Tari Cokek merupakan seni pertunjukan tarian yang berkembang pada abad ke-19 Masehi di Kabupaten Tangerang, Banten. Tarian ini di dalamnya terdapat campuran dari kebudayaan etnik Cina. Kostum yang dikenakan penari berupa kebaya yang di sebut 'Cokek'. Tari Cokek memiliki kemiripan dengan Sintren dari Cirebon. Munculnya Tari Cokek berawal dari adanya pesta yang diadakan oleh para tuan tanah Tionghoa yang tinggal di Tangerang. Dalam pesta tersebut, salah satu tuan tanah, Tan Sio Kek, mempersembahkan tiga orang penari wanita sebagai wujud partisipasinya dalam pesta tersebut. Tan Sio Kek juga mengundang tiga orang musisi yang berasal dari daratan Cina untuk memainkan musik sebagai pengiring tari. Ketika itu, para musisi Cina hadir sambil membawa beberapa buah alat musik dari negara asalnya. Salah satu alat musik yang mereka bawa yakni Rebab Dua Dawai. Atas permintaan Tan Sio Kek, musisi itu kemudian memainkan alat musik yang mereka bawa dari daratan Cina. Pada saat yang bersa...
Layaknya spektrum kebudayaan Indonesia yang sangat luas, batik pun memiliki pusparagamnya tersendiri. Kota metropolitan nan heterogen — Tangerang, Banten — ikut mewarnai keanekaragaman motif batik di Indonesia. Walaupun jarang terdengar di telinga masyarakat setempat, Kota Tangerang memiliki beberapa motif batik khas. Salah satunya adalah Tangerang Herang . Herang sendiri merupakan Bahasa Sunda, yang berarti jernih atau bening (adaptasi Bahasa Sunda dalam penamaan batik tersebut dikarenakan Banten awalnya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun memisahkan diri menjadi Provinsi Banten pada tahun 2000 silam). Menjinjau dari segi fisik, Tangerang Herang dapat diklasifikasikan sebagai batik tulis atau cap. Keduanya merupakan metode tradisional dalam membuat batik. Warna-warna cerah digunakan dalam pewarnaan batik ini. walaupun jenis batik di Indonesia sangat beragam, setiap motif batik memiliki filosofinya tersendiri. Motif batik Tangerang Herang te...
Layaknya spektrum kebudayaan Indonesia yang sangat luas, batik pun memiliki pusparagamnya tersendiri. Kota metropolitan nan heterogen — Tangerang, Banten — ikut mewarnai keanekaragaman motif batik di Indonesia. Walaupun jarang terdengar di telinga masyarakat setempat, Kota Tangerang memiliki beberapa motif batik khas. Salah satunya adalah Tangerang Herang . Herang sendiri merupakan Bahasa Sunda, yang berarti jernih atau bening (adaptasi Bahasa Sunda dalam penamaan batik tersebut dikarenakan Banten awalnya merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat, namun memisahkan diri menjadi Provinsi Banten pada tahun 2000 silam). Menjinjau dari segi fisik, Tangerang Herang dapat diklasifikasikan sebagai batik tulis atau cap. Keduanya merupakan metode tradisional dalam membuat batik. Warna-warna cerah digunakan dalam pewarnaan batik ini. walaupun jenis batik di Indonesia sangat beragam, setiap motif batik memiliki filosofinya tersendiri. Motif batik Tangerang Herang te...
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan budaya di dalamnya,salah satunya adalah batik.Setiap daerah yang tersebar di Indonesia memiliki jenis/motif batik yang berbeda-beda,karena di setiap daerahnya memiliki filosofi motif batiknya masing-masing.contohnya batik Banten. motif dari batik Banten itu sendiri diambil dari karakteristik masyarakat Banten,benda sejarah purbakala,Nama gelar Pahlawan,dan Toponim desa-desa kuna. Batik Banten pun memiliki perbedaan dengan batik daerah lainnya yaitu motif batiknya,warnanya,dan filosofinya. Ada 3 batik Banten yang aku diulas dibawah ini yaitu : 1. Motif kaibodan Motif kaibodan diambil dari nama bangunan pagar yg mengelilingi istana banten. 2.Motif Kawangsan Motif ini diberi nama kawangsan yang berasal dari nama gelar pangeran wangsa ketika sedang penyebaran agama islam. 3.Motif Pasepen. Motif Pas...
Indonesia memiliki berbagai macam kekayaan budaya di dalamnya,salah satunya adalah batik.Setiap daerah yang tersebar di indonesia memiliki jenis/motif batik yang berbeda-beda,karena di setiap daerahnya memiliki filosofi motif batiknya masing-masing.contohnya batik Banten. motif dari batik Banten itu sendiri diambil dari karakteristik masyarakat Banten,benda sejarah purbakala,Nama gelar Pahlawan,dan Toponim desa-desa kuna. Batik Banten pun memiliki perbedaan dengan batik daerah lainnya yaitu motif batiknya,warnanya,dan filosofinya. Ada 3 batik Banten yang aku diulas dibawah ini yaitu : 1. Motif kaibodan Motif kaibodan diambil dari nama bangunan pagar yg mengelilingi istana banten. 2.Motif Kawangsan Motif ini diberi nama kawangsan yang berasal dari nama gelar pangeran wangsa ketika sedang penyebaran agama islam. 3.Motif Pasepen. Motif Pas...
Cina Benteng merupakan julukan yang tidak asing bagi warga tangerang yang beretnis Tionghoa. Ya, Tidak sedikit warga tangerang merupakan orang yang beretnis Tionghoa. Kota Tangerang memiliki sebuah julukan yaitu Kota Benteng. Julukan ini diambil sesuai lokasi Museum Benteng Heritage yang berada di Jalan Cilame No.20, Pasar Lama, Tangerang yang merupakan Zero Point nya kota Tangerang. Museum Benteng Heritage merupakan bukti adanya perkembangan peradaban etnis Tionghoa di Kota Tangerang. Museum ini merupakan hasil restorasi sebuah bangunan berarsitektur tradisional Tionghoa yang diperkirakan dibangun pada abad ke-17. Tindakan restorasi ini diawali pada kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dari setiap budaya dan tradisi yang ada di Bumi Persada Nusantara. Menurut salah satu relawan museum, Hendra, Kondisi bangunan ini sebelum dijadikan museum tidak terawat dan memprihatinkan. Pada November 2009, Udaya Halim mengambil alih bangunan tua itu karena merasa b...
Salah satu kuliner yang terkenal dari Tangerang adalah Kecap Benteng. Ada beberapa Kecap Benteng yang telah berdiri sejak dulu, namun yang bertahan hingga era sekarang ini hanya dua, yaitu Kecap Siong Hin (SH), dan Teng Giok Seng. Kecap Benteng Teng Giok Seng lebih dikenal dengan merk Kecap Cap Istana. Kecap Cap Istana didirikan pada tahun 1882 oleh Teng Hay Soey, seorang pedagang keturunan Tionghoa yang tinggal di sekitar Pasar Lama, Tangerang.Lalu diteruskan oleh Teng Giok Seng. Dan kecap ini merupakan kecap tertua yang beroperasi di Indonesia. Pabrik kecap Teng Giok Seng terletak di sekitar wilayah Pasar Lama, Kota Tangerang. Berbeda dengan kecap Siong Hin (SH) yang lebih sering dijadikan tambahan pada masakan jadi, Kecap Teng Giok Seng lebih sering digunakan koki restoran, terutama restoran chinese food karena lebih legit dan kental. Pada masa kejayaannya kecap Teng Giok Seng terdiri dari tiga tipe. Tipe A adalah kecap manis yang paling kental dan harganya paling m...
Debus Sebelum membahas tentang debus, kalian pasti mengenal limbad bukan? Ya, limbad adalah seorang pesulap yang sangat berbakat, dengan aksi debus yang sangat terkenal. Mulai dar makan beling, makan paku, ditenggelamkan, menginjak injak paku, dan sebagainya. Sebenarnya, debus ini bukan pertamakali dipertunjukkan oleh limbad, namun ditenarka oleh limbad dalam acara acara sulapnya. Debus pertamakali dipentaskan di banten, dan dipercaya sudah ada semenjak abad ke 16. Sebenarnya debus itu adalah seni bela diri, namun pada saat itu, debus ini dikombinasikan dengan suara dan seni tari. Debus dipercaya mulai berkembang pada abad 18. Aksi yang dipertontonkan juga ada berbagai macam, seperti menusuk perut dengan pisau atau benda tajam lainya, mengiris badan dengan pisan, menusuk lidah denga pisau, membakar diri, dan aksi lainnya yang tidak kalah mnakjubkan. Debus juga identik dengan seni ilmu kekebalan, dan tidak aneh juga, jika seni bela diri ini membuat jantung para penontonny...
Seluruh penduduk Kota Tangerang pasti mengetahui Klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama karena berada di dekat pusat kota dan menjadi destinasi utama etnis tionghoa yang datang dariberbagai daerah di Indonesia. Namun, tak semua orang mengetahui tentang Prosesi YMS Kwam Im Hud Couw atau Arak-arakan 12 Tahunan Toapekong. Seperti nama sebutannya, arak-arakan ini dilaksanakan setiap 12 tahunan. Tradisi ini berawal pada tahun 1856, tahun Naga Tanah. Kelenteng Boen Tek Bio diperkirakan dibangun pada tahun 1684 baru dipugar untuk kedua kalinya, setelah pemugaran pertama tahun 1774. Selesai dipugar, kim-sin Yang Mulia dan Suci (YMS) Kwan Im Hud Couw, yang juga dikenal dan dimuliakan sebagai Guan Shi Yin. Pada waktu pemugaran disemayamkan sementara di Kelenteng Boen San Bio di Pasar Baru dan disambut kembali ke kelenteng yang selesai dipugar dengan arak-arakan yang sangat ramai. Sejak itulah peristiwa tersebut menjadi tradisi yang diulang kembali setiap 12 tahun sekali, yakni setiap tahun Naga....