Masyarakat Bali tak bisa dilepaskan dari kegiatan peribadatan dan tentunya tempat peribadatan itu sendiri. Adalah Pura Dalem Sangsit merupakan salah satu pura yang memiliki daya tarik tersendiri. Yang paling menonjol dari pura ini yakni relief yang terdapat pada tembok luar pura tersebut yang menggambarkan cerita Bima Swarga. Secara umum, dalam cerita ini menggambarkan adanya hukuman imbalan yang diterima oleh setiap orang pasca yang bersangkutan meninggal dunia. Misalnya saja, hukuman kelak setelah seseorang mati dimana ketika ia di dunia melakukan perbuatan perzinahan atau pembunuhan. Dalam relief ini juga terkandung makna filosofis mengenai hak dan kewajiban umat Hindu. Misalnya, ada penggambaran seorang wanita yang mesti menyusui seekor ulat raksasa karena tidak mampu memberikan keturunan. Makna Relief Karena terjangan umur, tak heran di beberapa bagian reliefnya sudah tampak kabur, meskipun di beberapa bagian lainnya masih nampak jelas. Berada...
Tari Legong Jobog merupakan salah satu judul dari sekian banyak jenis tari Legong yang ada di Bali. Sama seperti tari Legong yang lain tarian ini ditarikan oleh 2 penari wanita dengan kostum yang sama dan menggunakan kipas sebagai properti. Tarian ini mengisahkan perang saudara antara Subali dan Sugriwa, 2 orang pangeran yang berubah rupa menjadi seekor kera. Karena rupa itulah mereka menjadi tidak saling kenal dan akhirnya bertarung. Namun akhirnya mereka kembali berdamai karena menyadari hubungan saudara satu sama lain. Nara Sumber: Ni Kadek Rai (Dosen ISI Yogyakarta)
Tradisi yang dilaksanakan setiap tahun sekali di Pura Samuan Tiga ini juga menarik perhatiann wisatawan asing, demikian dikutip dari artikel perang sampian di Pura Samuan Tiga . Juga dalam kutipan artikel tersebut dijelaskan pula bahwa, sebelum tradisi ini dimulai, dilakukan upacara Nampiog, Ngober dan Meguak-guakan. Dalam upacara ini, ratusan warga mengelilingi areal pura sambil menggerak-gerakkan tangan mereka seperti burung gagak (goak). Prosesi ini diikuti oleh para permas atau ibu-ibu yang sudah disucikan. Selain ibu-ibu, para pemangku pura setempat juga ikut mengelingi areal Pura. Setelah prosesi ini selesai dilanjutkan dengan upacara Ngombak. Pada upacara ini para wanita yang berjumlah 46 orang, serta laki-laki atau sameton parekan yang juga sudah disucikan berjumlah 309 orang melakukan upacara Ngombak (melakukann gerakan seperti ombak). Upacara ini dilakukan dengan cara berpegangan tangan satu sama lainnya, kemudian bergerak laksana ombak. Sete...
Pakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang. Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala. Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang. Sumber: https://baabun.com/kebudayaan-bali/
Pakaian tradisional bali laki-laki berbentuk destra (ikat kepala), kain songket, saput, dan dilengkapi dengan sebilah keris yang diselipkan didaerah pinggang bagian belakang. Sedangkan dengan pakaian adat bali wanita ini menggunakan dua helai kaing songket, setagen songket dan selendang, selain menggunakan dua helai kain songket dan lain sebagainya, pakaian adat bali untuk wanita ini dilengkapi dengan hiasan-hiasan bunga emas dan hiasan bunga kamboja diatas tepat pada kepala. Perhiasan-perhiasan untuk menghias pakaian adat bali khusus wanita ini adalah seperti kalung, subang, dan gelang. Sumber: https://baabun.com/kebudayaan-bali/
Ritual ini dilaksanakan oleh warga desa Sidepta, Buleleng, Bali. Tidak seperti ritual lainnya yang biasa diadakan setiap tahun, ritual Agung Briyang ini hanya dilaksanakan 3 tahun sekali setiap bulan ‘penuh’ dalam bulan kesepuluh kalender Bali yang dipersembahkan untuk para leluhur desa sekaligus untuk menolak bala dari para roh jahat. Ritual ini dimulai dengan para pria yang berdiri mengitari api di depan Pura Agung Candi, diikuti dengan para wanita yang membawa sesajen di kepala mereka. Ritual diawali dengan pembacaan do’a yang ditujukan untuk para dewa keselamatan sekaligus untuk mengusir roh jahat. Setelah itu para pria akan mulai membersihkan senjata mereka karena dipercaya hal itu dapat menangkal gangguan para roh jahat. Walaupun ritual ini hanya dilaksanakan 3 tahun sekali tapi para warga desa Sidepta menjamin akan melestarikannya. Hal ini didasari oleh kasus pada tahun 1999, saat itu warga desa tidak melaksanakan ritual Agung B...
Tari Nampyog yang disakralkan dan dipentaskan di pura Samuantiga desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar mempunyai keunikan-keunikan antara lain tari Nampyog merupakan tarian sebagai pelengkap dari rangkaian upacara piodalan di Pura Samuantiga yang bermakna penyucian dalam rangkaian Ida Bhatara akan tedun dan penetralisir mrana (wabah penyakit)\\\ penari tari Nampyog adalah wanita yang tidak mengalami menstruasi lagi (menopause). penari tari Nampyog adalah orang-orang yang berkomitmen untuk menjadi pengayah seumur hidupnya yang disebut dengan permas. apabila pengayah permas ini tidak mampu lagi menjadi pengayah, maka akan diteruskan oleh pewarisnya (berdasarkan keturunan) tari Nampyog ini diiringi oleh beberapa gamelan (gong, angklung) secara bersamaan yang ngayah saat upacara piodalan. tari Nampyog yang disakralkan ini dipentaskan hanya pada saat upacara piodalan di pura Samuan tiga desa Bedu...
upacara sakral didesa Pujungan dimana dilakupan pada tutug ketelun di lebar karya sebelumnya diadakan pecaruan panggeleluar..dan dilanjutkan dengan tradisi magoawak gowakan. oleh daha dan truna Muda dan mudi dari segala umur berjalan kaki demi berpartisipasi dalam acara meguak-guakan dalam menyambut hari raya Nyepi tahun Caka 1939 Bertempat di tanah lapang, muda mudi dari segala usia terlihat antusias mengikuti acara tersebut. Sebanyak 12 orang berjajar membentuk ular, antara kelompok pria melawan kelompok wanita. "Guak..guak..." begitulah yang leader kelompok ucapkan. acara meguak-guakan ini merupakan acara yang rutin dalam menyambut hari Raya Nyepi di Desa Adat Pakraman Kintamani. "Yang mengikuti acara ini adalah seluruh warga Desa Adat Pakraman Kintamani sebanyak 1.000 KK dengan total 4.000 lebih warga," Peserta dalam acara meguak-guakan ini bukan hanya warga asli dari Kintamani sa...
Tari Durga Mahisasura Mardini adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Bali. Tarian ini merupakan tari kreasi yang terinspirasi dari kisah Durga Mahisasura Mardini yang tertulis didalam lontar Siwagama. Naskah klasik tersebut berkisah tentang suatu peristiwa pada saat dewa-dewi di surga kewalahan dalam menghadapi serangan Raksasa Rakta. Melihat keadaan tersebut, Dewa Syiwa memerintahkan kepada Dewi Durga untuk menghabisi Raksasa Rakta dengan memakai senjata dewata nawasanga. Tokoh Dewi Durga Mahisasura Mardini didalam berbagai penampakan, baik itu dalam lukisan, candi, ataupun arca, selalu diwujudkan sebagai perempuan yang mempunyai tangan banyak dan menunggangi binatang harimau. Sementara, senjata dewata nawasanga didalam kepercayaan Hindu Bali merupakan manifestasi dari 8 (delapan) arah mata angin (delapan dewa) dengan Dewa Syiwa sebagai pusatnya. Berkat senjata dewata nawasanga, Raksasa Rakta itupun akhirnya tewas walau sempat menjelma menjadi kerbau yang sangat...