Lebih dari seabad lalu tepatnya tahun 1910, Pastor Clerk dan Capres mendarat di Desa Sifnana, Kecamatan Tanimbar Selatan, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Misi mereka adalah menyiarkan agama Katolik di Pulau Yamdena dan Tanimbar secara keseluruhan. Di sisi lain Pulau Yamdena, kabar pembaptisan pertama orang Olilit tersiar pada 14 Agustus 1913. Kabar tersebut datang dari Pastor Mathias Nieuwenhuis dan lalu disampaikan ke negeri Belanda. Para misionaris yang datang jauh-jauh dari Negeri Kincir Angin pun gembira. Sejak itu mulailah pewartaan misi gereja di Tanimbar. Dengan beredarnya kabar itu, para pastor mulai meneruskan penyebaran agama ke desa-desa lain sampai ke Tanimbar Utara dan Fordata. Kisah itu adalah bagian dari catatan sejarah yang terekam dalam materi promosi Dinas Pariwisata dan Usaha Ekonomi Kreatif Kabupaten Maluku Tenggara Barat tahun 2016. Bentuk peringatan pembaptisan pertama di Desa Olilit itu kini diwujudkan dalam sebuah rupa patung. Patung pastor berdiri dikel...
Resep : Tepung sagu. Kelapa setengah tua. Gula saparua. Cara membuat: Campur tepung sagu dengan kelapa setengah tua. Masukkan kedalam porna. Panggang diatas bara api hingga matang selama 15 menit. Selagi panas taburi dengan gula saparua yang telah di parut. https://resepnusantara.id/resep-sagu-gula-dari-maluku/
Bahan : 1/2 butir kelapa agak muda, kupas kulit arinya, parut memanjang. Garam secukupnya. 1 lembar daun pandan, robek-robek. 1 sisir pisang kepok/raja ranum. 125 g gula merah, iris halus. Cara membuat pisang rampai : Campur parutan kelapa dengan garam dan daun pandan yang telah kita siapkan. Pindahkan dalam mangkuk kecil. Letakkan pisang dalam dandang dan letakkan mangkuk berisi kelapa diatasnya. Kukus lebih kurang 30 menit hingga matang. Angkat. Kupas pisang dan potong setebal 1 cm. Taruh pisang dalam piring, taburi kelapa dan gula merah. Sajikan. https://resepnusantara.id/resep-masakan-khas-maluku-pisang-rampai/
Bahan-bahan: 350 gram daging ikan tongkol, dikukus. 250 gram ketimun, dipotong-potong kotak 1 cm. 200 gram taoge. 20 tangkai daun kemangi. 5 lonjor kacang panjang, dipotong 1/2 cm. 1 1/4 sdt garam. 1 sdt jeruk nipis. 1/2 buah kelapa setengah tua, diparut kasar. Bumbu dihaluskan: 5 butir bawang merah. 3 buah cabai merah. 1 sendok teh air jeruk nipis. 1 sendok teh terasi. 1 1/4 sendok teh garam. Cara membuat: Campurkan ketimun dengan 1/2 sendok teh garam, aduk sampai layu. Tiriskan hinga kering. Campur parutan kelapa dan bumbu halus lalu peras, buang airnya. Tambahkan ikan tongkol, daun kemangi, taoge, kacang panjang, garam, dan air jeruk. Aduk, sajikan. https://resepnusantara.id/kohu-kohu-makanan-khas-maluku/
Berikut bahan dan cara pembuatannya. Bahan-bahan 6 buah pisang raja, pilih yang matang 1 1/2 liter santan dari 1 butir kelapa 250 gram tepung beras 200 gram gula pasir 2 lembar daun pandan, simpul 75 gram kenari, cincang kasar 1/2 sdt garam Cara Membuat Kupas pisang raja, kemudian potong kecil-kecil. Campur pisang dengan setengah bagian santan, kemudian proses dengan blender sampai halus. Sisihkan. Larutkan tepung beras dengan sisa santan sampai menjadi adonan yang licin. Campur dengan adonan pisang, aduk rata. Tambahkan gula dan daun pandan. Masak sambil diaduk sampai gula hancur dan bubur matang meletup-letup. Tambahkan kenari dan garam, aduk sebentar kemudian angkat. Bubur Pisang khas Ambon, Maluku siap disajikan. Selamat mencoba Perantara Lovers. https://resepnusantara.id/bubur-pisang/
Keragaman Budaya yang dimiliki oleh Suku Bangsa di Indonesia banyak mengandung nilai budaya yang positif dan masih relevan pada masa kini, oleh sebab itu perlu diinformasikan dan disebarluaskan ke berbagai kalangan dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa. lnformasi budaya yang akan disebarluaskan dimaksud adalah buklet berisi tentang "Masohi Ambon"yang merupakan salah satu sistem gotong royong masyarakat Ambon. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/10694/
Urap khas Maluku dengan sentuhan ikan cakalang asap dan daun kemangi segar. Bahan: ½ butir kelapa setengah tua, parut, kukus 250 g ikan cakalang asap, kukus, suwir-suwir 100 g taoge pendek 100 g mentimun, buang bijinya, potong dadu 1 cm 50 g daun kemangi 5 batang kacang panjang, iris bulat tipis 1 sdm air lemon cui Bumbu, haluskan: 8 butir bawang merah 5 buah cabai merah 3 buah cabai rawit merah 1 ½ sdt gula merah 1 sdt terasi, bakar 1 sdt garam Pelengkap: Singkong kukus Ubi rebus Cara Membuat: 1. Aduk rata bumbu halus bersama kelapa parut dan air perasan lemon cui. Sisihkan. 2. Aduk bahan isi bersama kelapa parut yang sudah dibumbui secara merata. Sajikan disertai pelengkap. (f) Untuk 6 porsi sumber: https://www.femina.co.id/sayur/kohu-kohu
Ikan bakar dengan sambal dabu-dabu khas Maluku. Kerap disajikan dengan singkong, ubi, atau papeda. Bahan: 1 ekor (750 g) ikan tongkol 1 sdm asam jawa, larutkan dengan 50 ml air matang 2 sdt garam Sambal colo-colo, aduk rata: 100 g tomat hijau, potong dadu 10 buah cabai rawit merah, iris 5 butir bawang merah, iris 5 sdm air perasan lemon cui Pelengkap: Jagung manis, bakar Cara membuat: Lumuri ikan dengan air asam jawa dan garam. Sisihkan dalam lemari es ± 1 jam. Bakar ikan di atas bara api sambil dibalik-balik hingga matang di kedua sisinya. Angkat. Sajikan ikan bakar disertai sambal colo-colo dan pelengkap. (f) Untuk 6 porsi Kalori per porsi: 151 Kkal Resep telah diuji coba di Dapur Uji Femina Sumber: https://www.femina.co.id/ikan-seafood/resep-ikan-bakar-colo-colo
Baju Cele adalah pakaian tradisional yang berasal dari Maluku. Pakaian ini memiliki motif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil. Pakaian ini biasa dipadupadankan dengan kain salele yang diletakkan pada bahu dan biasa dikenakan pada upacara adat. Warna baju ini adalah warna-warna cerah, namun lebih sering didominasi dengan warna merah. Jika ada seorang gadis yang mengenakan pakaian ini maka ia akan disebut sebagai nona baju cele kaeng atau nona kain salele. Adapun jika seorang wanita yang mengenakannya maka ia akan dipanggil dengan sebutan nyonya kain salele. Baju cele ini bermotif garis-garis geometris/berkotak-kotak kecil. Baju cele ini biasanya dikombinasikan dengan kain sarung yang warnanya tidak terlalu jauh berbeda, harus seimbang dan serasi. Baju cele ini dipakai juga dalam upacara-upacara adat (acara pelantikan raja, acara cuci negeri, acara pesta negeri, acara panas pela dll.) dan di kombinasi dengan kain yang pelekat yang disalele yaitu disarung dari luar dilapis...