8.386 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Upacara Tingkeban
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Tingkeban adalah upacara yang diselenggarakan pada saat seorang ibu mengandung 7 bulan. Hal itu dilaksanakan agar bayi yang di dalam kandungan dan ibu yang melahirkan akan selamat. Tingkeban berasal dari kata tingkeb artinya tutup, maksudnya si ibu yang sedang mengandung tujuh bulan tidak boleh bercampur dengan suaminya sampai empat puluh hari sesudah persalinan, dan jangan bekerja terlalu berat karena bayi yang dikandung sudah besar, hal ini untuk menghindari dari sesuatu yang tidak diinginkan. Di dalam upacara ini biasa diadakan pengajian biasanya membaca ayat-ayat Al-Quran surat Yusuf, surat Lukman dan surat Maryam. Di samping itu dipersiapkan pula peralatan untuk upacara memandikan ibu hamil , dan yang utama adalah rujak kanistren yang terdiri dari 7 macam buah-buahan. Ibu yang sedang hamil tadi dimandikan oleh 7 orang keluarga dekat yang dipimpin seorang paraji secara bergantian dengan menggunakan 7 lembar kain batik yang dipakai bergantian setiap guyuran dan dimandikan d...

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Reuneuh mundingeun
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara Reuneuh Mundingeun dilaksanakan apabila perempuan yang mengandung lebih dari sembilan bulan,bahkan ada yang sampai 12 bulan tetapi belum melahirkan juga, perempuan yang hamil itu disebut Reuneuh Mundingeun, seperti munding atau kerbau yang bunting. Upacara ini diselenggarakan agar perempuan yang hamil tua itu segera melahirkan jangan seperti kerbau, dan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Pada pelaksanaannya leher perempuan itu dikalungi kolotok dan dituntun oleh indung beurang sambil membaca doa dibawa ke kandang kerbau. Kalau tidak ada kandang kerbau, cukup dengan mengelilingi rumah sebanyak tujuh kali. Perempuan yang hamil itu harus berbuat seperti kerbau dan menirukan bunyi kerbau sambil dituntun dan diiringkan oleh anak-anak yang memegang cambuk. Setelah mengelilingi kandang kerbau atau rumah, kemudian oleh indung beurang dimandikan dan disuruh masuk ke dalam rumah. Di kota pelaksanaan upacara ini sudah jarang dilaksanakan. Sumber : https://enyho04.wordpress...

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Memelihara Tembuni
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tembuni/placenta dipandang sebagai saudara bayi karena itu tidak boleh dibuang sembarangan, tetapi harus diadakan upacara waktu menguburnya atau menghanyutkannya ke sungai. Bersamaan dengan bayi dilahirkan, tembuni (placenta) yang keluar biasanya dirawat dibersihkan dan dimasukan ke dalam pendil dicampuri bumbu-bumbu garam, asam dan gula merah lalu ditutup memakai kain putih yang telah diberi udara melalui bambu kecil (elekan). Pendil diemban dengan kain panjang dan dipayungi, biasanya oleh seorang paraji untuk dikuburkan di halaman rumah atau dekat rumah. Ada juga yang dihanyutkan ke sungai secara adat. Upacara penguburan tembuni disertai pembacaan doa selamat dan menyampaikan hadiah atau tawasulan kepada Syeh Abdulkadir Jaelani dan ahli kubur. Di dekat kuburan tembuni itu dinyalakan cempor/pelita sampai tali pusat bayi lepas dari perutnya.. Upacara pemeliharaan tembuni dimaksudkan agar bayi itu selamat dan kelak menjadi orang yang berbahagia. Sumber : https://enyho04.wordpress.com/2...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ngirab Atau Rebo Wekasan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Upacara ini ditandai dengan berziarahnya masyarakat setempat ke makam Sunan Kalijaga, yang dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar, karena waktu tersebut dianggap hari yang paling baik untuk menghilangkan bencana dan kemalangan dalam hidup manusia. Setelah upacara selesai, dilanjutkan dengan berbagai pertandingan seperti lomba mendayung dan sebagainya. Upacara ini biasa dilaksanakan di sungai Drajat, Kota Cirebon. Sumber : https://enyho04.wordpress.com/2010/02/25/kebudayaan-yang-berasal-dari-jawa-barat/

avatar
Roro
Gambar Entri
Bengkel Tari Ayu Bulan
Tarian Tarian
Jawa Barat

“Bengkel Tari ayu bulan berdiri sejak 1992 tapi untuk formalnya di Bandung pada tahun 1994,” ujar putri Minangsari pelatih dan juga pegiat dari komunitas Bengkel Tari Ayu Bulan. Bandung menjadi saksi bisu berdirinya komunitas yang didirikan oleh Ayu Bulantrisna Djelantik sang maestro penari legong Indonesia. Bulan sengaja membentuk komunitas ini di Bandung, sebab beliau sendiri sempat praktik dan menjadi dosen di UNPAD pada 1994 untuk meningkatkan ilmu para penari yang sudah menguasai dasar menari.“Legong awal tahun 90 an itu mulai meredup. Jadi jarang orang mulai mementaskannya lagi. Ia (Bulan) ingin legong kembali dicintai dan popular.  Jadi ia ( Bulan) mengumpulkan penari-penari yang memang sudah jadi dalam artian semua penari yang terkumpul di bengkel tari ayu bulan adalah memang yang merupakan para penari Bali,” cerita Putri.Semua penari sudah siap berlatih, dengan cekatan mereka mulai mengikat sarung dan kain bali di pingganya. Tapi Biyang bel...

avatar
Roro
Gambar Entri
Naskah Kuno Layang Buana Wisesa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah Kuno Layang Buana Wisesa Dari Garutpedia   Nama Pemegang naskah : Adang. Tempat naskah : Kp. Cieunteung Desa Mekarluyu Kec. Sukawening. Asal naskah : warisan. Ukuran naskah : 16 x 21 cm. Ruang tulisan : 15 x 17 cm. Keadaan naskah : baik. Tebal naskah : 79 Halaman. Jumlah baris per halaman : 15 baris. Jumlah baris halaman awal dan akhir : 14 dan 17 baris. Huruf : Arab/Pegon. Ukuran huruf : sedang. Warna tinta : hitam. Bekas pena : tumpul. Pemakaian tanda baca : ada. Kejelasan tulisan : jelas. Bahan naskah : kertas bergaris. Cap kertas : tidak ada. Warna kertas : putih kecoklat-coklatan. Keadaan kertas : tipis halus. Cara penulisan : timbal balik. Bentuk karangan : puisi.   Ringkasan isi :   Konon ada dua orang kakak beradik bernama Buana dan Wisesa. Selam hidupnya antara keduanya selalu saling bertanya jawab masalah hidup dan mereka selalu berfikir mengenai nilai-nilai kehidupan. Buana bertempat tinggal di sebuah Kampung besar yang be...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Berasal dari Ciamis yang ditulis pada abad ke 18 M,  dalam bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon. NASKAH KARYA ORANG LUAR, YANG BANYAK MENCERITAKAN TENTANG SEJARAH SUNDA KLASIK Kidung Sunda / Kidung Sundayana Kidung Sunda adalah sebuah tulisan / naskah  dalam bahasa Jawa pertengahan yang berbentuk syair (tembang), yang kemungkinan berasal dari Bali. Dalam kidung ini diceritakan tentang kisah pencarian  seorang permaisuri Hayam Wuruk dari Majapahit, dan tragedi perang bubat yang memilukan. Kidung Sunda adalah sumber tertulis yang paling terinci dan paling penting dalam mengupas tentang peristiwa Bubat yang memilukan dan memalukan. Sebagai naskah kuno yang terdapat di Bali, Kidung Sunda memberikan yang relative adil dalam mengupas tragedy berdarah di bubat, penghianatan Gajah Mada dan kepahlawanan Sunda yang tanpa pantang menyerah. Dari kisahnya, dengan gaya bahasanya yang lugas dan lancar, tidak berbelit-belit seperti karya-karya sastra,...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ngaseuk Huma Rurukan Di Lebak Hariang
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngaseuk adalah kegiatan prosesi menanam padi di huma yang dilaksanakan oleh warga Kasepuhan Ciptagelar setiap satu tahun sekali. Dalam prosesi ngaseuk, ada beberapa tahap yang dilaksanakan yaitu: Nyacar, Ngahuru, Ngaduruk, Ngagonan, Salamet Mantas Ngaduruk, Ngabura Binih, Menanam Padi di Huma (ladang), dan Salamet Haraka. Prosesi Ngaseuk kali ini akan dilaksanakan di Huma Rurukan yang berlokasi di Lebak Hariang.       sumber : https://ciptagelar.info/events/ngaseuk-huma-rurukan-di-lebak-hariang/ngaseuk-2/

avatar
Aze
Gambar Entri
Nyaeut
Ritual Ritual
Jawa Barat

Tradisi nyaeut . Dalam Bahasa Sunda berasal dari kata nyandeutkeun , yang berarti mendekatkan atau merekatkan. Tradisi ini merupakan kebiasaan minum teh hijau khas Garut, teh kejek, yang masih dalam Bahasa Sunda artinya diinjak. Pada prosesnya, daun teh diolah manual, diinjak-injak. Tujuannya menyempurnaan pengeluaran getah sehingga hasil fermentasinya bagus. Nyaneut biasanya digelar sebelum berangkat ke huma (ladang) dan usai kerja. Ada aspek sosial pada tradisi ini. Nyaeut menjunjung tinggi adat istiadat Sunda, s ilih asah, silih asih, silih asuh atau saling tenggang rasa nyaneut tidak hanya bicara soal kenikmatan teh, tetapi juga sarana silaturahim. Mengenai sejarah teh kejek sendiri, belum ada kepastian data. Namun, diperkirakan pembuatannya muncul seiring berjalanya usaha perkebunan teh Waspada di Cigedug dan Cikajang sekitar 1900-an. Perkebunan teh Waspada dirintis oleh Karel Frederik Holle, seorang kebangsaan Belanda yang tertarik mengembangkan potensi pe...

avatar
Aze