Adat Nusantara
114 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Adat Lobo Kulawi, Sulawesi Tengah
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tengah

Rumah Adat Lobo   Rumah tradisional Lobo merupakan rumah adat khas Kulawi, Sulawesi Tengah. Rumah adat ini berfungsi sebagai balai rapat tetua adat, sidang adat, upacara, perayaan panen, dan rapat penentuan kapan membuka ladang. Lobo juga berfungsi sebagai rumah singgah jika ada warga desa lain yang kemalaman di Porelea, bisa bermalam di Lobo. Satu desa punya satu Lobo. Lobo difungsikan sebagai pengadilan bagi masyarakat di daerah Kulawi. Jika sedang difungsikan sebagai pengadilan, si pesakitan duduk di tengah, dan tetua adat melingkar di tepi. Uniknya, jika yang disidang perempuan, maka penyidangnya adalah Tinangata, yakni lembaga perempuan adat. Pertimbangannya, agar dewan adat dapat terbuka bertanya, terdakwa pun tanpa sungkan menjawab.   https://www.silontong.com/2018/08/04/rumah-adat-sulawesi-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Adat Senjata Pasatimpo, Sulawesi Tengah
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Sulawesi Tengah

Pasatimpo, Sulawesi Tengah Senjata tradisional masyarakat  Sulawesi Tengah adalah Pasatimpo. Pasatimpo merupakan senjata sejenis  pedang dengan bentuk hulu bengkok ke bawah dan sarungnya di beri tali. Dahulunya, senjata pasatimpo berfungsi sebagai alat untuk memotong hewan, untuk melindungi, atau untuk mencari kayu bakar. Namun sekarang pasatimpo berfungsi sebagai pajangan atau sebagai pelengkap pakaian adat Sulawesi  Tengah. Selain pasatimpo, masyarakat Sulawesi Tengah juga mempunyai senjata yang lainnya. Senjata senjata tersebut adalah : tombak anjae atau surampa (merupakan tombak yang berbentuk trisula), parang (merupakan senjata yang biasa di gunakan untuk berladang, bertani, maupun untuk berperang),  pisau, dan sumpit.   https://moondoggiesmusic.com/senjata-tradisional/

avatar
Roro
Gambar Entri
ISTANA MORI
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Tengah

Istana Raja Mori terletak di atas bukit kurang lebih 25 m dari permukaan laut dengan luas lokasi 960 m2. Istana ini terdiri dari bangunan induk dan anak bangunan dibangun diatas pendasi beton ukuran tinggi maksimum 1,17 m dan minimum 1,08 m dari muka tanah.Secara administrasi rumah bekas Istana Raja Mori ini terletak di desa Kolonedale Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Propinsi Sulawesi Tengah. Dari kajian-kajian yang bersumber dari peninggalan leluhur yang didukung dengan kepustakaan yang ada, diketahui bahwa Kerajaan Wita Mori adalah kerajaan persemakmuran yang terdiri dari gabungan Kerajaan-Kerajaan/Wilayah Otonom yang mempunyai pimpinan sendiri-sendiri. Walaupun demikian, bahasa, adat istiadat serta silsilah Raja-Raja/Pemimpin yang pernah menduduki jabatan dapatlah diketahui bahwa mereka berasal dari satu keturunan ratusan tahun yang silam. Ikatan kekeluargaan ini yang merupakan pengikat solidaritas yang mendorong lahirnya kerajaan persemakmuran untuk membangun secara bersam...

avatar
Milawati
Gambar Entri
Pakaian Adat Kaum Pria Saluan Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Kaum Pria Saluan Untuk yang pertama kita bahasn mengenai pakaian adat Sulawesi Tengah yang dikenakan oleh pria. Pakaian adat Sulteng yang dikenakan oleh kaum pria dalam adat Saluan yaitu berupa kemeja pria yang dikenal dengan nama Pakean Nu’moane. Bagi pria yang akan mengenakannya, biasanya kemeja ini dipadukan dengan celana panjang yang disebut Koja dalam bahasa suku Saluan. Tidak cuma itu, ditambahkan pula penggunaan Sungkup Nu’ubak sebagai penutup dibagian kepala, serta sarung (lipa) sebagai pelengkap celana panjang. https://www.silontong.com/2018/10/15/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Kaum Wanita Saluan Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Kaum Wanita Saluan Dan ini adalah pakaian adat tradisional Sulawesi Tengah yang dipakai oleh wanita. Pakaian adat yang dikenakan oleh kaum wanita dalam upacara adat Tumpe yaitu berupa baju Sungkup Nu’ubak. Biasanya baju ini berwarna merah jambu yang dipadukan dengan ikat pinggang warna hitam. Tidak cuma itu saja, sebagai pelengkap baju dipadukan juga dengan rok Mahantam berwarna merah jambu bercorak belang-belang. Untuk sebuah kesempurnaan penampilan kaum Hawa di Sulteng, ditambahkan pula pengunaan aksessoris berupa kalung atau kalong, gelang atau potto, anting atau sunting, jaling, serta selempang atau salandoeng. https://www.silontong.com/2018/10/15/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Wanita Kaili Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Wanita Kaili Beda lagi untuk para kaum wanita dari suku Kaili. Dimana mereka memakai baju yang bernama Nggembe. Baju Nggembe merupakan budaya Sulteng ini merupakan busana atasan berbentuk segi empat dengan panjang blus sampai sebatas pinggang, berkerah bulat, dan berlengan selebar kain yang dilengkapi dengan penutup dada dengan hiasan payet sebagai pemanis busana yang dipadukan dengan bawahan berupa sarun tenun Dongala. Adapun pelengkap lainnya, yaitu Sarung Tenun Donggala merupakan aksesoris bagian bawah yang dikenakan sebagai pelengkap pakaian adat wanita Kaili. Sarung ini biasanya dihiasi dengan benang emas dan dalam bahasa Kaili disebut dengan Buya Sabe Kumbaja. Seiring berjalan waktu, pada perkembangannya pemakaian sarung Donggala ini mengalami berbagai modifikasi yaitu dengan mengikat sarung dan kemudian dilipat pada sisi kanaan atau sampin kiri untuk memperindah serta memberi kebebasan bagi pemakainya untuk bergerak. https://www.silontong.com/2018...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Pria Kaili Bernama Baju Koje Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Pria Kaili Bernama Baju Koje Arti dari baju Koje/Puruka Pajana adalah sebutan untuk pakaian adat yang dikenakan oleh kaum pria dari suku kaili di Sulawesi Tengah. Jenis pakaian ini terdiri dari dua bagian, yaitu: a. Baju Koje dan b. Puruka Pajama. Baju Koje atau biasa disebut dengan nama baju Ceki adalah kemeja berlengan panjang dengan kerah tegak dan pas dileher. Pada adat Kaili pengunaan baju Koje ini umumnya dipadukan dengan bawahan berupa celana yang disebut Puruka Pajana atau celana ketat sebatas lutut dengan ukuran kill yang tetap lebar, hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak kepada pemakainya agar nyaman ketika digunakan untuk duduk dan berjalan. Untuk terlihat sempurna, ditambahkan pula penggunaan sarung pada bagian pinggang, keris, serta aksesoris berupa destar atau siga sebagai penutup kepala. https://www.silontong.com/2018/10/15/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-tengah/

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Pria Kaili Puruka Pajana Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Puruka Pajana Arti dari baju Koje/Puruka Pajana adalah sebutan untuk pakaian adat yang dikenakan oleh kaum pria dari suku kaili di Sulawesi Tengah. Jenis pakaian ini terdiri dari dua bagian, yaitu: a. Baju Koje dan b. Puruka Pajama. Baju Koje atau biasa disebut dengan nama baju Ceki adalah kemeja berlengan panjang dengan kerah tegak dan pas dileher. Pada adat Kaili pengunaan baju Koje ini umumnya dipadukan dengan bawahan berupa celana yang disebut Puruka Pajana atau celana ketat sebatas lutut dengan ukuran kill yang tetap lebar, hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang gerak kepada pemakainya agar nyaman ketika digunakan untuk duduk dan berjalan. Untuk terlihat sempurna, ditambahkan pula penggunaan sarung pada bagian pinggang, keris, serta aksesoris berupa destar atau siga sebagai penutup kepala.

avatar
Roro
Gambar Entri
Pakaian Adat Kaum Wanita Mori Sulawesi Tengah
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sulawesi Tengah

Pakaian Adat Kaum Wanita Mori Berikut ini masih pakaian adat tradisional wanita Sulawesi Tengah dari suku Mori yaitu berupa Lambu atau blus lengan panjang berwarna merah dengan variasi berupa hiasan dan motif rantai berwana kuning yang dipadukan dengan rok panjang berwana merah atau hawu yang juga dihiasi dengan motif rantai berwama kuning. Ditambahkan pula penggunaan mahkota atau Pasapu pada bagian kepala serta aksessoris berupa konde atau pewutu busoki, tusuk konde atau lansonggilo, anting-anting atau tole-tole, kalung atau enu-enu, gelang tangan atau mala, ban pinggang atau pebo’o, dan juga cincin atau sinsi. https://www.silontong.com/2018/10/15/pakaian-adat-tradisional-sulawesi-tengah/

avatar
Roro