Upacara adat Merti Bumi Nyadran Sumber Air Air Tuk Suracala“ ini biasanya dilaksanakan pada Rabu Kliwon mangsa kapat (Kalender Jawa) setiap tahunnya di Surocolo, Seloharjo, Pundong Bantul. Tujuannya adalah ungkapan terimakasih atas rejeki dan keselamatan yang diterima selama ini. Dimeriahkan dengan kirab dan pentas seni.
Untuk menolak penyakit / marabahaya dan untuk mensyukuri rejeki yang telah diterimanya, masyarakat Wonokromo, Plered, Bantul melaksanakan Upacara Adat Tradisi Rebo Pungkasan pada hari Selasa malam Rabu terakhir bulan Sapar. Masyarakat mengarak lemper raksasa dan jodhang dari masjid Al Huda menuju balai desa Wonokromo. Sesampai di balai desa, dilanjutkan dengan doa bersama. Acara dilanjutkan dengan pemotongan lemper raksasa dan perebutan lemper dan jodang hasil bumi.
Setiap tanggal 15 Sura dilaksanakan Upacara Adat Tradisi Labuhan Hondodento dengan prosesi dari Joglo Parangkusumo menuju Pantai Parangkusumo. Dalam ritual ini masyarakat mengagungkan nama Hyang Ilahi dan memohon rahmat karunia serta perlindunganNya, agar mereka mendapat kesejahteraan lahir dan batin.
Masyarakat Krebet mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME atas rejeki yang telah diterima, memohon untuk dijauhkan dari mara bahaya, dan rejeki untuk waktu yang akan datang, melalui Upacara Adat Tradisi Merti Dusun Krebet. Agenda ini biasanya dilaksanakan pada Bulan Jumadil akhir Kalerder Islam pada hari Sabtu legi.
Upacara Adat Tradisi Labuhan Nelayan Mina Bahari 45 ini biasanya diadakan pada Kamis atau Senin Wage bulan Sura di Pendapa Pantai Depok. Diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan kenduri, dan diakhiri dengan melabuh sesaji, masyarakat (nelayan) mengungkapkan rasa syukur atas anugerah tangkapan ikan, dan juga memohon rejeki untuk masa yang akan datang.
Tidak kalah dengan wilayah nusantara lainnya, Garut juga memiliki makanan khas berupa soto. Perbedaan pada soto Garut dengan soto dari wilayah lainnya adalah kuahnya yang cenderung asin dan gurih karena dibuat dari santan dan rempah. Kuahnya berwarna kuning dan pekat berbeda dengan kebanyakan soto yang kuahnya bening. BAHAN-BAHAN 150 gram babat sapi, direbus bersama daun salam dan jahe, dipotong 2×2 cm 150 gram kikil, direbus bersama daun salam dan jahe, dipotong 2x2cm 300 gram daging sapi 2.000 ml air 2 lembar daun salam 2 batang serai, dimemarkan 1 sendok makan garam 1 sendok teh gula pasir 400 ml santan dari 1 butir kelapa 2 sendok makan minyak untuk menumis BUMBU HALUS 8 butir bawang merah 3 siung bawang putih 3 butir kemiri, disangrai 2 cm kunyit, dibakar 1/2 sendok teh merica 1 cm jahe BAHAN TABURAN 3 tangkai seledri, diiris 2 sendok makan bawang goreng 100 gram kacang kedelai goreng BAHAN PELENGKAP 100 gram kerupu...
Menurut Effat Al – Syarqawi, pengertian budaya dari sudut pandang agama islam adalah suatu khasanah dalam sejarah dari sekelompok masyarakat yang tercermin pada di kesaksian dan berbagai nilai kehidupan. Menurut Al- Syarqawi suatu kehidupan harus memiliki makna dan nilai rohaniah, yang memiliki tujuan sebagai pedoman hidup. Kemudian menurut Soelaiman Soemardi & Selo Soemardjan pengertian budaya ialah sesuatu kebudayaan yang merupakan hasil karya meliputi cipta dan rasa dari masyarakat. Budaya memang memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan masyarakat, sehingga masyarakat tersebutlah yang menciptakannya. Sedangkan arti tradisional menurut KBBI adalah sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun. Karinding merupakan alat musik tradisional yang sudah lebih dari 600 tahun digunakan oleh masyarakat di Jawa Barat. Namun, adapula yang mengatakan bahwa karinding itu sudah digunakan pada zaman purba ata...
Tanam Sasi merupakan upacara adat kematian yang berkembang di Kabupaten Merauke dan juga sering dilaksanakan oleh suku Marind atau Marind-Anim. Suku Marind terletak di wilayah dataran luas Papua Barat. Kata Anim mempunyai arti laki-laki, dan kata anum mempunyai arti perempuan. Jumlah penduduknya sebanyak 5000-7000 jiwa. Sasi mempunyai arti sejenis kayu yang menjadi media utama dari rangkaian upacara adat kematian. Sasi tersebut ditanam selama empat puluh hari setelah kematian seseorang yang ada di daerah tesebut. Sasi tersebut akan dicabut kembali setelah 1.000 hari ditanam. Kayu (sasi) yang digunakan tentu bukan sembarang kayu. Kayu yang ditanam dalam tradisi Tanam Sasi tentu memiliki makna bagi masyarakat suku Marind, Papua yaitu: Ukiran kayu khas Papua melambangkan kehadiran roh nenek moyang. Sebagai tanda keadaan hati bagi masyarakat Papua, seperti menyatakan rasa sedih dan bahagia. Sebagai simbol kepercayaan dari masyarakat kepada motif manusia, hewan, tumbuhan, dan...
Ritual carok merupakan sebuah ritual yang dilakukan oleh masyarakat Madura sebagai bentuk tindakan oembalasan terhadap orang yang melakukan pelecehan harga diri- terutama gangguan terhadap istri ataupun perempuan yang melibatkan orang Madura. Dalam konteks ini, carok sebagai institusionalisasi kekerasan mencerminkan monopoli kekuasaan suami (laki-laki) terhadap istri (perempuan). Monopoli ini antara lain ditandai oleh adanya perlindungan secara berlebihan terhadap istri (perempuan) seperti tampak pada pola permukiman taneyan lanjang, tata cara penerimaan tamu (khususnya laki-laki), cara berpakaian dan model pakaian, kebiasaan melakukan perkawinan antar keluarga khususnya perkawinan dibawah umur, dan sebagainya. Oleh karena semua pelaku carok adalah laki-laki, maka pembunuhan yang melibatkan orang perempuan tidak disebut sebagai carok. Carok, oleh orang Madura dianggap semata-mata sebagai urusan laki-laki. 1 Carok, juga dipandang sebagai alat untuk meraih posisi atau status sosial y...