Kesenian Lais atau Laes merupakan sebuah kesenian akrobatik khas Garut, Jawa Barat. Kesenian Lais ini menggunakan seutas tali sepanjang 6-8 meter dan dua buah batang bambu sepanjang 10-15 meter. Nama Lais ini diambil dari seorang pemanjat pohon kelapa yang handal bernama Pak Lais. Kesenian ini memamerkan atraksi seseorang berjalan dan menari diatas seutas tali yang diikatkan pada dua buah tiang bambu yang dipasang seperti tiang. Orang tersebut akan berjalan dan menari diatas seutas tali tersebut diiringi dengan lagu. Orang tersebut tidak hanya berjalan dan menari, tetapi juga memamerkan kekebalan tubuhnya terhadap benda benda tajam diatas tiang bambu tersebut. Kesenian ini biasa dilakukan pada acara acara seperti khitanan, pernikahan, atau acara daerah lainnya. Kesenian Lais ini masih dapat ditemui pada kota kota seperti Garut dan Cirebon walaupun sudah sangat jarang kita jumpai. Oleh karena itu, kita harus melestarikan kesenian Lais sebagai salah satu dari banyak sekali budaya Indo...
Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya tentang alat musik tradisional Bandung, Degung menjadi alat tradisional Bandung yang sudah terkenal di penjuru Indonesia. Degung pertama kali dibuat oleh H.J Oosting sejak 1879. Diambil dari bahasa belanda “De Gong” artinya gamelan. Alat musik ini kian marak hingga sekarang dan mengundang banyak peminat seni . Kalau didengar bunyinya sih, bisa mengiringi musik dangdut, Jaipongan, mengiringi Sinden, dan lain-lain. Berkesan tradisional, tapi ini identitas kesenian Sunda. #OSKMITB2018
TATARUCINGAN Tatarucingan adalah suatu permainan yang berasal dari daerah jawa barat. Tatarucingan itu, jika dalam bahasa indonesia biasa kita kenal atau kita sebut dengan "tebak-tebakan", tetapi cara mainnya ya tentu menggunakan bahasa sunda dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan seperti menghibur, memberi nasihat, memuji, dan bahkan menghina. Tatarucingan dapat dimainkan oleh siapa saja, baik anak-anak, remaja, ataupun orang dewasa, asalkan tebak-tebakan yang digunakan harus pas penggunaannya. Misalnya ketika kita sedang melakukan percakapan dengan orang yang lebih tua dan ingin memberikan tebak tebakkan, maka kitapun harus memberikan tebak-tebakan yang tentu sopan, soalnya bagaimanapun kita harus tetap memperhatikan etika dan etiket yang ada. Tatarucingan dapat dimainkan ketika kita sedang melakukan percakapan yang tak formal dengan siapapun asalkan penggunaannya pas, bercanda gurau dengan teman...
Budaya Pamali sudah tidak asing di telinga masyarakat Bandung. Mungkin tidak banyak orang mengerti apa maksud dari kata "Pamali" sendiri. Setelah melakukan wawancara pada masyarakat sekitar yang rata-rata berumur 30-50 tahun, ternyata kata Pamali sendiri tidak memiliki deskripsi yang tetap. Beberapa orang menyebutkan Pamali merupakan suatu tindakan yang tidak baik untuk dilakukan. "Pamali itu artinya sebuah larangan menurut orang tua jaman dulu ga boleh ngelakuin yang ga boleh dilakuin karena kalo dilakuin nanti ada resikonya." Ada juga yang menyebutkan Pamali merupakan suatu hal yang tabu untuk dilakukan. Anak-anak yang terlahir di tanah Sunda sudah terbiasa untuk ditegur oleh orang tua jika melakukan suatu hal yang mereka anggap "Pamali". Contoh kecilnya, kita tidak diperbolehkan duduk di depan pintu. Orang tua menyebutkan jika kita duduk di depan pintu, maka kita akan sulit mendapatkan jodoh. Masih banyak hal lain yang idsebut sebagai "Pamali" seperti, tidak menghabiskan...
Masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan makanan bernama sate. Sate identik daging yang dipotong kecil kecil lalu di tusuk dengan tusukkan sate dan diberi dengan bumbu kacang. Namun, inovasi dan kreativitas terus terjadi di masyarakat. Sate ini pun lalu di kembangkan oleh orang Bandung menjadi sate asin. Apa sih sate asin itu? Sate asin adalah sate yang sebelum dibakar sudah diberi bumbu asin terlebih dahulu dan untuk memakannya tak perlu memakai bumbu apapun karena bumbu asin yang sudah dibakar membuat cita rasa sate tersebut menjadi asin dan gurih. Bumbunya pun bukan hanya asin, bahkan kita dapat me- request tingkat kepedasan pedas sate tersebut, seperti asin saja, asin pedas sedang dan asin pedas sekali. Jika kalian ingin mencoba salah satu sate asin khas Bandung ini, kalian dapat berkunjung ke Jalan Sudirman dan akan menemukan Sate DJ. Silahkan mencoba sensasi berbeda makan sate! #OSKMITB2018
Badminton adalah lagu daerah yang berasal dari Jawa Barat Lagu ini menceritakan bahwa badminton merupakan salah satu olahraga yang digemari masyarakat Indonesia, karena permainan ini dapat dijumpai baik di kota maupun di kampung. Selain itu cabang olahraga yang satu ini merupakan olahraga kebanggaan bangsa Indonesia, karena telah banyak prestasi yang diukir bangsa Indonesia melalui badminton. Di dalam lagu ini, disebutkan beberapa teknik yang sering digunakan dalam badminton, di antaranya smash, chop, lob, dan backhand. Berikut ini lirik lagu dari Badminton: Badminton Olahraga kebanggaan Indonesia Dismash, dilob, dilob babalonan Badminton dimana-mana Di kampung ejeung di kota Badminton dimana-mana Di kampung jeung di kota Badminton keur suka-suka Panglipur manah brangta Dismash bari ngajungkung Dilob apung-apungan Dichop bulu kok coplok Backhand ti beulah kenca beulah kenca...
Masjid Agung Sang Cipta Rasa, atau yang sering dikenal dengan Masjid Agung Cirebon, adalah sebuah masjid yang terleatak di dalam lingkungan Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat, Indonesia. Masjid ini dibangun pada tahun 1480 M oleh Sunan Gunung Jati yang diperkirakan pada waktu itu merupakan waktu penyebaran Agama Islam di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Perancangan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini dilakukan oleh Sunan Kalijaga, dengan bantuan Raden Sepat, yaitu sebuha arsitek dari Kerajaan Majapahit. Di dalam pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa sendiri, banyak kekhasan arsitektur yang dimiliki masjid ini. Salah satu contoh yaitu seperti pintu yang digunakan untuk memasuki ruang utama. Pintu yang diguanakn untuk memasuki ruang utama tersebut memiliki ciri-ciri yaitu ukurannya yang pendek dan jumlahnya pintu tersebut yaitu 9. Alasan menagapa pintu dibaut pendek yaitu agar pengunjung diharapkan menunjukkan rasa hormat ketika memasuki ruangan utama yaitu dengan menunduk....
Permainan batu tujuh merupakan permainan tradisional Indonesia yang sering dimainkan oleh anak-anak. Permainan ini juga biasa disebut bete tujuh atau tujuh batu pahlawan. Untuk bermain permainan ini dibutuhkan setidaknya 3 pemain. Berikut cara bermain batu tujuh. 1. Menentukan satu pemain yang jaga dengan cara hompimpa atau dengan cara lain. 2. Menyusun tujuh batu secara bertumpuk. 3. Pemain yang tidak jaga memegang masing-masing satu batu. 4. Pemain yang tidak jaga melempar batu yang sudah dipegang tadi ke tumpukan batu. 5. Jika tumpukan batu runtuh maka pemain yang jaga harus secepatnya menyusun kembali batu-batu tersebut sementara pemain yang tidak jaga berlari mencari tempat untuk bersembunyi. 6. Setelah pemain yang jaga menyusun batu, ia harus mencari dan menyentuh serta menjaga tumpukan batu tadi agar tidak diruntuhkan oleh pemain yang tidak jaga. Sementara itu, pemain yang tidak jaga berusaha untuk meruntuhkan kembali tumpukan batu tersebut. 7. Jika pemain yang jaga dapa...
sebelum bulan puasa/ramadhan umat muslim khususnya daerah cianjur biasanya mengadakan papajar atau yang biasa orang lain sebut piknik, biasanya papajar berlangsung 1/2 hari menjelang puasa. papajar biasanya diadakan bersama keluarga, teman sekolah beserta wali kelas, ataupun teman sekantor. papajar biasanya menggunakan alas berupa daun pisang, makanannya pun biasanya dengan nasi uduk, ikan asin, petai, kerupuk, dan yang tak boleh terlewatkan yakni sambal. budaya ini seperti budaya yang dilakukan di bogor yang bernama cucurak. #OSKMITB2018