Tanjung Menangis merupakan salah satu cerita rakyat yang hidup di Sumbawa. Cerita ini mengisakan bagaimana seorang putri raja yang sakit, jatuh cinta pada seorang tabib (dukun tua) dari Ujung Pandang,Sulawesi Selatan yang bernama Zaenal Abidin yang telah menyembuhkan dia dari penyakitnya. Setelah diketahui bahwa sang dukun yang sengaja berpenampilan seperti orang tua ternyata seorang pemuda yang tampan. Orang tua sang putri tidak rela anaknya kawin dengan dukun tersebut. Sang dukun diusir oleh Raja, dan lari ke laut untuk kembali kenegerinya. Sang dukun yang adalah seorang pemuda tampan, sampailah di sebuah tanjung. Sesampainya di tanjung tersebut, sang pemuda sudah naik perahu, tinggallah seorang putri seorang diri di tanjung tersebut merenungi nasibnya karena kasih tak sampai. Diatas perahu Zaenal Abidin, pemuda sakti menembang lawas : Kumenong si sengo sia intan e Leng poto tanjung menangis Kupendi onang kukeme. Larinya sang pemuda tampan itu akibat fitnahan hulubalang raja yang ta...
Tari Batu Nganga adalah seni tari dari Nusa Tenggara Barat yang mengkisahkan tentang cerita rakyat. Konon kisahnya menceritakan tentang rakyat yang cinta terhadap putri raja yang konon masuk batu dan rakyat memohon agar sang putri bisa keluar dari dalam batu itu. Sumber: https://ibnuasmara.com/tari-tradisional/
Di Desa Lekong, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa terdapat sebuah batu besar, tinggi, bundar bagian atasnya datar. Batu itu menggantung pada tebing bukit yang tinggi dekat sungai Lekong. Dari atas batu itu orang dengan leluasa dapat melihat ke bawah. Itulah sebabnya disebut “batu nong”. Kata “nong” dalam bahasa Sumbawa berarti “melihat ke bawah dari atas”. Jika batu nong itu dilihat dari kejauhan, kedudukannya sangat genting. Kalau ada getaran sedikit saja, rasa-rasanya batu itu pasti akan runtuh. Dalam kenyataan, telah beratus-ratus tahun batu itu tetap tidak bergeming. Bagaimana batu itu bisa berada di tempat tersebut, inilah ceritanya. Tersebutlah sebuah negeri di zaman dahulu kala. Negeri itu terkenal makmur, aman, dan damai. Tidak pernah terdengar perselisihan di antara penduduknya. Laki-laki dan perempuan kedudukannya sama, kecuali dalam satu hal, yaitu laki-laki tabu mencuci pantat anaknya yang habis buang air besar. Hal yang demikian d...
Bau Nyale merupakan festival rakyat yang diadakan di Lombok, NTB. Festival ini dirayakan dengan berduyun-duyun ke laut untuk menangkap cacing laut. Sumber: https://www.travelagent.co.id/article/traveling-ideas/8-ritual-dan-tradisi-tahun-2018
Pernahkah ke Pantai Senggigi? Nah, jika sudah pernah, di lokasi wisata menarik tersebut ternyata pengunjung tak hanya bisa menikmati keindahan pantainya saja, melainkan juga ada objek lain yang sayang jika dilewatkan ketika berkunjung kesana, yakni Pura Batu Bolong. Tak jauh dari namanya, mengapa pura ini disebut dengan Pura Batu Bolong karena memang pura ini berada di atas batu karang hitam di pantai tersebut yang memiliki lubang atau bolong di tengahnya. Keunikan yang lainnya yakni pura ini mempunyai posisi yang menjorok ke laut sehingga pengunjung yang datang bisa tepat berada diatas deburan ombak. Pura Unik Pura Batu Bolong ini, laiknya dengan pura atau tempat lain yang disucikan/dikeramatkan memiliki cerita dibaliknya. Adalah seorang pendeta yang berasal dari Jawa Timur bernama Dang Hyang Dwijenda yang disebut-sebut memiliki peranan signifikan dalam menyebarluaskan dan mengembangkan agama Hindu pernah singgah ke pura tersebut dan melewati perjalana...
Tersebutlah pada suatu malam, Datu Panda'i, anak raja di Sumbawa Timur bermimpi. Dalam mimpinya, ia menikahi seorang putri cantik bernama Sari Bulan. Atas dasar mimpi tersebut, Datu Panda'i berangkat dari istana hendak mencari Sari Bulan dengan diiringi para prajuritnya. Singkat cerita, Datu Panda'i bertemu Sari Bulan dan langsung mempersuntingnya. Pada suatu hari, Datu Panda'i bersama istrinya akan kembali ke Sumbawa. Sebelum pergi, mertuanya berpesan agar mereka tidak singgah di Pulau Dewa, sebab pulau itu merupakan sarang para jin, setan, dan iblis. Keesokan harinya, rombongan Datu Panda'i berlayar menuju Sumbawa. Ketika melalui Pulau Dewa, Sari Bulan yang sedang mengidam ingin memakan daging menjangan. Kasihan melihat istrinya, ia lupa akan pesan si mertua. Datu Panda'i dan awak kapal turun berburu menjangan, tetapi Sari Bulan ditinggalkan sendirian dalam perahu. Kunti, pelayan iblis, segera menyergap Sari Bulan dan mencungkil kedua matanya, kemud...
Adanya dua lintasan yang dilalui budaya keris ke NTB, yaitu lintasan utara dari Bugis masuk ke NTB bagian timur, sedangkan lintasan Barat dari Bali ke Lombok Keris Lombok secara umum berukuran besar dan panjang, yakni antara 58 cm sampai 71 cm. Sedangkan keris Sumbawa berukuran besar dan pendek, yakni antara 34 cm hingga 51 cm. Sementara itu keris Jawa berukuran sedang, antara 49 cm sampai 51 cm. Walaupun terdapat perbedaan dari segi ukuran, diperkirakan Lombok tidak memiliki mpu pembuat keris, melainkan sebatas sebagai perajin. Dalam berbagai cerita dikemukakan, seorang mpu yang membuat keris secara tradisional kadang tidak merasakan bara api yang ada di tangannya. Bahkan konon pembuatan keris dilakukan dengan menggunakan tangannya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2015/06/senjata-tradisional-nusa-tenggara-barat/
Selalu menyenangkan bisa berkunjung ke tempat yang memiliki nilai sejarah. Cerita unik di balik pembuatannya menjadi hal menarik untuk ditelusuri. Coba saja kunjungi Pura Meru yang berada di Lombok. Banyak hal menarik yang dapat Anda nikmati saat berkunjung ke sini. Tertarik? Terletak di tengah Kota Mataram, tepatnya di Jalan Selaparang, Kecamatan Cakranegara, Pura Meru merupakan yang terbesar dan tertua di wilayah Lombok. Dibangun pada tahun 1720 oleh Pangeran Anak Agung Made Larang, Pura Meru didedikasikan untuk 3 dewa utama umat Hindu (Dewa Brahma, Dewa Syiwa, dan Dewa Wishnu). Ketiga pura tersebut juga mewakili tiga gunung yang dianggap suci oleh pemeluk agama Hindu; Pura Brahma mewakili Gunung Agung di Bali, Pura Syiwa mewakili Gunung Rinjani di Lombok, dan Pura Wishnu yang diwakili oleh Gunung Semeru di Jawa Timur. Soal bentuk, hanya Pura Syiwa yang memiliki atap susun 11, sedangkan Pura Wishnu dan Pura Brahma memiliki atap susun berjumlah 9. “Meru&...
Zaman Dahulu kala, ada raja jin wanita bertahta di puncak gunung Rinjani. Ratu jin itu bernama Dewi Anjani dan memiliki peliharaan seekor burung Beberi berparuh perak dan berkuku baja.Waktu itu daratan Pulau lombok masih berupa bukit berhutan lebat dan belum di huni manusia. Pada suatu hari patih Dewi Anjani Patih Songan mengingatkan Dewi Anjani akan pesan kakek nya agar kelak dewi Anjani mengisi Pulau Lombok dengan Manusia. Kemudian Dewi Anjani mengajak patih Songan untuk memeriksa seluruh daratan pulau itu.Karena tanaman di hutan terlalu rapat sang Dewi dan patih tidak dapat berjalan. Kemudian Dewi Anjani berkata kepada Patih Songan, "Paman, karena pulau ini penuh sesak dengan tumbuhan, pulau ini kuberi nama Pulau Sasak." Begitu cerita kenapa pulau ini bernama Bumi Sasak dan sekarang Lebih di kenal dengan Pulau Lombok. Setelah mengetahui pulau itu penuh dengan hutan dan bukit, Dewi Anjani memerintahkan burung beberi...