Upacara yang satu ini sebenarnya lebih berkaitan dengan religi, berdasarkan kepercayaan umat Islam Tapi hanya ditemukan di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Sehingga, menjadi sebuah tradisi yang khas dari daerah tersebut. Upacara Tabuik ini digelar sebagai bentuk peringatan atas kematian anak Nabi Muhammad SAW dalam sebuah perang di zaman Rasulullah dulu. Dilakukan pada Hari Asura setiap tanggal 10 Muharram tahun Hijriah. Beberapa hari sebelum datangnya waktu penyelenggaraan upacara ini, masyarakat akan bergotong royong untuk membuat dua tabuik. Kemudian, pada hari H, kedua tabuik itu di arak menuju laut di Pantai Gondoriah. Satu tabuik diangkat oleh sekitar 40 orang. Di belakangnya, rombongan masyarakat dengan baju tradisional mengiringi, bersamaan dengan para pemain musik tradisional. Lalu, kedua tabuik itupun dilarung ke laut. Sumber: https://pusakapusaka.com/5-upacara-tradisional-indonesia-yang-unik-dan-khas.html
Dulang/Talam Tembaga Dulang, selain digunakan sebagai wadah makanan juga berfungsi sebagai alat musik. Dulang sebagai alat musik biasanya dimainkan dalam mengiringi puju-pujian dan dakwa mengingat Tuhan yang kemudian dikenal dengan sebutan Selawat Dulang pada saat acara pernikahan dan peringatan hari raya Islam.
Kecapi Jepang Kayu, Logam Kecapi Jepang berbentuk persegi dengan tiga helai senar. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi pertunjukkan Basijobang dari daerah Payakumbuh. Sijobang adalah sejenis nyanyian yang memuat kisah tentang Anggun nan Tongga, putri Gondorlah. Dilihat dari namanya, kecapi ini mendapat pengaruh dari Jepang.
Rebab Pasisie & Tali Penggesek Kayu, Tali senar, Plastik. Merupakan alat musik gesek yang menyerupai biola Eropah. Pada awalnya rabab pasisie bentuknya sama dengan Rabab Pariaman yang badannya terbuat dari tempurung kelapa. Pada tahun 1920-an bentuknya berubah menyerupai bentukanya sekarang, meskipun cara memainkannya tetap sama. Dinamakan Rabab Pasisie karena banyak dijumpai di wilayah pesisir selatan Sumatera Barat. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi kaba yaitu sejenis tradisi lisan Minangkabau. Selain perubahan bentuk rebab nama pertunjukkannya pun berubah yang semula bernama barabab kini menjadi babiola.
Alat musik tradisional dari daerah minangkabau yang cara memainkannya ditiup secara bentuk sama seperti seruling dari jawa barat dengan lubang yang di fungsikan sebagai pengatur nada. Yang terbuat dari bambu
Talempong merupakan alat musik tradisional berasal dari daerah sumatera barat yang terbuat dari logam dan tembaga cara menggunakan nya dipukul menggunakan alat dari bahan kayu sama perti gamelan dari daerah jawa.
Alat musik tradisional yang unik ini terbuat dari tanduk kerbau cara kerjanya sama seperti terompet, warna nya hitam dan mengkilat alat ini tidak untuk mengiringi tari atau nyanyian hanya sebagai pemberi aba aba saja pada masyarakat minang
Sama seperti pupuik tanduak yang digunakan dengan cara ditiup hanya saja bahan yang digunakan untuk membuatnya batang padi dan di lilit dengan janur sehingga suaranya Melengking unik sehingga allat musik ini selalu digunakan saat upacara adat.
Seusai akad nikah yang dilanjutkan dengan acara basandiang atau bersanding di kediaman mempelai wanita, bukan berarti rangkaian tradisi perayaan pengantin Minangkabau telah selesai. Ada sebuah acara lagi yang dikategorikan sebagai perhelatan besar dalam tata cara adat istiadat perkawinan di Minangkabau yakni Manjalang . Acara ini mungkin bisa disamakan dengan Ngunduh Mantu yang berlaku menurut adat Jawa. Pelaksanaan acara beserta siapa saja tamu yang akan diundang seluruhnya dilakukan oleh pihak keluarga mempelai pria. Pada beberapa nagari di Sumatera Barat, tradisi ini istilahnya berbeda-beda. Ada yang menyebut dengan Menjalang Mintuo , Mahanta Nasi , Manyaok Kandang atau Mahanta Nasi Katunduakan , Mahanta Bubue , dan lain-lain. Namun maksud tujuannya sama, yaitu kewajiban untuk melaksanakan tradisi adat setelah akad nikah dari pihak keluarga mempelai wanita kepada keluarga mempelai pria. Dalam tradisi Minang...