Sebelum mebahas pokok pembicaraan, mari kita ketahui terlebih dahulu apa itu tonggak Tonggak adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Arti dari tonggak dapat masuk ke dalam jenis kiasan sehingga penggunaan tonggak dapat bukan dalam arti yang sebenarnya. Tonggak memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga tonggak dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan. Tonggak memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga tonggak dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. Tonggak yang berada di benteng moraya, tepatnya di kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara merupakan saksi dari tragisnya peristiwa perang tondano yang terjadi diminahasa. Pemicu terjadinya perang Tondano ada dua hal. Yang pertama, soal Kopi. Dulu cengkih, kopra dan beras belum dilirik Belanda...
Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado,Sulawesi Utara. Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa,Sulawesi Utara. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antar kelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya. Sejarah Kata tinutuan tidak diketahui asalnya. Sejak kapan tinutuan menjadi makanan khas kota Manado tidak diketahui dengan jelas. Ada yang mengatakan tinutuan mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di sudut kota Manado sejak tahun 1970. Ada juga yang mengatakan sejak tahun 1981. Tinutuan dipakai menjadi motto Kota Manado sejak kepemimpinan walikota Jimmy Rimba Rogi dan wakil walikota Abdi Wijaya Buchari periode 2005-2010, menggantikan motto Kota Manado sebelumnya yaitu Berhikmat. Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pa...
Berkala Arkeologi Sangkhakala No.08/2000 Gulliot, Claude and Surachman, Heddy and Perret, Daniel and Sutrisna, Deni and Soedewo, Ery and Wiradnyana, Ketut and Koestoro, Lucas Partanda and Susilowati, Nenggih and Oetomo, Repelita Wahyu (2000) Berkala Arkeologi Sangkhakala No.08/2000. Berkala Arkeologi Sangkhakala (08). Balai Arkeologi Sumatera Utara, Medan. ISBN ISSN 1410-3974 Text Sangkhakala Berkala Arkeologi - VIII Nop 2000 - Balai Arkeologi Medan-edit.pdf Download (10MB) | Preview Item Type: Book Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Divisions: Badan Peneli...
Aroma smokey dari ikan cakalang menjadi daya tarik sambal ini. Cocok sebagai cocolan saat menikmati pisang goreng. Bahan: 6 sdm minyak sayur 75 g daging ikan cakalang asap, kukus, suwir 3 cm jahe, memarkan 6 lembar daun jeruk 2 batang serai, ambil bagian putihnya, iris halus 2 buah jeruk limau, ambil airnya Bumbu, haluskan: 200 g cabai merah besar 50 g cabai merah keriting 25 g cabai rawit merah 10 butir bawang merah 4 siung bawang putih 1 ½ sdt terasi bakar 1 sdt garam 1 sdm gula merah sisir Cara membuat: Panaskan minyak, tumis bumbu halus, jahe, daun jeruk, dan serai hingga harum. Masukkan ikan cakalang, masak hingga sambal matang. Tambahkan air jeruk, aduk rata. Angkat. Segera masukkan ke dalam wadah steril. Tutup rapat. (f) Untuk 400 g Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina Sumber: https://www.femina.co.id/condimen...
Agar sambal lebih awet, masukkan saat masih panas ke dalam botol steril, kemudian tutup rapat. Bahan: 100 g ikan roa asap * 2 sdm minyak sayur, untuk menumis 1 buah tomat merah, cincang 1 sdt garam 1 sdt gula pasir Sambal, haluskan: 10 buah cabai merah besar 10 butir bawang merah 6 siung bawang putih 4 buah cabai rawit merah *Ikan roa asap: Sejenis ikan terbang yang banyak ditemukan di laut utara Kepulauan Sulawesi dan Maluku. Umumnya diawetkan dengan cara diasap dan populer sebagai bahan sambal. Cara Membuat: Buang kulit dan tulang ikan roa, haluskan menggunakan food processor . Sangrai hingga harum. Angkat. Sisihkan. Panaskan minyak, tumis sambal hingga harum dan matang. Masukkan ikan roa, aduk rata. Tambahkan tomat, garam, dan gula, aduk rata. Masak hingga cairannya terserap dan matang. Angkat. Sajikan. (f) Untuk 200 g &...
Jika menggunakan tahu putih atau tahu kuning, goreng terlebih dahulu agar tak mudah hancur saat dimasak. Bahan: 2 sdm minyak sayur, untuk menumis 300 ml air 10 buah tahu kulit 100 g buncis, potong panjang 5 cm 3 tangkai daun kemangi, siangi daunnya Bumbu 1, haluskan: 4 butir bawang merah 2 buah cabai rawit merah 2 buah cabai merah besar 1 cm kunyit, bakar 1 cm jahe 2 butir kemiri, sangrai Bumbu 2: 4 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris halus 2 lembar daun pandan, ikat 1 lembar daun kunyit, iris halus 1 batang serai, ambil bagian putihnya, iris halus 2 batang bawang daun, potong 2 cm 1 buah tomat merah, potong kotak-kotak ½ sdt garam ½ sdt merica putih bubuk ¼ sdt gula pasir Pelengkap: 2 buah cabai merah besar, potong serong, tumis 5 buah cabai rawit hijau, tumis Cara Membuat: ...
Buat Fillet paha ayam sekali banyak sebagai lauk praktis. Bekukan setelah dibumbui. Bungkus rapat. Bahan: 6 buah fillet paha ayam 50 ml minyak sayur Sambal iris: 5 buah cabai merah besar, buang biji, iris halus 5 buah cabai rawit merah, iris halus 3 butir bawang merah, iris halus 2 siung bawang putih, iris halus 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan, iris 1 buah jeruk nipis, ambil airnya 1 sdt terasi, bakar Bumbu ayam, haluskan: 15 butir bawang merah 5 siung bawang putih 6 buah cabai rawit merah 4 batang serai, ambil bagian putihnya, sisihkan sisanya 2 cm jahe 2 sdm sayur 1 buah jeruk nipis, ambil airnya 1 sdm andaliman 1 sdt biji ketumbar 1 sdt garam 1 sdt gula pasir Cara membuat: Sambal: Aduk semua bahan sambil diremas. Didihkan minyak, siram ke atas sambal. Sisihkan. Ayam: Lumuri ayam dengan bumbu....
Tambahkan 200 ml air kaldu, jika menyukai sajian tinoransak yang sedikit berkuah. Bahan: 5 sdm minyak sayur 20 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya, iris tipis 4 batang serai, memarkan 3 cm jahe, memarkan 1 ekor (900 g) ayam, potong 16 1½ sdt garam 1 sdt merica putih bubuk 4 batang bawang daun, iris tipis Bumbu, tumbuk kasar: 150 g bawang merah 75 g cabai merah keriting 25 g cabai rawit merah Cara membuat: 1. Panaskan minyak, tumis bumbu kasar, daun jeruk, serai, dan jahe hingga harum. 2. Tambahkan ayam, garam, dan merica, aduk rata. Masak hingga ayam matang. Tambahkan bawang daun, aduk rata. Angkat, sajikan. (f) Untuk 6 porsi Kalori per porsi: 281 Kkal Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina Sumber: https://www.femina.co.id/ayam-bebek/resep-ayam-tinoransak
Ingin lebih pedas? Ganti komposisi cabai merah dengan cabai rawit merah. Bahan: 1 ekor (900 g) bebek, potong 6 bagian 5 sdm minyak, untuk menumis 6 siung bawang putih, cincang halus 15 lembar daun jeruk 3 batang serai, memarkan 200 ml air 4 sdm santan siap pakai 1 sdm air jeruk nipis 100 g kemangi, petiki daunnya Bumbu, haluskan: 6 buah cabai merah 10 buah cabai rawit merah 15 butir bawang merah 10 buah cabai rawit 5 cm jahe 1 sdt garam ½ sdt gula pasir Cara Membuat: Panaskan minyak di atas wajan, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan bumbu, daun jeruk, serai, dan air jeruk nipis, masak kembali hingga bumbu matang. Masukkan daging bebek, aduk rata, masak hingga berubah warna. Masukkan air dan santan, aduk rata. Tutup wajan, masak hingga matang. Tambahkan air jeruk dan daun kemangi, aduk sebentar hingga daun ke...