Musik
133 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
6_Tradisi Sitobo Lalang Lipa
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU -  Tradisi Sitobo Lalang Lipa (saling tikam dalam sarung) menggunakan senjata tajam jenis badik, sudah jarang Anda temui di Sulawesi Selatan. Tradisi tersebut meruapakan cara mempertahankan Siri' (malu) suku Bugis-Makassar.   TribunJeneponto.com , Rabu (20/4/2017), berkesempatan menonton langsung laga seru itu di perhelatan Olimpiade Olahraga Sekolah Nasional (O2SN) di Lapangan Passamaturukang, Jl Pahlawan, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Rabu (20/04/2017) sore.   Dua orang remaja dari Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jeneponto memperagakan aksi menegangkan itu. Keduany bernama Erik Zulkifli dan Ardiansyah. Mula-mula kedua pemuda berseragam serba hitam itu masuk dalam sarung. Musik tradisional suling dan gendang pun mulai ditabuh, pertanda pertarungan segera dimulai.   Masing-masing mempersenjatai diri dengan sebilah badik yang diselipkan dalam pinggang. Badik terhunus, keduanya pun...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Paganrang
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Paganrang adalah sebutan untuk pemain alat musik dengan menabuh gendang yang berpasangan dengan tanduk kerbau sebagai alat pemukul.

avatar
Ridhoaprianto
Gambar Entri
Puwi-Puwi
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Alat musik tradisional tiup ini  memiliki bentuk yang unik dan berbeda dari yang lainnya, yaitu Puwi-puwi. Alat musik ini juga punya nama lain yang biasa disebut dengan  puik-puik .  Puik-puik  atau Puwi-Puwi memiliki bentuk yang mirip sekali dengan terompet atau bisa juga disebut terompet dari Sulawesi Selatan.       Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-ditiup/

avatar
Oase
Gambar Entri
Basi-Basi
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Alat musik tradisional tiup  ini memiliki bentuk yang mirip seperti alat musik yang digunakan oleh pawang ular. Basi-Basi adalah sebutan untuk alat musik ini dari orang-orang Bugis, alat musik ini pun memiliki sebutan lain dari orang-orang Makassar yaitu Klarinet.     Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-ditiup/

avatar
Oase
Gambar Entri
Keso-keso
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Keso keso merupakan  alat musik tradisional yang digesek,  asalnya dari Sulawesi Selatan. Alat musik ini terkenal akan suaranya yang indah dan memiliki suara yang seakan-akan membuat kita merasakan suasana daerah asalnya. Asal usul nama “Keso-keso” atau “Keso” sebenarnya karena cara memainkan alat musik ini adalah dengan cara digesek, tapi ada juga orang yang menyebutnya “Kere-Kere Galang”. Tubuh keso-keso yang berfungsi sebagai resonator terbuat dari kayu nangka yang sudah dipilih dan dibentuk seperti sebuah jantung pisang yang berongga di tengahnya. Nah bagian yang kosong atau berongga itu akan ditutup dengan kulit binatang. Alat yang digunakan untuk menggesek  alat musik tradisional  ini tidak perlu menggunakan kayu khusus, yang penting kayu tersebut kuat dan bisa digunakan sebagai busur yang berfungsi untuk menggesek keso-keso. Tapi ada satu hal yang unik dari Keso-Keso, yaitu senar yang digunakan b...

avatar
Oase
Gambar Entri
Gendang Bulo
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Gendang Bulo adalah  alat musik tradisional  yang biasa dimainkan pada  pernikahan dan acara adat. Gendang Bulo pada umumnya dimainkan oleh laki-laki tapi kebanyakan bukanlah anak muda, karena kurangnya minat dari mereka untuk belajar atau mengenalnya.     Sumber:  https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-dipukul/

avatar
Oase
Gambar Entri
Ana’ Becing
Alat Musik Alat Musik
Sulawesi Selatan

Ana’ Becing adalah  alat musik tradisional Sulawesi Selatan.     Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yang-dipukul/

avatar
Oase
Gambar Entri
Attahuru Bente
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Upacara  Attahuru Bente , adalah upacara khusus untuk meminta do’a, dengan harapan rezeki  dan usaha warga melalui  laut (perikanan) dapat bertambah. Untuk melaksanakan rencana upacara tersebut, terlebih  dahulu  Ammatoa  selaku penghulu adat, memanggil para pembantunya. Diantaranya ialah  Galla Anjuru ,  Galla   Maleleng  dan seorang  Sanro /dukun Kampung, yang disebut  Gurutta   di   Lolisang . Kepada Ketiga pemangku adat ini, diminta pendapatnya tentang rencana itu. Setelah terjadi mufakat, ditetapkan pula hari pelaksanaan  aknganro - Konjo  (meminta do’a).   Selanjutnya   Ammatoa  memerintahkan kepada  Galla   Puto , sebagai sekretaris adat, untuk mengundang seluruh pemangku adat Kajang untuk bermusyawarah. Kegiatan bermusyawarah untuk membicarakan sesuatu, disebut oleh mereka dengan  a’borong’  (berkumpul). Da...

avatar
Rizki Azizah
Gambar Entri
LA UPE SI ANAK YATIM
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

La Upe adalah seorang anak laki-laki yatim dan miskin yang tinggal di sebuah kampung di daerah Selawesi Selatan. Kata la upe berasal dari bahasa Bugis yang terdiri dari suku kata, yaitu: la berarti dia laki-laki, dan upe berarti beruntung. Jadi, kata la upe berarti laki-laki yang beruntung. Berkat kesabarannya dalam menghadapi segala cobaan dan siksaan, ia mendapat pertolongan dari Tuhan.   Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sulawesi Selatan, Indonesia, ada seorang anak yatim bernama La Upe . Ia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kecil di pinggir kampung. Ibunya meninggal dunia sejak ia masih kecil. Ketika ia berumur sepuluh tahun ayahnya menikah lagi seorang janda dari kampung lain yang bernama I Ruga . Sang Ayah berharap agar La Upe mempunyai ibu yang dapat merawat dan menyayanginya. Namun, harapannya berbeda dari kenyataan.    Setiap hari I Ruga menyiksa dan memukul La Upe ketika ia pergi ke sawah. Sejak bersama...

avatar
Deni Andrian