Budaya Indonesia
1.364 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tahu Aci
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Tahu Aci merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia khas dari daerah Kabupaten Tegal. Banyak sekali penjual Tahu Aci ini di pinggir jalan bahkan hingga pedagang asongan pun ikut menjual makanan ini di dalam bus - bus pariwisata. Tahu Aci ini juga biasa disebut dengan Tahu Tegal. Tahu Aci terbuat dari tahu kuning yang berbentuk persegi lalu dipotong menjadi dua sehingga berbentuk segitiga. Kemudian, dari bekas belahannya di tempelkan adonan yang terbuat dari tepung kanji atau aci, potongan daun kucai, daun bawang, dan beberapa bumbu lain. Kenapa sih Tahu Aci disebut dengan Tahu Tegal? Ternyata, hal ini terletak pada tahu kuningnya yang hanya diproduksi di Tegal. Tahu kuning yang diproduksi di Tegal ini membuat tahu dan acinya melekat dengan lebih baik dibanding tahu dari daerah lain. Maka dari itu, Tahu Aci sangatlah populer karena kenikmatannya dan kualitas tahunya juga.   Cara membuat Tahu Aci ini adalah digoreng dan biasanya menggunakan minyak goreng y...

avatar
Oskm18_sf_anne
Gambar Entri
Masjid Agung Demak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Masjid Agung Demak adalah masjid yang terletak di Kelurahan Bintoro, Demak, Jawa Tengah dan merupakan salah satu masjid yang tertua di Indonesia. Masjid ini didirikan pada zaman Kerajaan Demak oleh Raden Patah dan para wali songo sekitar abad ke-15 masehi. Pada mihrab masjid demak terdapat gambar bulus atau kura-kura. Gambar tersebut terdiri atas kepala yang berarti angka 1, 4 kaki berarti angka 4, badan bulus berarti angka 0, ekor bulus berarti angka 1. Dari simbol ini diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini terdiri dari bangunan induk dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut Saka Guru. Salah satu dari tiang utama tersebut konon berasal dari serpihan-serpihan kayu, sehingga dinamai Saka Tatal. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Atap limas masjid terdiri dari tiga bagian yang menggambarkan Iman, Islam, dan Ihsan. Pintu utama...

avatar
h5q4366 56235662
Gambar Entri
Sungkeman
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sungkeman merupakan sebuah ritual yang berasal dari Jawa yang dipakai di berbagai acara di Jawa. Sebagai contoh kita dapat menemukan budaya sungkeman anak kepada orang tuanya pada saat menjelang pernikahan. Namun di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Magelang khususnya di desa Njoso, sungkeman merupakan kegiatan rutin pada saat Idul Fitri. Yang membedakan budaya Sungkeman di Magelang dengan beberapa daerah lain adalah sungkeman tidak hanya dilakukan antara anak dan orang tuanya melainkan juga ke para tetangganya. Di Magelang, sehabis sholat Ied warga akan berbondong-bondong mengelilingi kampung. Setiap rumah pasti sudah menyiapkan berbagai toples kue dan camilan lebaran untuk tamu yang datang. Di Magelang khususnya di desa Njoso, para sesepuh akan didatangi oleh masyarakat sekitar. Warga akan mengantri dengan berjongkok sambil menunggu giliran sungkeman. Pada saat sungkeman kepada sesepuh, warga biasanya meminta maaf dan mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Setelah itu, par...

avatar
OSKM18_16718273_Elvira Okta Nurisa
Gambar Entri
Lumpia Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Semarang, ibukota provinsi Jawa Tengah, mempunyai segudang makanan tradisional yang sampai saat ini masih bisa dijumpai. salah satu makanan Semarang yang terkenal adalah lumpia. Lumpia hadir pertama kali tahun 1940 dan merupakan makanan dengan perpaduan dua budaya, yaitu budaya tionghoa dan budaya Jawa.  awalnya, Tjoa Thay Joe, orang asli tionghoa, memutuskan untuk tinggal dan menetap di Semarang dengan membuka bisnis makanan khas tionghoa. Tjoa Thay Joe membuat makanan pelengkap yang berisi daging babi dan rebung. Tjoa Thay Joe kemudian bertemu dengan Mbak Wasih, Mbak Wasih adalah orang asli jawa yang berjualan makanan yang hampir sama dengan Tjoa Thay Joe, bedanya hanya makanan yang dibuat oleh Mbak Wasih berasa lebih manis dan berisi kentang beserta udang .  persaingan antara Mbak Wasih dan Tjoa Thay Joe tidak membuat mereka bermusuhan, sebaliknya, mereka berakhir menikah.  Bisnis makanan Tjoa dan Wasih akhirnya menyatu setelah mereka menikah. Hidangan...

avatar
OSKM_16918332_ECA Reza Muthia
Gambar Entri
Lumpia Tertua di Semarang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, dari Sabang sampai Merauke setiap tempat mempunyai ciri khasnya tersendiri. Tiap kota di nusantara mempunyai kuliner khasnya masing-masing, salah satunya adalah lumpia yang berasal dari Semarang. Jajanan khas semarang yang satu ini selalu menjadi 'kewajiban' bagi para pendatang yang datang ke kota Semarang. Sekarang ini, banyak tempat yang menjual lumpia, namun diketahui kalau lumpia tertua pertama yang ada di semarang telah ada sejak ratusan tahun dengan 4 generasi. Loenpia Semarang Gang Lombok no 11, merek ini terpampang di suatu kedai kecil penuh dengan penghargaan kuliner dari Pemerintah Kota Semarang hingga situs Trip Advisor  (Kompas, 2016). Lumpia Semarang yang dijual di kedai ini menggunakan keseluruhan bahan yang tradisional, diisi oleh ayam, udang, dan pastinya rebung. para pendatang dari luar bersedia menyelusuri gang kecil dan rela untuk mengantri lama demi jajanan 'legendaris' yang satu ini....

avatar
OSKM18_19718232_Annisa
Gambar Entri
Cowongan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Cowongan adalah ritual upacara untuk meminta hujan yang dilakukan oleh beberapa wanita. Ritual cowongan ini masih dilakukan oleh masyarakat Desa Plana, Kabupaten Banyumas. Menurut kepercayaan masyarakat ini, ritual cowongan diberkati atau dibantu oleh seorang bidadari yang bernama dewi sri. Dilihat dari namanya, cowongan berasal dari kata cowong yang diberi imbuhan -an yang mempunyai arti rai irus sing didandani atau dalam bahasa indonesia wajah dari irus yang dirias menyerupai manusia. Waktu dilakukanya ritual ini adalah pada musim kemarau sejak akhir bulan september pada malam jumat dengan hitungan ganjil.   #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16718299_KARIN RATNA VIVIAN
Gambar Entri
Pasar Dieng
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

Pasar Dieng adalah susunan batu-batu yang ditetapkan sebagai cagar budaya di dekat puncak Gunung Lawu Tak jauh dari puncak Gunung Lawu, dapat ditemukan batu-batu dengan bentuk yang ganjil yang tersusun dengan rapi. Secara nalar, batu-batu itu tersusun dengan sangat struktur yang terlihat ringkih. Tetapi tidak, batu-batu itu bertahan dalam posisi yang sama. Mengapa batu-batu tersebut bisa tetap bertahan seperti itu, tidak ada yang tahu persis. Tumpukan batu ini yang dinamakan oleh warga-warga sebagai Pasar Dieng. Banyak rumor yang beredar mengenai keberadaan Pasar Dieng dan bagaimana batu-batu tersebut bisa bertahan seperti itu. Salah satu rumor yang beredar luas adalah bahwa Pasar Dieng dipercayai sebagai sebuah "pasar setan", tempat bagi para "pedagang" untuk memperjualbelikan "setan-setan" dan "ilmu-ilmu" dengan para makhluk halus yang dikatakan tinggal di sana. Tempat-tempat seperti ini juga dikatakan dapat ditemui di gunung-gunung lainnya di Indonesia, seperti Pasar Bubr...

avatar
OSKM_16018070_Farrell
Gambar Entri
Gatot, Makanan Tradisional khas Jawa Tengah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

indonesia terkenal dengan berbagai macam budaya yang beragam. Salah satunya adalah makanan khas di setiap daerahnya. Salah satu bahan dasar yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk dijadikan berbagai macam makanan adalah singkong. Singkong adalah salah satu umbi yang biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dijadikan berbagai macam menu makanan, baik untuk dikonsumsi sendiri maupun untuk usaha. Singkong biasa diolah menjadi gethuk, keripik singkong, tiwul dan sebagainya. Namun ada sebuah makanan yang mungkin belum banyak orang yang mengetahui yaitu Gatot. Gatot merupakan salah satu makanan tradisional Jawa Tengah. Untuk membuatnya cukup mudah. Singkong yang diiris kecil-kecil kemudian di kukus dan dikeringkan menjadi gaplek (singkong kering) hingga menghitam. Kemudian gaplek dikukus hingga matang. Biasanya gaplek disajikan dengan parutan kelapa dan penambahan gula merah. Warna kehitaman pada gatot diakibatkan oleh fermentasi pada singkong tersebut. Selain harganya m...

avatar
OSKM18_16018032_Ridha
Gambar Entri
Tari Buto Lawas
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis.  Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas  dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini.   Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh masyarak...

avatar
OSKM18_16918108_Muhammad Abyan Kemal Ardaffa