Ragam hias pada kompleks makam Sunan Drajat Abbas, Novida (1981) Ragam hias pada kompleks makam Sunan Drajat. Berkala Arkeologi II No 1, Maret 1981, 2 (1). pp. 24-31. ISSN 02161419 Text 5.Ragam Hias Pada Kompleks Makam Sunan Drajat.pdf Download (4MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Proses kedatangan dan penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa, telah banyak dibicarakan oleh para ahli. Bukti pertama mengenai eksistensi Islam di Jawa adalah nisan kubur Fatimah binti Maimun bin Hibatullah di Leran (Gresik) yang berangka tahun 475 H atau 1082 M. Selanjutnya Islam dikembangkan melalui proses perdagangan dan perkawinan. Item Type: Article Subjects: Pe...
Model pertahanan Jepangdi kabupaten Lumajang dab Jember, Jawa Timur: tipologi dan arah sasaran Chawari, Muhammad (2015) Model pertahanan Jepangdi kabupaten Lumajang dab Jember, Jawa Timur: tipologi dan arah sasaran. Berkala Arkeologi Vol. 35 No. 1, Mei 2015, 35 (1). pp. 107-122. ISSN 02161419 Text 07 VOL 35 NO.1 MEI 2015 MUHAMMAD CHAWARI MODEL PERTAHANAN EPANG DI KABUPATEN LUMAJANG DAN JEMBER, JAWA TIMUR TIPOLOGI DAN SASARAN.pdf Download (1MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Karya tulis ini didasarkan atas hasil penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 2013 dengan tema Sasaran Pertahanan Jepang pada Masa Perang Dunia II di Kabupaten Lumajang dan Jember. Melalui penelitian tersebut dapat diketahui tipe dan jangkauan sar...
Profil museum Mpu Purwa Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2018) Profil museum Mpu Purwa. [Video] Video Profil Museum Mpu Purwa.mp4 Download (341MB) Abstract Museum Mpu Purwa Dibawah Kepemimpinan Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang. ingin menceritakaan dan mengedukasi masyarakat tentang koleksi Museum Mpu Purwa yang umumnya terbuat dari batu pra sejarah. Koleksi museum ini kebanyakan diterima oleh temuan arkeolog maupun masyarakat sekitar kota malang. Didesain dan ditata semenarik mungkin, Museum Mpu Purwa ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk mengenal sejarah kota malang. Dengan harapan dan tujuannya agar kedepan generasi-generasi muda dapat memahami dan menjadi bahan pembelajaran sekaligus men...
Candi Jolotundo dibuat oleh Raja Udayana yang merupakan raja dari Kerajaan Bedahulu dari Wangsa Warmadewa, Bali. Raja Udayana menikah dengan seorang putri Wangsa Isyana dari Kerajaan Medang yaitu Putri Gunapriya Dharmapatni. Pada masanya, Kerajaan Medang merupakan kerajaan yang cukup kuat di tanah Jawa. Bahkan Kerajaan Medang melakukan penaklukan di Bali, mendirikan koloni di Kalimantan Barat, dan melakukan serangan ke Kerajaan Sriwijaya. Pada tahun 991 masehi, Raja Udayana dan Putri Gunapriya Dharmapatni memiliki seorang anak yang bernama Airlangga. Pemberian nama Airlangga memiliki arti air yang melompat. Candi Jolotundo merupakan wujud rasa cinta Raja Udayana dalam menyambut kelahiran Airlangga. Sehingga pada tahun 997 masehi, Raja Udayana membangun Candi Jolotundo. Namun terdapat sumber lain yang menyebutkan bahwa Candi Jolotundo merupakan tempat pertapaan dari Airlangga setelah mengundurkan diri dari singgasana Kerajaan Kahuripan dan digantikan oleh anaknya. Kerajaan...
Candi Sirah Kencong masih terletak dalam satu kawasan dengan Perkebunan Teh Sirah Kencong. Untuk mencapai candi, anda memerlukan sedikit usaha karena lokasinya yang berada di salah satu bukit dengan hamparan kebun teh yang luas. Pemandangan kebun teh di sekitar candi sirah kencong ini benar-benar menakjubkan.Pemandangan kemegahan Gn. Kawi dari spot ini benar-benar tampak nyata apabila cuaca sedang bersahabat, selain itu garis-garis di sela-sela pepohonan teh juga menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk para wisatawan yang mengabadikannya.Ditemukan pada tahun 1967, candi ini pernah dipugar oleh Dinas Purbakala Jawa Timur tetapi kondisinya memang tidak memungkinkan untuk direkonstruksi seutuhnya karena hanya tersisa kaki dan tubuh candi.Pada dinding tubuh candi sebelah timur dipahatkan relief cerita Bubuksah-Gagangaking. Terdapat hiasan relief ular naga. Bangunan berikutnya dihiasi dengan gambar tiga orang raksasa yang bentuknya mencirikan identitas tokoh Bima dalam pewayangan....
Candi Jabung adalah salah satu candi hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Candi hindu ini terletak di Desa Jabung , Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Struktur bangunan candi yang hanya dari bata merah ini mampu bertahan ratusan tahun. Menurut keagamaan, Agama Budha dalam kitab Nagarakertagama Candi Jabung di sebutkan dengan nama Bajrajinaparamitapura . Dalam kitab Nagarakertagama candi Jabung dikunjungi oleh Raja Hayam Wuruk pada lawatannya keliling Jawa Timur pada tahun 1359 Masehi. Pada kitab Pararaton disebut Sajabung yaitu tempat pemakaman Bhre Gundal salah seorang keluarga raja. Candi Jabung berdiri di sebidang tanah berukuran 35 meter x 40 meter. Pemugaran secara fisik pada tahun 1983-1987, penataan lingkungan luasnya bertambah 20,042 meter persegi dan terletak pada ketinggian 8 meter di atas permukaan air laut. Situs terdiri dari dua bangunan utama yang terdiri atas satu bangunan besar dan yang satu bangunan kecil dan biasa disebut "Candi Sudut...
Pradnya Paramita atau Prajnaparamita (Sanskerta: prajñÄ pÄramitÄ , Hanzi : è¬è¥æ³¢ç¾...èå¤, Pinyin : bo re bÅ luó mì duÅ , Jepang: hannya-haramita , Jawa: ꦥꦿê¦ê¦´ê¦¥ê¦«ê¦´ê¦©ê¦¶ê¦ ꦴ ), adalah salah satu aspek sifat seorang bodhisattwa yang disebut paramita . Arti harafiahnya adalah "kesempurnaan dalam kebijaksanaan" dan merupakan salah satu dari enam atau sepuluh sifat transedental manusia. Selain itu dikenal pula sutra-sutra PrajñÄparamitÄ , suatu jenis literatur Buddha mazhab Mahayana yang berhubungan dengan Kesempurnaan Kebijaksanaan. Istilah Praj&ntil...
Komplek Candi Tondowongso merupakan situs temuan purbakala yang ditemukan pada awal tahun 2007 di Dusun Tondowongso, Desa Gayam, Kecamatan Gu rah , Kabupaten Kediri , Jawa Timur . Situs seluas lebih dari satu h ektare ini dianggap sebagai penemuan terbesar untuk periode klasik sejarah Indonesia dalam 30 tahun terakhir (semenjak penemuan Kompleks Percand ian Batujaya ), meskipun Prof. Soe kmono pernah menemukan satu arca dari lokasi yang sama pada tahun 1957. Penemuan situs ini diawali dari ditemukannya sejumlah arca oleh sejumlah perajin batu bata setempat. Berdasarkan bentuk dan gaya tatahan arca yang ditemukan, situs ini diyakini sebagai peninggalan masa Ke rajaan Kadiri awal (abad XI), masa-masa awal perpindahan pusat politik dari kawasan Jawa Tengah ke Jawa Timur.Selama ini Kerajaan Kadiri dikenal dari sejumlah karya sastra namun tidak banyak diketahui peninggalannya...
PLENGGONG (SENTILING PISANG) oleh Wiwik Wahyudi sumber: NCC Jajan Tradisional Indonesia Untuk 10 buah Bahan A: 1 kg ketela pohon, kupas cuci bersih, parut halus 100 gram gula pasir ½ sdt garam Bahan B: 5 buah pisang raja (bisa pake pisang kepok), belah jadi dua Bahan C: ½ buah kelapa, parut kasar untuk taburan Daun pisang untuk membungkus Pewarna merah muda dan hijau Cara Membuat: Aduk rata bahan A. Bagi 2 bagian sama rata. Beri warna masing – masing dengan warna hijau dan merah muda. Aduk rata. Sendokkan adonan hijau dan adonan merah muda bersebelahan diatas daun pisang. Letakkan pisang raja diatasnya tutup lagi dengan adonan ketela pohon. Gulung dan sematdengan lidi ujung-ujungnya Kukus dengan api sedang 25 menit. Angkat dan biarkan dingin. Gulingkan di kelapa parut setelah dingin. Sajikan. SBITB-K23-Syifa