Gemblong atau banyak juga orang yang menyebutnya ketempling, termasuk salah satu produk lokal Kuningan yang tidak asing lagi di masyarakat. Makanan yang terbuat dari bahan baku singkong ini, tergolong jenis makanan ringan yang disukai banyak orang. Biasanya sebagai makanan cemilan, banyak pula yang menjadikannya sebagai pelengkap hidangan mie baso. Bentuknya bulat pipih mirip keripik singkong, bedanya gemblong sedikit lebih tebal. Warnanya kuning muda ada irisan bawang daun dan seledri diatasnya. Jadilah gemblong ini wangi mengundang selera apalagi rasanya gurih dan enak sangat cocok untuk dijadikan makanan ringan atau teman minum kopi atau teh. Gemblong seperti ini asli dari Kuningan, berbeda dengan gemblong dari Bandung atau Banten. Gemblong dari kuningan dibuat dari singkong sedangkan gemblong dari Bandung atau Banten dibuat dari beras ketan. Selain biasa dipakai sebagai pengganti krupuk kalau lagi ngebakso gemblong jug...
Saptonan merupakan agenda tahunan yang diadakan setiap momen peringatan Hari Jadi Kuningan. Bahkan, dulu acara ini diadakan di lapang yang lokasinya dekat kantor bupati dan gedung DPRD Kabupaten Kuningan. Saperti pernah beberapa kali diadakan di lapang Randu Kelurahan Cijoho, lapang Kertawangunan Kecamatan Sindangagung dan lapang sekitar kawasan wisata Linggajati Kecamatan Cilimus. Lapang Desa Cinagara Kecamatan Maleber dan beberapa tempat lainnya. “Sekarang diadakan lebih awal, karena momen HUT RI dan hari Jadi Kuningan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan,” tutur Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan, Nana Sugiana, kepada kuninganmedia.com. Banyak warga yang penasaran untuk menyaksikan pergelaran yang boleh dibilang langka ini. Buktinya, bukan hanya warga di daerah Kecamatan Kalimanggis saja yang turut menyaksikan acara tersebut. Banyak warga yang datang dari Kecamatan Ciawigebang, Cidahu, Cimahi dan Luragung. Sebelum pe...
Jeniper singkatan dari Jeruk Nipis Peras adalah minuman khas dari Kuningan tentunya dengan bahan baku jeruk nipis dan gula pasir (selain Jeniper ada juga minuman serupa dengan nama Jenisa – Jeruk Nipis Asli-, bedanya minuman ini ditambah dengan madu). Minuman ini sangat segar apalagi jika disajikan dalam keadaan dingin tapi baik juga dalam keadaan hangat, jadi tergantung dengan selera masing-masing. Minuman ini mengandung banyak Vitamin C dan tanpa bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi dan sangat bermanfaat agar tubuh kita tetap fit juga dapat menyembuhkan beberapa penyakit akibat kekurangan vitamin C seperti sariawan, panas dalam, sakit tenggorokan dan flu sampai masuk angin. Tersedia dalam kemasan botol besar dan botol kecil. Kadang juga dikasih aksessoris anyaman bambu pada botolnya agar bisa mudah ditenteng. Pusat dari produksi Jeniper dan Jenisa yaitu di desa Ciawigebang. Tempat yang menyediakan: Jeruk Nipis Peras Jenip...
Kopi Luwak berasal dari kopi yang diambil dari kotoran luwak yang sengaja dibudidayakan di sekitar gunung Ciremai tepatnya daerah Linggarjati. Kopi Luwak terkenal karena rasa juga aromanya yang khas selain harganya yang mahal. Ada kepuasan tersendiri bagi para penikmatnya dalam menikmati secangkir kopi luwak. Ini merupakan salah satu produk yang dikembangkan di daerah tersebut.
Bakasem adalah manisan buah yang diperoleh dari hasil penirisan buah dari larutan gula. Bakasem atau banyak yang bilang manisan basah ini mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya . Bakasem biasanya dibuat dari buah yang keras, seperti kedondong, salak, mangga, nangka, dll.
Bahan Cobek Belut : 500 gram belut, potong dua, bersihkan 3 sdm minyak, untuk menumis 400 ml air Bumbu Rendaman Cobek Belut : 3 siung bawang putih, haluskan 1 sdm garam 200 ml air Bumbu Cobek Belut : 5 siung bawang putih 4 cm kencur 12 buah cabai rawit merah ¾ sdt garam 1 sdt gula pasir ¼ sdt kaldu bubuk (jika suka) Cara Membuat Cobek Belut : Rendam belut dengan bumbu rendaman, biarkan 30 menit. Bakar diatas bara api hingga matang. Angkat, sisihkan. Haluskan bawang putih, kencur, dan cabai rawit. Tumis hingga harum. Tambahkan air, garam, gula, dan kaldu bubuk. Biarkan mendidih. Masukkan belut bakar. Masak hingga bumbu meresap dan air tinggal sedikit. Angkat, sajikan selagi hangat.
Konon sejak abad ke 17 Masehi, Lukisan Kaca telah dikenal di Cirebon, bersamaan dengan berkembanganya Agama Islam di Pula Jawa.Pada jamannya pemerintahan Panembahan Ratu di Cirebon, Lukisan Kaca sangat terkenal sebagai media dakwah Islam yang berupa Lukisan Kaca Kaligrafi dan berupa Lukisan Kaca Wayang. Pengaruh Islam yang disebarkan oleh para wali juga menjadi ciri khas dari lukisan kaca Cirebon. “Bahkan setelah pengaruh China, gambar-gambar yang dihasilkan seniman tradisional selalu berhubungan dengan Islam seperti gambar kabah, masjid dan kaligrafi berisi ayat-ayat Alquran atau Hadis,” Adapun pengaruh cerita wayang berasal dari pertunjukan wayang yang diperagakan para wali untuk menyebarkan agama Islam. Kuatnya kepercayaan tokoh wayang yang baik, membuat para pengrajin lukisan kaca selalu menampilkan tokoh seperti Kresna, Arjuna, Rama, Lesmana, dan lain-lain. Sejalan dengan perkembangan waktu, maka perkembangan Lukis...
Karinding merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa Barat. cara memainkannya dengan menggoyangkan ujung jari yang disimpan di mulut. membuat karinding bisa dari enau, ataupun bambu. Daerah-daerah yang membuatnya biasanya di kota Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur. awalnya karinding dipakai untuk mengusir hama di sawah. namun saat ini, sudah banyak band-band di Indonesia yang memakai alat musik karinding sebagai penambah aransemen lagu.
Nama mochi memang berbau Jepang sebab asalnya konon dari sana. Beberapa negara sekitar Jepang juga mengenal mochi, seperti Taiwan, Korea Selatan, dan Cina. Di Sukabumi banyak penjual kue mochi. Namun ada satu yang sudah kondang dan konon merupakan pelopor oleh-oleh khas Sukabumi ini, yakni Mochi Kaswari "Lampion". Di sebuah gang di Jln Bhayangkara terdapat sebuah bangunan baru yang cukup mencolok. Inilah lapak penjualan mochi yang lebih sering disebut dengan Mochi Lampion. Aneka rasa mochi tersaji di sini: suji pandan, vanila, durian, pisang ambon, blueberry, melon, mocca, cokelat, keju, dan strawberry. Semuanya berisi kacang tanah manis, yang membedakan adalah rasa di "daging"-nya. Kenyal, lembut dan manisnya terasa begitu seksi di mulut kita. Berdasar informasi yang didapat dari brosur yang tersedia di lapak Mochi Kaswari "Lampion", usaha ini didirikan sejak tahun 1983 oleh Bapak Kuswandi dan sekarang sudah dikelola oleh generasi keduanya. Perlu dicatat juga, tidak ada cabang di t...