Tari piring, atau yang sering disebut Tari Piriang oleh masyarakat Sumatera Barat merupakan tari yang dipersembahkan kepada dewa-dewa sebagai bentuk rasa syukur karena bagusnya hasil panen. Tarian ini ditarikan oleh pemuda maupun pemudi yang menari-nari dengan piring di tangan mereka. Ada tiga gerakan inti pada tari piring, yaitu tupai bagaluik (tupai bergelut), bagalombang (bergelombang), dan aka malilik (akal melilit). Namun karena masuknya agama Islam, tari piring kini hanya dipentaskan jika ada acara hajatan atau acara besar, seperti pernikahan. Tarian ini biasanya ditarikan dengan personil ganjil (tiga, lima, tujuh, dst).Salah satu yang khas dari tari piring adalah adanya atraksi lempar piring, yang kemudian akan dilanjutkan dengan para penari yang bergantian menginjak pecahan-pecahan piring tersebut. Sesuatu yang terdengar ekstrim dan mendebarkan. Namun, tidak akan ada darah berceceran akibat kaki penari yang terluka. (Sumber : http://www.gosumatra.com/tari-piring-khas-su...
Tari Selampit Delapan dapat diartikan sebagai tari dengan delapan kain/selampit. Tari ini menggambarkan pergaulan muda-mudi di daerah Jambi. Tari ini biasa ditarikan oleh delapan orang penari, bisa berpasangan atau tidak. Masing-masing penari memegang kain selampit berbagai warna. Hal tersebut menggambarkan beragamnya pergaulan muda-mudi di Jambi. Tarian ini khas dengan para penari yang bergerak saling menyilangkan kain-kain selampit yang mereka pegang menjadi bertautan satu sama lainnya. Koreografi tersebut bertujuan untuk menggambarkan persatuan pemuda dan pemudi wilayah setempat. Sebenarnya pada awal kemunculan tarian ini, penari membawa sumbu kompor bukan kain selampit. Tujuan awal mengapa tarian ini diciptakan sebenarnya untuk merekatkan hubungan persaudaraan antara pemuda maupun pemudi. (Sumber : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/904/tari-selampit-delapan).
Kraton Kasunanan/Pakubuwono juga menciptakan Tari Srimpi , yaitu tarian yang menggambarkan perang tanding dua kesatria. Macam-macam srimpi : Srimpi padelori, Andong-andong, Arjuno Mangsah, Dhempel Sangopati, Elo-elo, Dempel, Gambir sawit, Muncar, Gandokusumo, Srimpi lobong (Jaman PB IX, 1774) dll. (Sumber: http://www.karatonsurakarta.com/tari%20bedhoyo.html ) Tari Serimpi adalah tari klasik dari Jogjakrta yang selalu dibawakan oleh 4 penar karena kata serimpi berarti 4 yang melambangkan 4 unsur dunia yaitu : api, angin, udara dan bumi (tanah). Tari serimpi diperagarakan oleh 4 orang putri ddengan nama peran Batak, Gulu, Dhada dan Buncit yang melambangkan 4 buah tiang pendopo. Tari serimpi dikaitkan dengan kata impi atau mimpi karena gerak tari yang lemah gemulai membuat penontonnya merasa dibuati ke alam mimpi. Konon, sejarah Tari Serimpi berawal dari masa antara 1613-1646 Sultan Agung memerintah Kerajaan Mataram. Pada 1775 Ker...
Pakaian Tari Serimpi mengalami perkembangan. Jika semula seperti pakaian temanten putri Kraton gaya Yogyakarta dengan dodotan dan gelung bokornya sebagai motif hiasan kepala, maka kemudian beralih ke baju tanpa lengan dengan hiasan kepala yang berjumbai bulu burung kasuari serta gelung berhiaskan bunga ceplok. Karakteristik pada penari Serimpi adalah keris yang diselipkan di depan silang ke kiri. Penggunaan keris pada tari Serimpi adalah karena dipergunakan pada adegan perang, yang merupakan motif karakteristik Tari Serimpi yang menggambarkan pertikaian antara dua hal yang bertentangan antara baik dan buruk, antara benar dan salah, antara akal manusia dan nafsu manusia. http://gudangtari.blogspot.com/2013/02/tari-serimpi.html
Tari Tauh berasal dari daerah Lekuk 50 Tumbi Lempur, Gunung Raya. Tarian ini sering dipentaskan pada saat kenduri Sko atau penyambutan tamu besar. Sering pula tari ini ditarikan ketika Beselang Gedang atau panen besar. Tarian ini dimaksudkan untuk menggambarkan rasa syukur dan suka cita masyarakat Jambi. Tari Tauh ditarikan oleh laki-laki dan perempuan secara berpasangan. Selain untuk mengungkapkan syukur dan suka cita, tari Tauh juga menggambarkan kisah percintaan dan adat istiadat. Para penari berbalutkan busana khas Lempur yang berwarna coklat dilengkapi dengan aksesoris kepala berupa perhiasan perak. Penari Tauh biasanya akan menari di lapangan terbuka dengan diiringi alunan musik berupa kelintang kayu, gong, dan gendang. (Sumber : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/908/tari-tauh-jambi).
Serimpi (srimpi) merupakan salah satu tari putri yang berasal dari istana. Biasanya serimpi dibawakan 4 penari putri, dengan rias dan kostum yang sama. Nama / judul tari serimpi, seperti halnya tari putri yang lain, sama dengan salah satu gending (lagu) pengiringnya (selalu ada pengecualian, artinya tidak semua). Seperti Srimpi Irim-Irim, diiring gending Irim-Irim, Srimpi Pandelori, diiringi gending Pandelori. Namun, ada salah satu serimpi yang dibawakan 5 penari putri, dan namanya tidak identik dengan gending pengringnya, melainkan nama seorang putri, yakni Serimpi Renggawati . Penari ke 5 adalah gadis yang masih suci (belum mendapat haid). Untuk hal satu ini, ada yang unik di balik serimpi yang satu ini. Mencari penari belia (belum mendapat haid) yang sudah ‘jadi’ tentu bukan hal yang mudah. Jadi penari ke 5 yang nampak di gambar tersebut termasuk istimewa, masih belia tapi sudah ‘matang’ gerak tarinya. Serimpi Renggawa...
Tari Liang Asak berasal dari salah satu Kabupaten di Jambi, yaitu Sarolangun. Liang Asak dapat diartikan sebagai lubang kecil tempat menabur benih. Dari kebiasaan inilah, muncul tari Liang Asak. Tari ini mencoba menggambarkan kebiasaan masyarakat dalam menugal tanah dan menanam padi. Seperti tari daerah Jambi lainnya, tari Liang Asak juga ditarikan secara berpasangan. Jumlah penari berkisar antara 3 sampai 5 pasang penari. Gerakan di dalam tari tersebut menunjukkan kombinasi antara aktivitas penari pria yang menugal tanah dan penari perempuan yang menaburkan benihnya. Disela-sela kegiatan tersebut mereka sembari bersenda gurau dengan riang gembira. Kostum penari perempuan berupa baju kurung khas Jambi, sarung, serta dilengkapi kain penutup kepala. Sedangkan penari pria memakai baju Teluk Blango dan topi. Musik pengiring tari Liang Asak berupa gendang, akordion, gong, dan biola. (Sumber : http://febriyandiys.blogspot.com/2010/12/normal-0-false-false-false-en-us-x-n...
Tarian srimpi sangopati karya Pakubuwono IX ini, sebenarnya merupakan tarian karya Pakubuwono IV yang memerintah Kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788-1820 dengan nama Srimpi sangopati kata sangapati itu sendiri berasal dari kata “sang apati” sebuah sebutan bagi calon pengganti raja. Ketika Pakubuwono IX memerintah kraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1861-1893, beliau berkenaan merubah nama Sangapati menjadi Sangupati. Hal ini dilakukan berkaitan dengan suatu peristiwa yang terjadi di masa pemerintahan beliau yaitu pemerintah Kolonial Belanda memaksa kepada Pakubuwono IX agar mau menyerahkan tanah pesisir pulau Jawa kepada Belanda. Disaat pertemuan perundingan masalah tersebut Pakubuwono IX menjamu para tamu Belanda dengan pertunjukan tarian srimpi sangopati. Sesungguhnya sajian tarian srimpi tersebut tidak hanya dijadikan sebagai sebuah hiburan semata, akan tetapi sesungguhnya sajian tersebut dimaksudkan sebagai bekal bagi...
Tari Rangguk dapat diartikan pula dengan kata "anggukan". Tari tersebut berasal dari daerah Kerinci ini awalnya dijadikan sebagai media syiar agama Islam oleh seorang ulama terkenal. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tarian ini sering pula dipentaskan untuk acara festival kebudayaan yang ada di Kerinci, penyambutan tamu, serta hiburan semata. Jika pertunjukan tari Rangguk hanya untuk hiburan, para penari akan menganggukan kepala mereka sambil menabuh rebana dalam posisi duduk. Namun, jika tarian ini dipersembahkan untuk menyambut tamu agung, para penari akan menabuh rebana dalam posisi berdidi dan sesekali menganggukan kepala mereka kepada tetamu. Gerakan utama berupa anggukan kepala menyimbolkan ucapan selamat datang kepada tamu itu sendiri. Karena penciptaan awal dari tarian ini untuk syiar Islam, maka kostum penaripun dikondisikan dalam keadaan tertutup. Penari pria mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang. Sedangkan penari perempuan memakai baju lenga...