Provinsi: Kalimantan Barat Asam Pedas Ikan, adalah salah satu makanan khas dari Kalimantan Barat. Makanan ini adalah jenis lauk-pauk yang dibuat dari bahan ikan. Di semua kabupaten di Kalimantan Barat mengenal jenis kuliner ini. Bahan-bahan untuk membuat asam pedas ikan ini adalah sebagai berikut: Bahan Pokok Bahan pokok adalah ikan, jenis ikan tersebut ikan laut dan ikan sungai. Jenis ikan laut: tenggiri, kakap putih, kakap merah, senangin dan gembung. Jenis ikan sungai: Lais, Seladang (ikan paten), jelawat, kelabau, sirip ikan belidak, ikan lais. Kedua jenis ikan tersebut dapat dibuat sayur asam pedas dan keduanya sama enaknya. Pilihan ikan tersebut tergantung kebiasaan, penduduk pantai selalu menggunakan ikan laut, demikian juga penduduk pinggir sungai selalu mempergunakan ikan sungai. Untuk kedua jenis ikan tersebut mudah diapat di setiap pasar di Kota Pontianak. Sebelum diolah sebaiknya ikan tersebut...
Masjid Al-Jihad terletak di persimpangan Jalan Gusti Johan Idrus (Jalan Sumatera) dan Jalan Sultan Syarif Abdurrachman. Secara administratif masuk ke dalam kelurahan Parit Tokaya kecamatan Pontianak Selatan, Kalimantan Barat. Nama “Al-Jihad” sebagai nama masjid ini diidentikkan dengan perjuangan di jalan Allah. Manifestasi semua aktivitas dari berawalnya keberadaan masjid ini salah satuya. Sebagai bagian dari perjuangan, untuk mendapat ridha-Nya. Dan tentuya juga segala perjuangan atau kegiatan berkelanjutan yang ada di lingkungan masjid, Seiring dengan perjalanan waktu. Perkembangan pembangunan kota, pemukiman di sekitarnya dan sebagai upaya untuk menampung jumlah jemaah yang terus bertambah. Masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. 23 tahun kemudian, bangunan masjid direnovasi secara menyeluruh. Tepatnya pada tanggal 9-21 November 1987 bangunan lama dibongkar. Dan mulai dibangun dengan pemancangan tiang pertama. Pelaksanaan pe...
Kalaci adalah nama untuk sadou (pengaduk nasi) yang berukuran lebih kecil. Yang membedakan keduanya adalah tangkai bagian atasnya. Pada kelaci biasanya ada potongan kayu bulat melintang pada bagian ujung tangkai. Panjang kelaci 58 cm, yang terdiri dari 42 cm untuk panjang tangkai dan 16 cm pada bagian badan. Ada pun kelaci memiliki lebar badan 6 cm, diameter tangkai 2 cm, dan panjang potongan kayu melintang pada bagian ujung tangkai kurang lebih 5 cm. bahan baku pembuatan kelaci adalah kayu belian. Cara pembuatan kelaci sama dengan cara pembuatan sadou. Kelaci biasanya digunakan untuk kegiatan memasak nasi sehari-hari. Cara menggunakan kelaci pada dasarnya sama, hanya karena ukuran sadou yang lebih besar sehingga membutuhkan tenaga yang lebih besar pula. Proses pembersihan kelaci juga sama dengan sadou. Hanya cara penyimpanannya aja yang beda, karena kelaci ukurannya lebih kecil sehingga bias disimpan di dalam lemari atau di rak piring. Bila kel...
Alkisah, saat Kota Sintang masih sepi penduduk, di daerah itu hidup sebuah keluarga miskin. Keluarga itu terdiri dari sepasang suami istri dan seorang anak. Mereka tinggal di sebuah rumah panggung yang sudah tua dan lapuk di tepi sungai. Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, setiap hari sang ayah mencari ikan di sepanjang aliran sungai. Jika beruntung, ia terkadang memperoleh ikan yang cukup dimakan beberapa hari bersama keluarganya. Namun jika sedang sial, ia terkadang pulang tanpa membawa seekor ikan pun.Suatu hari, persediaan makanan di rumah keluarga itu telah habis. Maka, pagi-pagi sekali sang ayah pergi ke sungai untuk mencari ikan dengan menggunakan perahu. Tak lupa ia membawa dua buah pancing dengan harapan bahwa jika pancingnya putus ia masih mempunyai pancing yang lain. Dengan penuh harapan, nelayan itu mendayung perahunya menyusuri aliran sungai menuju ke arah hulu. Setiba di sebuah lubuk yang dalam, ia pun mulai mengulur salah satu pancingnya yang telah diberi ump...
1. Asal Usul Permainan Gasing adalah penamaan permainan yang diberikan oleh masyarakat di daerah Kalimantan Barat, khususnya di Kecamatan Selakau. Penamaan permainan ini bersumber dari peralatan pokok yang digunakan dalam bermain yaitu “Gasing”. Pada mulanya permainan Gasing dalam masyarakat yang ada di Kecamatan Selakau Kabupaten Sambas ini banyak dikaitkan dengan suatu unsur kepercayaan yang sifatnya animisme yaitu pada saat sebelum panen padi. Menurut anggapan masyarakat bahwa apabila permainan Gasing dimainkan sebelum panen padi, maka mengakibatkan padi akan berisi. Namun sekarang ini kepercayaan tersebut sudah mulai menghilang. Permainan Gasing biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari sebagai pengisi waktu senggang. Permainan Gasing juga diikutsertakan dalam menyemarakkan hari-hari besar. Selain berfungsi sebagai permainan yang menimbulkan suasana gembira, permainan Gasing juga dapat menimbulkan ketegangan karena masing-masing pemain berusaha untuk memenangka...
1. Asal Usul Permainan Main Galah adalah nama yang diberikan oleh penduduk suku Daya Mualang di Daerah Kabupaten Sanggau. Kata “Galah” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan Kayu. Biasanya kayu yang disebut Galah ini dipergunakan untuk menyolok buah-buahan. Menurut bahasa suku Daya Mualang, kata Galah ini yaitu Bambu panjang. Galah yang dipergunakan di sini sebenarnya hanya berfungsi sebagai alat untuk membatasi saja antara manusia dan hantu. Karena dalam permainan ini ada yang berperan sebagai Manusia dan satu orang berperan sebagai hantu. Dimana Hantu ini berusaha mencari atau mengambil salah seorang Manusia. Sedangkan Manusia berusaha menghindari pengambilan Hantu tadi. Sang Hantu pada saat mengambil anggota Manusia, tidak boleh melewati batas tadi yang berupa Galah. Sehingga permainan ini oleh penduduk suku Daya Mualang dinamakan Main Galah. Pelaksanaan permainan Galah dapat dilakukan kapan saja. Permainan ini dimainkan oleh peserta pemain pada waktu...
1. Asal Usul Permainan Sepak Beleg merupakan nama yang diberikan oleh penduduk suku Melayu di Daerah Kabupaten Sanggau. Beleg adalah kaleng yang sudah kosong atau kaleng bekas. Dengan demikian Sepak Beleg dapat diartikan permainan menyepak kaleng kosong. Biasanya Sepak Beleg ini dimainkan pada waktu sore hari sebelum menjelang waktu maghrib. Permainan ini memerlukan kekuatan fisik terutama otot kaki untuk berlari. Permainan ini juga memerlukan kejujuran baik dari “pencari” dan yang “dicari”. 2. Pemain-pemainnya Jumlah pemain Sepak Beleg tidak ada ketentuan batasnya. Biasanya jumlah pemainnya 10 sampai 15 orang. Pada umumnya usia dari peserta pemain adalah enam sampai duabelas tahun. Baik wanita maupun pria dapat bermain Sepak Beleg ini hanya ada semacam pengelompokan anak wanita bermain dengan anak wanita dan pria dengan anak pria. Pengelompokan ini hanya didasarkan pada kekuatan fisik saja. Karena dianggap anak perempuan lebih lemah dibanding...
Hantu Jaring : Hantu yang hadir ketika siang hari, sedang cerah tetapi hujan gerimis, biasanya terlihat diatas pohon dengan cahaya berwarna-warni.
Hantu Jaring : Hantu yang hadir ketika siang hari, sedang cerah tetapi hujan gerimis, biasanya terlihat diatas pohon dengan cahaya berwarna-warni.