Makanan tradisional solo ini bisa di temui juga di luar kota solo. Pecel merupakan sajian makanan yang terdiri dari beragam sayuran seperti bayam, nikir, bunga turi, kacang panjang, dan jantung pisang yang disiram dengan saus sambal kacang. Tetapi kali saya menambahkan toping di pecel yaitu pecel mie goreng. Resep pecel mie goreng Bahan-bahan: Kol 100 gram (diiris kasar) Tauge 50 gram Bayam 50 gram Kacang panjang 100 gram (dipotong 3 cm) Kemangi 1 ikat (diambil daunnya) Mie goreng 2 bungkus Bahan untuk membuat bumbu kacang: 150 gram kacang tanah (digoreng) 4 siung bawang putih (digoreng utuh) 2 cm kencur 8 cabai rawit merah (sesuai selera) direbus 3 lembar daun jeruk purut 1 sdm gula merah 1 sdt garam 1/4 sdt asam jawa 300 ml air matang Cara membuat: - Rebus semua sayuran secara terpisah kecuali daun kemangi lalu sisihkan - Rebus mie goreng hingga matang - Haluskan semua bahan untuk bumbu kacang lalu tambahkan air matang dan aduk sampai rata - Tata sayuran dan mie goreng dia...
Mironk adalah salah satu makanan khas dari desa cikakak, banjarharjo, brebes. Cikakak merupakan desa yang terletak di bagian barat kabupaten brebes. Mironk terbuat dari tepung terigu dan ikan asin atau ikan teri sehingga rasanya gurih asin, bisa juga dengan ikan asin pipirik, sejenis ikan yang mirip-mirip sedikit dengan ikan teri. Warga cikakak yang merantau atau habis pulang kampung selalu membawa mironk sebagai oleh-oleh khas dari brebes. Setiap warung makan selalu ada mirong dan cara pembuatan nya gampang-gampang susah, jadi harus sabar dan teliti ketika membuatnya. Rasa mirong itu begitu enak, asin, dan gutih. Mironk ini juga biasa disebit 'mirong' oleh orang-orang disana.
Tiwul adalah makanan tradisional dari Gunung Kidul yang terbuat dari olahan singkong . makanan ini sangat unik, selain rasanya yang sangat khas, Tiwul ini juga bisa dijadikan sebagai makanan pengganti nasi. Makanan ini sudah terkenal sejak jaman dahulu dan menjadi salah satu warisan kuliner bagi masyarakat Wonogiri. Sega Tiwul terbuat dari singkong yang sudah di keringkang. Singkong yang kemudian di sebut gaplek di tumbuk, setelah itu di kukus hingga menjadi tiwul.
Rawa Pening adalah sebuah danau yang merupakan salah satu obyek wisata air di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Danau ini tepatnya berada di cekungan terendah antara Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Rawa Pening memiliki ukuran sekitar 2.670 hektar yang menempati empat wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru. Menurut cerita, danau ini terbentuk akibat suatu peristiwa yang pernah terjadi di daerah tersebut. Peristiwa apakah itu? Berikut kisahnya dalam cerita Legenda Rawa Pening . * * * Dahulu, di lembah antara Gunung Merbabu dan Telomoyo terdapat sebuah desa bernama Ngasem. Di desa itu tinggal sepasang suami-istri yang bernama Ki Hajar dan Nyai Selakanta yang dikenal pemurah dan suka menolong sehingga sangat dihormati oleh masyarakat. Sayangnya, mereka belum mempunyai anak. Meskipun demikian, Ki Hajar dan istrinya selalu hidup rukun. Setiap menghadapi permasalahan, mereka selalu menyelesaikannya melalui musyawarah. Suatu hari, Nya...
Diversifikasi makanan pokok dari bahan dasar jagung. Hasil tanaman jagung di Banjarnegara melimpah selain padi. Di daerah tertentu seperti Purwanegara, Mandiraja atau di daerah utara seperti Pagentan, Wanayasa, Karangkobar, Pandanarum, kerap dijumpai nasi jagung atau biasa disebut ”Leye”. Enak dihidangkan dengan ”gesek” atau ”juwi” (ikan asin yang kering), dan sayur segar. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/11/kuliner-khas-banjarnegara-jawa-tengah/
Kata salem pada wingko ini diambil dari nama buah salamah karena rasanya yang dikenal manis. Merupakan camilan dari tepung ketan kemudian diberi, kelapa, gula diurap dan garam sedikit. Bahan tersebut lalu dimasak di dalam kendil dan dipanaskan dengan kayu bakar, jadi semua secara tradisional dan alami. Rasa wingko salem produksi Ny. Ninik terbilang khas. Wanita yang tinggal di Desa gedangan RT 3 RW 4, Kecamatan Mijen, Demak ini mengaku makanan produksinya berasa gurih dan lezat. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/
Sinapun atau cenil adalah makanan yang terbuat dari tepung kanji ini rasanya enak dan kenyal, dibungkus daun pisang lalu diberi parutan kelapa dan gula pasir menambah sensasi manis gurih. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-magelang-jawa-tengah/
Tradisi asrah batin kembali digelar warga dua desa di Kecamatan Kedungjati. Yakni, warga Desa Ngombak dan Karanglangu. Tradisi yang sudah berusia ratusan tahun itu dilangsungkan setiap dua tahun sekali. Biasanya, tradisi ini dilangsungkan pada hari Minggu Kliwon di Bulan September. Namun, untuk tahun ini pelaksanaannya dimundurkan karena September masih bersamaan dengan Bulan Muharam. Setiap digelar, tradisi ini selalu dipadati ribuan orang. Selain warga dari dua desa, banyak orang dari luar daerah yang antusias menyaksikan jalannya tradisi ini. Tradisi ini dilakukan dengan adanya kunjungan Kepala Desa Karanglangu bersama ratusan warganya menuju Desa Ngombak. Kunjungan dilakukan dengan menyeberangi Sungai Tuntang yang memisahkan kedua desa tersebut. Kades Karanglangu Agus Slamet beserta istri menaiki rakit beralas karpet yang dihias dengan janur, dan bendera merah putih. Meski arus sungai saat itu cukup deras prosesi penyeb...
Legenda Raden Kamandaka atau dikenal sebagai Lutung Kasarung diceritakan dalam beberapa versi. Cerita dibawah ini merupakan versi cerita rakyat Lutung Kasarung dari Kebumen Jawa Tengah yang divisualisasikan di Obyek Wisata Goa Jatijajar. Kisah ini bermula pada zaman dahulu Raja Kerajaan Pajajaran yaitu Prabu Siliwangi memiliki 3 orang putra dan 1 orang putri dari dua permaisuri. Pangeran Banyak Cotro dan Pangeran Banyak Ngampar adalah putra prabu Siliwangi dari permaisuri yang pertama. Kemudian ketika permaisurinya meninggal, prabu Siliwangi menikah lagi dengan putri Kumudaningsih yang melahirkan pangeran Banyak Blabur dan Dewi Pamungkas. Suatu hari prabu Siliwangi memanggil pangeran Banyak Cotro dan Banyak Ngampar untuk menghadap. “Anakku, aku merasa sudah saatnya aku menyerahkan tampuk kerajaan ini kepada penerusku. Karena kalian berdua adalah anakku yang paling tua, maka aku akan menyerahkannya pada salah satu dari kalian,” ujar prabu Siliwangi. “...