masyarakat adat
479 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rateub Meuseukat
Tarian Tarian
Aceh

Tari Rateb Meuseukat berasal dari Aceh, provinsi Nangroe Aceh Darussalam. Pengaruh arab pada kebudayaan Aceh terlihat dari asal nama Reteb Meuseuket yang berasal dari bahasa Arab, rateb atau ratib yang berarti ibadah dan sakat yang memiliki definisi diam. Tarian ini dimainkan oleh sekelompok perempuan dengan baju adat Aceh dengan dominasi sikap simpuh dan menepuk tangan menghasilkan nada diiringisyair-syair dan alat musik asal Aceh, yaitu rapa'i, alat musik menyerupai rebana dan geundrang. Tarian Rateb Meuseukat diciptakan oleh anak Teungku Abdurrahim alias Habib Seunagan (Nagan Raya) sementara syair-syair yang berisi sanjungan terhadap Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW diciptakan oleh seorang ulama abad XIX yang berasal dari Seunagan, Teuku Cik di Kala. Sesuai dengan syair-syair tersebut, awalnya Rateb Meuseukat berfungsi sebagai media dakwah Islam yang dimainkan setelah mengaji atau kegiatan pembelajaran Islam lainnya. Namun, lambat laun tarian tersebut ditampilkan pula dala...

avatar
Riskiakia
Gambar Entri
Rapa'i
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Rapa'i merupakan alat musik tradisional asal Nangroe Aceh Darussalam yang termasuk dalam kelompok alat musik tabuh berbentuk bundar. Rapa'i memiliki tampilan fisik menyerupai rebana yang menandakan pengaruh Arab dari para pedagang Arab pada masyarakat Aceh. Alat musik ini terbuat dari kulit kambing dan kayu nangka.  Rapa'i dimainkan oleh sekelompok lelaki dan dapat berfungsi sebagai pengiring tarian daerah. Rapa'i terbagi menjadi beberapa jenis. Beberapa di antaranya adalah ; rapa'i pasee, rapa'i daboh,  rapa'i geurumpheng, rapa'i pulot, rapa'i geleng dan rapa'i aneuk.  Terdapat sumber yang menyebutkan mengenai hilangnya ribuan Rapa'i Pasee yang memiliki nilai yang tinggi pada masa gejolak Aceh (1976-2005). Ripa'i Pasee merupakan salah satu jenis Ripa'i terbesar yang memiliki diameter mencapai 1,3 meter sekaligus menjadikannya sebagai Ripa'i yang  Terdapat pepatah aceh yang berkata &...

avatar
Riskiakia
Gambar Entri
Peusijuek
Ritual Ritual
Aceh

Kata  peusijuek  (=men-dinginkan) barasal dari akar kata  sijue’  yang berarti dingin. Dingin atau sejuk, dalam negeri-negeri tertentu di daerah tropis berarti juga: kebahagiaan, ketentraman, kedamaian panas (bahasa Aceh:  seu’uem ) adalah serupa dengan menimbulkan bencana. Jika seseorang memperoleh pengaruh-pengaruh “panas” atau sedang berada dalam keadaan demikian, maka orang itu akan mencari obat-obat pendingin untuk menghilangkan atau menolak pengaruh-pengaruh panas itu. Pada setiap umurnya, manusia tidak terlepas dari pengaruh itu; oleh karenanya  peusijue”  itu dilakukan pada seluruh umur. Sebagai obat pendingin termasuk juga beras (bahasa Aceh:  breueh ) dan padi (bahasa Aceh:  padè ), 2 butir telur mentah dan semangkok air yang dibubuhi kedalamnya tepung beras sedikit (bahasa Aceh:  teupông taweue ). Dalam air itu dimasukkan juga tumbuh-tumbuhan yang bersifat dingin, yaitu:  &oc...

avatar
Oase
Gambar Entri
Ranup Lampuan
Tarian Tarian
Aceh

Ranup Lampuan  adalah kesenian tari yang berasal dari  Nangroe Aceh Darussalam . Tari ini merupakan visualisasi dari salah satu filosofi hidup warga Aceh, yakni menjunjung keramah-tamahan dalam menyambut tamu. Gerakan demi gerakan dalam Ranup Lampuan menggambarkan prosesi memetik, membungkus, dan menghidangkan sirih kepada tamu yang dihormati, sebagaimana kebiasaan menghidangkan sirih kepada tamu yang berlaku dalam adat masyarakat Aceh. Menilik karakteristiknya, atas dasar tersebut, tari ini digolongkan ke dalam jenis tari adat/upacara. Sejarah Ranup Lampuan Ranup  (atau ranub) dalam  Bahasa Aceh  memang berarti sirih, sementara  lampuan terdiri dari dua kata, yakni  (lam)  yang artinya dalam, dan  (puan)  yang berarti tempat sirih khas Aceh. Tarian ini diciptakan oleh Yusrizal (Banda Aceh) kurang lebih pada 1962 (Burhan, 1986; 141). Tak lama setelah populer di Banda Aceh, tari ini berkembang di berbagai daerah lainny...

avatar
Oase
Gambar Entri
Bungong Jeumpa
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Aceh

Ketika mendengar  “Bungong Jeumpa”  setiap orang akan  mengingat Aceh. Kemegahan Lagu Bungong Jeumpa seolah telah tersebar hingga ke pelosok negeri, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Berikut sepenggal lirik lagu yang sangat populer itu, namun kadang keliru dilafalkan: Bungong Jeumpa Bungong Jeumpa Meugah di Aceh Bungong teuleubeh teuleubeh Indah lagoina Puteh kuneng meujampu mirah Bungong si-ula si-ula Lam sinar buleun  lam sinar buleun angen peu ayon Luroh meususon  meususon yang mala mala mangat that meubee meunyo tatem com Leupah that harom si bungong Jeumpa   Bungong Jeumpa  adalah bunga kebanggaan masyarakat Aceh. Di luar Aceh, bunga ini dikenal dengan sebutan Bunga Kantil. Dahulu  Jeumpa  tumbuh liar di Bumi Serambi Mekkah karena  Jeumpa  memang tumbuhan endemik yang tumbuh subu...

avatar
Oase
Gambar Entri
Ritual Adat Sawah Kluet
Ritual Ritual
Aceh

Secara umum upacara-upacara adat yang diselenggrakan oleh petani selama mengerjakan sawah dilakukan pada tahap-tahap tertentu. Misalnya pada saat menjelang turun ke sawah untuk pertama kalinya. Pada tahap ini masyarakat biasanya menyebutnya  Kenduri ule Lhueng  atau  babah lhueng . Kenduri ini dilaksanakan pada saat air dimasukkan ke dalam alur yang akan mengairi sawah. Pada saat kenduri  ule lhueng  dilakukan pemotongan kerbau. Tempat kenduri biasanya dekat mulut alur. Sesudah padi ditanam di daerah adat istiadat Kluet, dilangsungkan  keunduri kanji pada saat pai berumur 1-2 bulan, yaitu dengan membawa bubur ke sawah. Mengantar bubur ke sawah dengan upacara tertentu yang dipimpin oleh  kejurun belang . Menjelang bunting atau dara atau padi berisi, diadakan  kenduri sawah . Sedangkan untuk di daerah lainnya berbeda-beda dalam penyebutannya. Misalnya di Aceh besar biasa disebut  keunduri geuba geuco  di tempat kubur...

avatar
Oase
Gambar Entri
Kopi Gayo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Tanaman kopi adalah spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili rubiaceae  dan genus  coffea . Tanaman kopi masuk ke Indonesia pada tahun 1696 oleh orang-orang Belanda, akan tetapi usaha yang pertama ini gagal. Usaha ini diulangi lagi pada tahun 1699 dan berhasil, selanjutnya dikembangkan perkebunan-perkebunan kopi di pulau Jawa. Perkebunan-perkebunan kopi arabika di Jawa pada saat itu berkembang dengan pesat, karena kopi yang dihasilkan di Jawa mempunyai mutu yang baik dan sangat digemari oleh orang-orang Eropa. Kopi Arabika kemudian menyebar ke pulau-pulau lain seperti Sumatera, Sulawesi, Bali dan lainnya, akan tetapi luas perkebunan di luar pulau Jawa tidak seluas di Jawa. Pada akhir abad ke-19, pemerintah kolonial Belanda melakukan kebijakan penetrasi di bidang pertanian ke kampung-kampung Gayo. Perkebunan kopi di Aceh Tengah dibangun menjelang akhir abad ke-19 sebagai bagian dari proyek perkebunan yang dikembangkan oleh pemerintah kolonial...

avatar
Oase
Gambar Entri
Galumbang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Permainan ini lebih bersifat olahraga bela diri yang digemari oleh masyarakat di pulau Simeulu. Olahraga ini dibutuhkan untuk menghadapi serangan binatang buas. Dalam permainan dibutuhkan keterampilan fisik dan kemahiran magis. Permainan galumbang dimainkan dua regu masing-masing beranggota ± 20 orang. Galumbang dimainkan dalam upacara perkawinan pada waktu mengantar pengantin atau dalam menyambut tamu agung. Cara permainan adalah salah satu regu membelakangi tamu sebagai penjaga. Sedang regu yang lain menghadap tamu seperii akan menyerangnya. Permainan ini sama dengan silat. Maka dalam permainan terdapat banyak gerakan silat untuk saling menyerang dengan diiringi bunyi-bunyian, meskipun bukan keharusan.   Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1192/permainan-galumbang

avatar
Oase
Gambar Entri
Rumah Adat Aceh
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Aceh

Rumah adat daerah Aceh atau sering juga disebut Krong Bade atau Rumoh Aceh.  Pada jaman dulu, atap rumah adat Aceh terbuat dari daun rumbia. Jadi jika ada kasus kebakaran, pemilik rumah bisa langsung memotong bagian daun yang terbakar, tanpa kesulitan. Dibagian depan rumah biasanya terdapat guci atau gentong untuk menyimpan air. Gentong air ini digunakan untuk menyimpan air untuk mencuci kaki atau membersihkan kaki jika ada tamu berkunjung. Rumah tersebut biasanya berbentuk panggung dan dilengkapi dengan tangga. (Sumber :  http://alatmusiktradisional.com/rumah-adat-aceh-asal-usul-dan-penjelasan-singkat.html)      

avatar
Eniwinarti