Kujang Kujang adalah benda tajam terbuat dari logam seperti keris yang bermata. Bentuk kujang seperti keris pendek yang berlubang (bermata), kedua sisinya sangat tajam dan ujungnya sangat runcing.
Usum Usum dalam bahasa Indonesia disebut musim. Usum di tatar Sunda menurut keadaan cuaca ada empat yaitu: Usum katiga ialah musim kemarau. Biasanya dimanfaatkan untuk menjemur padi. Disebut juga usum halodo; Usum mamareng ialah musim pancaroba dari musim katiga ke musim ngijih. Biasanya dimanfaatkan untuk persiapan menggarap sawah; Usum ngijih ialah musim penghujan. Biasanya dimanfaatkan untuk menggarap sawah; Usum dangdarat ialah musim pancaroba dari musim ngijih ke musim katiga.
Lisung Lisung adalah alat penumbuk padi atau beras, berbentuk balok dan terbuat dari kayu. Dalam bahasa Indonesia disebut lesung. Digunakan untuk menumbuk gabah atau beras yang akan dijadikan tepung.
Wanci Wanci adalah penandaan waktu di tatar Sunda dengan istilah-istilah tertentu. Contohnya janari untuk menandai waktu pukul 04.00 ketika ibu tani mulai memasak.
Halu Halu adalah alat untuk menumbuk padi atau menumbuk beras untuk menjadi tepung. Bentuknya bulat panjang, sepert tongkat, namun ujungnya tidak runcing melainkan lonjong. Di dalam kebudayaan Sunda halu sering diasosiasikan seperti alat kelamin laki-laki. Halu berpasangan dengan lisung.
Karinding merupakan alat musik buhun (kuno) dari daerah Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Menurut narasumber yang juga merupakan seorang pengrajin Karinding, alat musik ini mungkin tidak hanya terdapat disini saja tetapi mungkin terdaat di daerah-daerah lain. Hanya saja, nama serta bentuknya yang agak berbeda. Namun Karinding yang ini asli dari Cineam. Karinding memiliki sejarahnya sendiri. Karinding dinamakan seperti itu adalah karena bentuknya yang mirip binatang sejenis serangga (sekarang mungkin sudah tidak ada) yang namanya kakarindingan. Maka dari itu mereka berpikir "bila ada kakarindingan, maka pastilah ada karinding-nya!" (seperti mobil-mobilan, maka ada mobil-nya). Pada zaman dulu, fungsi Karinding digunakan sebagai alat pengusir hama di sawah dan sering dibawa-bawa oleh para petani. Selain memiliki frekuensi yang diduga dapat mengusir hama, Karinding juga digunakan sebagai alat pengusir lelah dan bosan saat bekerja di sawah. Selain itu, dulu Karind...