Selamatan duduk perut yang selama ini dilaksanakan di Gorontalo, Limboto bukanlah sekedar selamatan biasa saja, melainkan sudah menjadi adat kebiasaan disana bahwa setiap pasangan suami istri yang telah dilakukan dalam akad nikah yang sah, maka untuk hamil yang pertama diadakanlah selamatan duduk perut, yang mulanya berasal dari Raja Zulkarnain. Sekedar pengantar, baiklah kiranya dikemukankan terlebih dahulu tentang siapa dan bagaimana sebenarnya si Zulkarnain tersebut sebelum menjadi raja, dan sekaligus menjadi pengantar kita untuk memahami isi cerita yang sebenarnya. Sebelum Zulkarnain menjadi raja, para pemangku adat memang memegang peranan yang penting dalam masyarakat pada waktu itu, sehingga pada suatu ketika Zulkarnain didatangi oleh salah seorang pemangku adat dan meminta kesediaannya untuk diangkat menjadi raja di tempat itu. Mendengar permintaan yang demikian, seraya Zulkarnain menjawab dan berkata, "Saya belum bersedia diri untuk diangkat menjadi ra...
Tari Saronde adalah tari pergaulan keakraban dalam acara resmi. Tarian ini diangkat dari tari adat malam pertunangan pada upacara adat perkawinan daerah Gorontalo. Saronde sendiri terdiri dari musik dan tari dalam bentuk penyajiannya. Musik mengiringi tarian Saronde dengan tabuhan rebana dan nyanyian vokal, diawali dengan tempo lambat yang semakin lama semakin cepat. Dalam penyajiannya, pengantin diharuskan menari, demikian juga dengan orang yang diminta untuk menari ketika dikalungkan selendang oleh pengantin dan para penari. Iringan rebana yang sederhana merupakan bentuk musik yang sangat akrab bagi masyarakat Gorontalo yang kental dengan nuansa religius. Sumber : http://jeankiraniatangahu.blogspot.com/p/blog-page.html
Selain Tari Saronde, Tari Dana-danamerupakan salah satu dari seni budaya asli Gorontalo. Tari ini menampilkan gerakan yang harus diikuti oleh seluruh anggota badan dan menggambarkan pergaulan keakraban remaja. Salah satu tarian khas gorontalo yang biasanya ditarikan pada saat hajatan berupa acara perkawinan atau pesta rakyat dan pagelaran seni budaya. Keunikannya tari ini didominasi oleh gerakan-gerakan yang dinamis mengikuti irama musik gambus dan rebana serta lagu berisi pantun bertemakan percintaan, atau nasehat – nasehat yang berhubungan dengan pergaulan remaja. Tarian Dana-dana merupakan Tarian pergaulan remaja gorontalo yang berkembang dari masa kemasa, tarian ini melambangkan cinta kasih dan kekeluargaan. Tari dana-dana sendiri terbagi dua, yaitu untuk tari penyambutan dan tari perayaan. Tari penyambutan biasanya ditampilkan ketika menyambut tamu, atau kunjungan dari daerah lain, sedangkan tari perayaan adalah untuk merayakan sesuatu, mis...
Seperti halnya daerah lain di Indonesia, orang Gorontalo memiliki rumah adatnya sendiri, yang disebut Bandayo Poboide. Rumah adat ini terletak di tepat di depan Kantor Bupati Gorontalo, Jalan Jenderal Sudirman, Limboto. Selain itu, masyarakat Gorontalo juga memiliki rumah adat yang lain, yang disebut Dulohupa, yang terletak di di Kelurahan Limba U2, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Rumah adat ini digunakan sebagai tempat bermusyawarat kerabat kerajaan pada masa lampau. Dulohupa merupakan rumah panggung yang terbuat dari papan, dengan bentuk atap khas daerah Gorontalo. Pada bagian belakang ada ajungan tempat para raja dan kerabat istana untuk beristirahat atau bersantai sambil melihat kegiatan remaja istana bermain sepak raga. Rumah adat dengan seluas tanah kurang lebih lima ratus ini dilengkapi dengan taman bunga , serta bangunan tempat penjualan sovenir, dan ada sebuah bangunan garasi bendi kerajaan yang bernama Talanggeda. Pada m...
Tili Aya merupakan kuliner khas Gorontalo yang disajikan sangat sederhana. Biasanya Tili Aya disajikan sebagai lauk atau pelengkap nasi dan makanan berat lainnya di setiap acara-acara adat. Tili Aya terbuat bahan dasar gula merah, dicampur dengan beberapa butir telur, lalu ditambahkan santan kelapa. Setelah semua tercampur, adonan tersebut dikukus hingga matang. Pembuatan Tili Aya ini memang terbilang mudah. Sumber : https://deweezz.com/makanan-khas-gorontalo/
Rebana (bahasa Jawa: terbang) adalah gendang berbentuk bundar dan pipih yang merupakan khas suku melayu. Bingkai berbentuk lingkaran terbuat dari kayu yang dibubut, dengan salah satu sisi untuk ditepuk berlapis kulit kambing. Kesenian di Malaysia, Brunei, Indonesia dan Singapura sering memakai rebana bersama gambus digunakan untuk mengiringi tarian zapin. Rebana juga digunakan untuk melantunkan kasidah dan hadroh. Di bumiayu, rebana juga dijadikan sebagai lambang kota tersebut. Rebana digunakan oleh para leluhur sejak dahulu sebelum masuknya Islam di Gorontalo dan sebagiannya lagi setelah masuknya Islam di Gorontalo, pada masa Sultan Amai (1425) dan juga digunakan oleh rakyat Gorontalo untuk mengiringi tarian dan ritual upacara adat lainnya. (Suwardi Bay dan Farha Daulima, 2006). Sumber : https://semuatentangprovinsi.blogspot.com/2016/05/alat-musik-tradisional-provinsi-gorontalo.html
Salah satu pesta yang mutlak bisa dijumpai pada setiap etnis adalah pesta pernikahan. Etnis Gorontalo, yang bermukim di Provinsi Gorontalo, juga punya cara tersendiri dalam menggelar pesta pernikahan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang dilalui dalam penyelenggaraan pesta pernikahan adat Gorontalo: Mopoloduwo Rahasia Mopoloduwo rahasia , merupakan tahapan di mana orang tua dari calon pengantin pria mendatangi kediaman orang tua sang wanita untuk memperoleh restu pernikahan anak mereka. Apabila keduanya menyetujui, maka ditentukan waktu untuk melangsungkan pinangan atau tolobalango . sumber :http://www.wacana.co/2011/11/pernikahan-adat-gorontalo/
Salah satu pesta yang mutlak bisa dijumpai pada setiap etnis adalah pesta pernikahan. Etnis Gorontalo, yang bermukim di Provinsi Gorontalo, juga punya cara tersendiri dalam menggelar pesta pernikahan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang dilalui dalam penyelenggaraan pesta pernikahan adat Gorontalo: Tolobalango adalah peminangan secara resmi yang dihadiri oleh pemangku adat dan sejumlah pihak penting lainnya. Prosesi ini mempertemukan juru bicara pihak keluarga pria atau Lundthu Dulango Layio , dan juru bicara utusan keluarga wanita atau Lundthu Dulango Walato . Dalam prosesi ini, disampaikanlah maksud pinangan lewat bait-bait pantun yang indah. Di sini, diungkapkan juga mahar dan rangkaian acara yang akan dilaksanakan selanjutnya. Sebagai catatatan, tidak disebutkan biaya pernikahan ( tonelo ) oleh pihak utusan keluarga calon pengantin pria dalam prosesi ini. http://www.wacana.co/2011/11/pernikahan-adat-gorontalo/
Salah satu pesta yang mutlak bisa dijumpai pada setiap etnis adalah pesta pernikahan. Etnis Gorontalo, yang bermukim di Provinsi Gorontalo, juga punya cara tersendiri dalam menggelar pesta pernikahan. Berikut adalah tahapan-tahapan yang dilalui dalam penyelenggaraan pesta pernikahan adat Gorontalo: Depito Dutu Sesuai dengan kesepakatan yang diamini kedua belah pihak dalam tolobalango , dalam waktu yang telah ditetapkan, digelar prosesi selanjutnya, yakni mengantar mahar dan sejumlah harta lainnya, yang di daerah Gorontalo disebut depito dutu , yang terdiri dari satu paket mahar, satu paket lengkap kosmetik tradisional dan kosmetik modern, seperangkat busana pengantin wanita, serta bermacam buah-buahan dan bumbu dapur atau dilonggato . Mahar dan pelengkapnya tersebut dibawa oleh sebuah kendaraan yang didekorasi menyerupai perahu, yang disebut kola – kola . Arak-arakan hantaran ini dibawa dari rumah calon pengantin pria menuju rumah pengantin w...