Berkunjung ke Keraton Kasunanan Surakarta tak akan lengkap jika tidak menelusuri jejak sejarah di Museum Keraton Surakarta Hadiningrat atau Museum Suaka Budaya. Dalam museum ini para pengunjung dapat menyaksikan benda-benda peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta dan beberapa fragmen candi yang ditemukan di Jawa Tengah. Museum Karaton Kasunanan Surakarta ini terdiri dari beberapa bangunan yang tiap-tiap bangunan sudah di atur ruangnya untuk memuat hasil kriya Karaton Surakarta. Adapun ruang-ruang dan seni kriya yang terdapat di dalamnya adalah sebagai berikut : a. Ruang I Museum Keraton Kasunanan Surakarta berisi gambar-gambar dan ukir-ukiran sebagai berikut : Gambar Ingkang Sinuhun Paku Buwana VII (1830-1858), Paku Buwana VII (1858-1861), Paku Buwana X dalam sebuah pigura yang besar. Gambar Paku Buwana X berdiri dengan mengenakan busana kebesaran. Dua buah gambar Kangjeng Ratu Emas, permaisuri Paku Buwana X. Beberapa kur...
Pada tahun 2008, Solo memiliki satu destinasi baru yang patut dikunjungi oleh para pelancong apalagi para pecinta batik. Rumah Batik Danar Hadi adalah perpaduan cagar budaya dan museum batik. House of Danar Hadi akan membuat siapapun yang memasukinya terkesima dan teringat akan kemewahan aristokrat Jawa di masa lalu. Bangunan ini adalah bagian dari sejarah kuno Jawa. Di area yang hampir seluas 1,5 hektar ini, terletak satu bangunan utama yang dikenal dengan sebutan nDalem Wuryoningratan yang aslinya merupakan rumah utama keluarga Wuryaningrat. nDalem Wuryoningratan dibangun sekitar tahun 1890-an oleh arsitek Belanda di bawah pengawasan Patih Dalem K.R.A Sosrodiningrat sebagai hadiah pernikahan untuk anaknya, Wuryaningrat, yang mempersunting anak perempuan Sri Susuhunan Pakubuwono XVI. Gaya Kolonial Eropa sangat kental pada eksterior bangunan ini, tetapi tata letak ruangan tetap mengikuti adat dan kebiasaan Jawa; dengan adanya pendhapa yang luas, pringgitan untuk menerima tam...
sumber : Arsip foto Museum Puro Mangkunegaran Museum Puro Mangkunegaran berada di dalam kompleks istana Mangkunegaran. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda bersejarah milik Puro Mangkunegaran yang dikumpulkan sejak tahun 1926. Museum Puro Mangkunegaran dibuka untuk umum pada tahun 1968 dan dikelola oleh Pariwisata Mangkunegaran. Museum Puro Mangkunegaran dibuka setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu jam 08.30-14.30 WIB serta hari Kamis dan Minggu jam 08.30-14.00 WIB. Tiket masuk museum untuk wisatawan domestik sebesar Rp 10.000/orang dan wisatawan mancanegara sebesar Rp 20.000/orang (belum termasuk pemandu). Setiap pengunjung museum akan ditemani oleh seorang pemandu ( guide) berkeliling bangunan-bangunan utama yakni Pendopo Ageng, Pringgitan , Dalem Ageng, Keputren, dan Pracimosono . Selain memberikan informasi kepada pengunjung, pemandu juga akan memberikan arahan kepada pengunjung tentang aturan di istana. Pengunjung akan dib...
Museum Keris Padepokan Brojobuwono, Karanganyar Openingstijden: Selasa-Minggu, Pukul 09.00 s.d. 15.00 WIB Website: http://padepokanbrojobuwono.blogspot.co.id/ Plaats: Karanganyar Provincie:...
Arca Siwa Trisirah adalah arca dewa siwa berkepala 3 (Tiga), arca ini ditemukan di reruntuhan candi di kompleks percandian Dieng, dataran tinggi dieng memang dikenal sebagai wilayah peradaban hindu pada masa mataram kuno dan awal persebaran hindu di tanah jawa. Arca ini juga merupakan bukti adanya aliran Hindu yang memuja siwa pada masa awal peradaban hindu di tanah jawa. Saat ini Arca tersebut dapat kita jumpai di Musium Kailasa Dieng. Arca ini sangat unik karena sangat jarang ditemukan di candi dan situs-situs lainya di Indonesia.
Motif Batik Pring Sedapur ini adalah motif batik banyumasan, yang berkembang sejak jaman kolonial belanda dan masa kerajaan mataram. Corak banyumasan ini rata-rata memiliki warna yang gelap dan berani atau tajam, dengan corak-corak sederhana dari lingkungan sekitar masyarakat. motifnya cinderung besar-besar tidak seperti motif batik solo atau jogya. Motif Pring Sedapur mengambarkan Pring atau pohon bambu yang bergerombol atau oleh masyarakat banyumasan disebut dengan "Papringan". dan mengartikan bahwa pohon bambu ada dan selalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat banyumasan.
KARAHINAN Ki Narto Sabdo Kloyong-Kloyong Anemu Emas Sak Gentong Aku Ngener Omah Gedong Sugihe Katon Mencorong Yen di sawang koyo blorong Kreto Wus Cemawis Yen a nunggang gelis aku mubrak mubruk Tur..KeJegluk Urip Rino Wengi Sarwo...Tangi Jebul Mau Mbengi Turu ku kelali mulo aku mimpi Karahinan
Dawet Ayu Banjarnegara ** Kakang-kakang pada plesir maring endi...Ya..yi Tuku Dawet dawete banjarnegara... Seger..., Anyes...., Legi...... Apa iya... Dawet....Ayu... dawete banjarnegara.... Sida Apa Ora... Tuku Dawet Ayu... Dawet banjarnegara... Enak Dirasakna... Es Campure ala krenyes... Ora baen-baen Segere dicampur Duren...
Lelagon Banjarnegara Gilar-Gilar Wiwit Bakda subuh kana-kene tandang gawe Pada Rebut resik, tangan alus rampung disit Omah pekarangan mlebu latar gilar-gilar dalan aspal alus kiwa tengen ijo mupus lha kae tamane kebak kembang sak wernane sore soyo rame bakul jajan pinggir dalan lampu monco warno nambahi Asrining kutha Ayo do Nyatakno iki lho Banjarnegara..,