Sawo Walanda/Sawo Mentega/Alkesa adalah buah sawo yang berasal dari Amerika Selatan dan banyak ditemui di Garut. Buahnya berwarna kuning dan empuk, cocok diolah menjadi selai ataupun kue. Kue Bolu Sawo Walanda ini berbahan dasar sawo, gula, tepung terigu, telur, dan mentega serta diproses dengan cara dikukus. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Bahan-bahan penyusun buras jengkol adalah beras, jengkol, tempe, bawang merah, bawang putih, garam, gula, dan cabai merah. Proses pembuatan terbagi menjadi dua, yaitu pemasakan beras setengah matang dan pengolahan bumbu-bumbu. Hasil dari kedua proses tersebut dicampur, lalu buras jengkol ini dikemas dalam lipatan daun bambu dan dikukus hingga matang. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Menu Kerang Kijing diproses dengan cara: bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri, dan garam dihaluskan seraya kerang kijing direbus hingga cangkangnya terbuka (matang). Setelah itu, tumis daun bawang, cabe merah dan lengkuas hingga layu, bumbu halus, dan daging kerang kijing. Tambahkan daun kemangi, garam dan air lalu aduk hingga matang. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Nama Molen Baby Fish diambil dari bahan utama yang berupa ikan-ikan kecil. Ikan kecil yang telah digarami dicampur dengan adonan yang terdiri atas tepung, air, bawang merah, bawang putih. Adonan dipotong kecil-kecil dan dibalutkan ke tubuh ikan lalu digoreng hingga garing. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Pare yang terkenal pahit ini diolah menjadi keripik yang renyah. Tak perlu khawatir mengenai rasanya karena pare direndam dalam air garam selama 4 hari dan dicampur dengan bumbu-bumbu lain yang memberi sensasi asin dan pedas sebelum digoreng. Sumber: "Ragam Indonesia" Trans 7
Batik Sukabumi Motif Elang Jawa Situnggung dibuat dengan terinspirasi dari elang Jawa yang gagah perkasa dan menjadi raja di udara yang itu artinya batik ini bisa diharapkan merajai industri batik agar bisa lebih dikenal lebih luas. Elang Jawa yaitu salah satu spesies elang berukuran sedang yang endemik di Pulau Jawa khususnya di kawasan Gunung Gede Pangrango. Satwa ini dianggap identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda. Dan sejak 1992, burung ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia. Filosofi batik Sukabumi motif Elang Jawa Situgung adalah kehidupan kadang harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses perubahan. Kita harus berani membuang semua kebiasaan lama, meskipun itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Kita harus rela untuk meninggalkan sesuatu yang lama agar kita dapat mulai terbang dan menggapai tujuan yang dan lebih baik di masa depan. Sumber: https://infobatik.id/batik-su...
Batik Khas Kota Depok merupakan hasil dari "Lomba Desain Batik Khas Depok" yang diprakarsai oleh Dra. Hj. Nur Azizah Tamhid, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Depok (DEKRANASDA), pada tahun 2007. Lomba ini diikuti oleh 223 peserta dan menghasilkan 345 motif batik. Terpilih 10 motif batik dari 10 peserta lomba. Arti dan makna yang terkandung dalam Batik Khas Depok: Dari segi warna dasar batik: Warna kuning keemasan, merah marun, orange, biru, biru tua dan krem, di mana semua warna dasar tersebut melambangkan suatu kewibawaan, keteduhan, ketenangan dan keberanian. Dari segi motif dan simbol: Paricara Dharma, semboyan Kota Depok yang menjadi amanah semua komponen masyarakat Depok, yang mengutamakan pengabdian yang baik, benar dan adil. Simbol Sayap, berarti mengayomi, mengangkat tinggi harkat, martabat dan derajat masyarakat Depok pada umumnya. Simbol Buah Belimbing dan Ikan Memphis, melambangkan ke unggulan Kota Depok. Simbol Mega Mendung, memberi arti tingginya cita-cita...
Suku Sunda di Tatar Pasundan: provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Langsèng atau sèèng adalah peralatan dapur untuk membantu menanak nasi (mengukus nasi setengah matang / nasi tim / nasi aron). Langseng terbuat dari logam. Langseng tradisional terbuat dari tembaga, sedangkan yang lebih modern terbuat dari aluminium. Langseng berfungsi sebagai wadah untuk merebus air yang uapnya digunakan untuk mengukus, sekaligus sebagai tempat diletakkannya alat lain untuk menampung beras/nasi. Beras yang telah ditim atau diaron(direbus sampai airnya terserap) atau nasi diletakkan pada kukusan atau angsang (Sunda: aseupan). Aseupan pada langseng tembaga tradisional dibuat dari anyaman bambu berbentuk runcing di bawah, sedangkan pada Langseng aluminium modern terbuat dari aluminium pula. Di bagian bawah aseupan bambu diletakkan separuh batok kelapa yang dilubangi agar air tidak mengenai nasi/beras...
Suku Sunda di Tatar Pasundan: provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan) Aseupan atau kukusan adalah suatu wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain. Aseupan berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam. Seperti halnya seeng, aseupan merupakan alat memasak makanan yang penting yakni untuk menanak nasi. Oleh sebab itu hampir di setiap dapur masyarakat Sunda selalu didapati aseupan. Sumber: Sucipto, Toto, Rosyadi, dkk,. 2000. Kebudayaan Masyarakat Sunda di Kabupaten Lebak. Bandung: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Pengkajian dan Pembinaan Nilai-nilai Budaya Jawa Barat. http://uun-halimah.blogspot.co.id/2009/11/aseupan-jawa-barat.html https://www.mangyono.com/2014/12/peralatan-masak-tradisional-indonesia-kukusan-atau-aseupan.html