Babaritan merupakan upacara adat memohon keselamatan pada tanggal 10 bulan mulud, yang biasanya dilaksanakan di perempatan jalan yang banyak di lalui orang. Hidangan yang disajikan biasanya lontong sayur, tumpeng, buah-buahan. Biasanya acara pertama kirim doa untuk leluhur daerah tersebut, setelah doa penutup lalu warga yang hadir berebut makanan yang disajikan.
masyarakat Cirebon terlihat dari aktivitas mereka yang melakukan upacara Nadran atau biasa orang-orang Cirebon menyebutnya Sedekah Laut. Upacara sedekah laut ini juga dilakukan oleh masyarakat Indramayu dan Subang. Dalam perkembangannya tradisi upacara Nadran tidak hanya berkembang di masyarakat Cirebon saja. Upacara Nadran adalah upacara adat masyarakat pesisir Nadran memiliki arti janji atau rasa syukur . Nadran berasal dari kata nazar dalam bahasa Arab yang memiliki arti janji. Janji atau rasa syukur masyarakat pesisir Cirebon atas rezeki yang telah dilimpahkan yang maha kuasa kepada mereka. Secara turun temurun, upacara Nadran adalah upacara yang lahir dari akulturasi agama Islam dan Hindu . Perpaduan tersebut menciptakan upacara Nadran Dalam pelaksanaan upacara Nadran, pertama kali yang dilakukan adalah menyembelih kerbau dengan cara memotong kepala kerbau disertai memotong tumpeng. Kepala kerbau tersebut dibungkus...
Permainan Tradisional BENTENGAN Deskripsi Singkat Permainan Bentengan sudah menyebar ke seluruh wilayah nusantara. Asal usul permainan ini tidak diketahui secara jelasnya, namun yang pasti permainan ini sudah sejak lama dikenal dan dimainkan masyarakat. Permainan ini biasa dilakukan di malam hari, terutama di malam terang bulan. Pemain Permainan ini pada umumnya dilakukan paling sedikit delapan orang anak dan makin banyak pemain maka semakin meriahlah permainan ini. Pemain umumnya adalah anak laki-laki karena permainan ini memerlukan banyak tenaga untuk berlari. Iringan Permainan Permainan ini tidak memerlukan iringan baik berupa nyanyian maupun suara musik tertentu. Persiapan Yang perlu dipersiapkan dalam permainan ini adalah lapangan atau tempat luas yang terdapat minimal dua batang pohon atau tiang yang nantinya digunakan sebagai benteng. Jarak antar benteng minimal sepuluh meter. Aturan Permainan Sebelum memulai permainan ini sebaiknya menentukan peraturan-peraturan y...
Cangkuang adalah nama suatu desa berikut danau yang mengelilinginya. Candi yang ditemukan dan direkonstruksi di kawasan tersebut kemudian juga disebut Candi Cangkuang . Cangkuang termasuk Kecamatan Leles , Kabupaten Garut , Jawa Barat. Keletakan Candi Cangkuang dinaungi oleh pohon-pohon tua dan langka di atas sebuah bukit –pulau di tengah-tengah danau Cangkuang . Kawasan ini merupakan ini merupakan suatu cekungan pada ketinggian ± 695 m di atas permukaan laut, dikelilingi bukit. Danau Cangkuang luasnya 6,5 Ha, banyak ditumbuhi teratai dan ganggang, merupakan taman air serba guna seperti pengairan sawah, perikanan, pemandian dan lain-lain. Pulau Cangkuang terdiri atas bagian bukit dan dataran rendah. Candi Cangkuang terletak pada bagian paling tinggi, sekarang dihiasi pertamanan dan sebuah balai informasi, juga terdapat pemakaman setempat. Pada bagian dataran rendah terdapat kampung adat y...
Hikayat yang beredar dari mulut ke mulut menuturkan, alkisah Raden Wiralodra, putra ketiga Tumenggung Gagak Singalodra yang bermukim di daerah Banyuurip, Bagelen, Jawa Tengah , terpanggil untuk mencari dan mengembangkan wilayah di sekitar Sungai Cimanuk. Di bawah kepemimpinan Wiralodra, wilayah itu berkembang pesat. Karena itu, ia ingin memperluas wilayahnya hingga ke Sumedang. Dengan kesaktiannya, Wiralodra lalu mengubah dirinya menjadi seorang perempuan sangat cantik bernama Nyi Endang Dharma Ayu. Melihat kecantikan Darma Ayu, Adipati Sumedang jatuh hati, lalu memperistrinya. Sebagai mas kawin, Adipati Sumedang bersedia memenuhi segala permintaan Nyi Darma Ayu yang meminta sebidang tanah seluas kulit kerbau . Ketika digelar, kulit itu membentang luas dari Begelen ke Sumedang. Setelah pernikahan, Nyi Darma Ayu kembali menjadi laki-laki. Nama Endang Dharma Ayu lalu menjadi asal nama Indramayu. Hingga saat ini masyarakat setemp...
Beberapa abad yang lalu tersebutlah Kesultanan Kartasura. Kesultanan sedang dilanda kesedihan yang mendalam karena permaisuri tercinta sedang sakit keras. Pangeran sudah berkali-kali memanggil tabib untuk mengobati sang permaisuri, tapi tak satupun yang dapat mengobati penyakitnya. Sehingga hari demi hari, tubuh sang permaisuri menjadi kurus kering seperti tulang terbalutkan kulit. Kecemasan melanda rakyat kesultanan Kartasura. Roda pemerintahan menjadi tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Hamba sarankan agar Tuanku mencari tempat yang sepi untuk memohon kepada Sang Maha Agung agar mendapat petunjuk guna kesembuhan permaisuri,” kata penasehat istana. Tidak berapa lama, Pangeran Kartasura melaksanakan tapanya. Godaan-godaan yang dialaminya dapat dilaluinya. Hingga pada suatu malam terdengar suara gaib. “Hentikanlah semedimu. Ambillah bunga karang di Pantai Selatan, dengan bunga karang itulah, permaisuri akan sembuh.” Kemudian, Pangeran Kartasura segera pu...
Penduduk kampung adat Cirendeu mengonsumsi singkong sebagai panganan utama sejak tahun 1918. Kebiasaan tersebut berawal dari sulitnya mendapatkan beras pada jaman penjajahan sehingga warga berpuasa untuk menyimpan beras. Karena kesulitan yang dialami, maka warga memutuskan untuk mengganti beras dengan bahan lainnya yang berasal dari umbi-umbian seperti ubi dan talas. Karena tidak dapat bertahan lama, maka warga terus mencari pengganti beras sampai akhirnya menemukan singkong yang selain mudah untuk ditanam juga dapat diolah dan bertahan lama. Dari penemuan tersebut akhirnya secara turun-temurun masyarakat kampung adat Cirendeu mengonsumsi singkong sebagai makanan pokoknya.
Gunungan Di sebelah panggung terdapat sebuah saung yang didekorasi dengan bentuk gunungan (menyerupai gunung) yang dibentuk dari beberapa undakan. Di bagian paling atas diletakkan singkong sebagai pertanda bahwa masyarakat kampung adat Cirendeu sangat menghormati singkong sebagai komoditi utama dan kebutuhan utama sehari-hari. Pada undakan berikutnya terdapat beberapa pangan lain yang ditata tanpa aturan tertentu, hanya mempertimbangan sisi estetik saja. Tiang Panggung Pada tiang di panggung pertunjukan terdapat beberapa hasil panen yang tersusun berdasarkan tempat tumbuh nya buah. Urutan dari atas ke bawah yaitu Kelapa, Pisang, Jagung, Kacang panjang, Wortel, Terong, Lobak, Kacang tanah, dan Singkong. Daun Selain bahan pangan, terdapat beberapa tumbuhan daun yang juga digunakan untuk dekorasi seperti pohon hanjuang, caringin, dan puring Janur Daun yang dipakai untuk membuat janur diambil langsung dari Cirendeu. Pembuatannya tidak...
Gunungan Di sebelah panggung terdapat sebuah saung yang didekorasi dengan bentuk gunungan (menyerupai gunung) yang dibentuk dari beberapa undakan. Di bagian paling atas diletakkan singkong sebagai pertanda bahwa masyarakat kampung adat Cirendeu sangat menghormati singkong sebagai komoditi utama dan kebutuhan utama sehari-hari. Pada undakan berikutnya terdapat beberapa pangan lain yang ditata tanpa aturan tertentu, hanya mempertimbangan sisi estetik saja. Tiang Panggung Pada tiang di panggung pertunjukan terdapat beberapa hasil panen yang tersusun berdasarkan tempat tumbuh nya buah. Urutan dari atas ke bawah yaitu Kelapa, Pisang, Jagung, Kacang panjang, Wortel, Terong, Lobak, Kacang tanah, dan Singkong. Daun Selain bahan pangan, terdapat beberapa tumbuhan daun yang juga digunakan untuk dekorasi seperti pohon hanjuang, caringin, dan puring Janur Daun yang dipakai untuk membuat janur diambil langsung dari Cirendeu. Pembuatannya tidak...