Candi Sambisasri terletak di Dukuh Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara astronomis terletak pada 07° 45’ 48.13” LS dan 110° 26’ 46.43” BT. Candi Sambisari pertama kali ditemukan pada bulan Juli 1966, yakni ketika seorang petani yang sedang mencangkul sawahnya, tiba-tiba terbentur mengenai sebuah bagian batu candi yang berukir. Setelah melalui penelitian ternyata temuan tanpa sengaja tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah gugusan candi yang terpendam hingga kedalaman 6,5 meter di dalam tanah yang merupakan endapan lahar vulkanik dari gunung Merapi. Pada bulan September 1966 untuk pertama kalinya dilakukan kegiatan penelitian sistematis berupa ekskavasi arkeologis yang dilaksanakan oleh Kantor Cabang I Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional di Prambanan dengan dibantu oleh para mahasiswa Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Tahun 1975 hin...
Buku ini memuat keterangan keterangan tentang rumah orang jawa, antara lain dari rumah kayuserta bentuk bentuknya, pemilihan kayu jati yang baik warnanya, awet, yang mempunyai angsar baik dan tidak baik, cara menebang, anggebing atau cara menyigar kayu, ukuran balungan,dll. Diurutkan sejak jaman kuno. Ringkasan dari masa Panti Boedja ada dua : buatan R. Tonojo (1 halaman ketikan) dan M. Sinoe Moendisoera ( 3 halaman, tulisan tangan ,huruf jawa). Naskah juga pernah dibuat alihaksara pada jaman Panti Boedja; Lihat LL13. Menurut kolofonnya (h.39), naskah disalin oleh Mangundarma di Surakarta. Penyalinan selesai pada hari 23 Robigulahir, Ehe 1836 (16 Juni 1906). Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1645#prettyPhoto[gallery]/3/
Sejarah Kartasura jaman Pakubuwana I, sewaktu putra mahkota (Amangkurat IV) kembali ke Kartasura pada tahun 1715, kemudian deskripsi kewibawaan Pangeran Purbaya dengan wewenang yang besar sekali pada jaman Amangkurat IV Dan diadopsi R. Sahid, R. Sambaya, R. Sabar (putra dari Pangeran Harya Mangkunegara Kartasura), kemudian tentang R.M. Garendi (putra Pangeran Tapasana), melalui jaman PB II dengan Dirk van Cloon sebagai Gubernur Jendral dan Geger Pecina. Teks berahir dengan tertangkapnya Amangkurat Mas dan dibawa ke Semarang, sedang tuga hari kemudian Kapten Undur (Hoogendoom) disuruh ke Kartasura oleh Gubernur agar Sunan Prabu Mangkurat (IV) datang ke semarang, dan dijemput oleh Adipati Suraadimenggala di Peterogan, kemudian diantar ke Loji bersama k. Ratu Mas dan Pangeran Buminata serta Tumenggung Wirajaya, dimana mereka ditempatkan di gedung Pasingidan. PB A.2 658 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Rol 21 no. 1
PB A.25 834 Bhs Jawa Aks Jawa Macapat Roll 123 no. 1 Sastra roman tentang panji Ino Kertapati, diawali dengan kisah Prabu Jayalengkara di Medhangkamulan beserta keturunannya, perkawinan sang panji dengan Angraeni dan berahir dengan perkawinan R. Kudanadpada dengan Dewi Murdaningsih, putri dari Tamite. Naskah dilengkapi dengan ringkasan serta cuplikan gatra pertama buatan R.Tanojo pada tahun 1935.
Naskah ini memuat 4 teks. 1.Serat Warah Hidayajati (bagian I). Teks prosa ini berisikan ajaran para “wali wolu” ( Giri, Majagung, Benang, Muryapada, Kalinyamat, Gunung Jati, Kajenar) mengenai Islam, tasawuf, pantangan dan lain-lain. Pengarang teks ini ialah Ranggawarsita. Isinya persis sama dengan teks MSB/P82. Naskah bagian ini disalin pada 3 Jumadilahir 1833 (=26 Agustus 1903),di Surakarta, oleh Raden Mas Puspamurcita (h.130) 2.Serat Sujarah Jati (bagian II). Teks macapat, menjabarkan wejangan dari para pandita linuwih, Wali, serta ngelmu mereka masing masing. Naskah bagian ini disalin mulai hari ahad paing, 10 sura jimawal 1837, “Sapta Guna Ngesthi Nata” (=23 februari 1907). Yang penyalin lain dengan penyalin bagian I (buka puspamucarita) 3.Serat Budha Gutama (bagian III, h. 1-81). Teks prosa ini memuat piwulang agama Budha, bentuk tanya jawab antara A dan B 4.Serat Widyaprangan pada h. 82, dikarang oleh “Bengawan Yogiswara ing...
SK 38 265 Bhs Jawa Aks Jawa Prosa Roll 42 no. 2 Teks lengkap 2 lakon siklus wayang purwa dan 1 lakon siklus wayang kruci, sbb : Lampahan Lahiripun Sekutrem (h, 1-60); Lampahan Janaka Sewu (h. 1-47); Lampahan Bedhaipun pengging, dumadosipun aksara Arab utawi jawi (h.1-51) Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1765#prettyPhoto
SB 131a 178 Bhs Jawa Aks latin Macapat Rol 61 no. 1 Alihaksara ini, yang mengambil MSB/L151 sebagai dasarnya, digarap dalam usaha penelitian tentang pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa jawa. Transkripsi naskah terdapat pada h.19-156. Hal. 57-161 merupakan koreksi dan kritik, sedangkan h. 162-176 pembahasan pengaruh bahasa Arab terhadap bahasa jawa. Selanjutnya dipersilahkan melihat keterangan bibliografis MSB/L151 Sumber: http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/naskah-kuno/1711#prettyPhoto
SB 72 644 Bhs Jawa Aks Lawa Macapat Rol 17 no. 2 Kronik sejarah kerajaan Mataram dalam pemerintahan Panembahan Senopati sampai dengan Sultan Agung dan Kerajaan Surakarta mulai Pakubuwono II sampai dengan perang Giyanti. Naskah terdiri dari dua bagian: 1. Babad Mataram (110h.). Mulai dengan Nyai Adisara memberikan surat Panembahan Senopati kepada Panembahan Madiun, Bahwa Senopati akan menyerah dan tidak bermusuhan dengan Madiun, dengan janji menyerahkan kembali orang-orang Madiun yang mengungsi ke Pajang. Berahir dengan Tumenggung Alap-alap menyerang malang setelah penobatan R.M. Rangsang menjadi Mataram, bergelar Sultan Agung Anyakrakusuma, untuk versi yang sama isinya, tetapi dengan pupuh yang berbeda, lihat Pretelan II:43-48 (Babad tanah jawi, jilid 2, pupuh 8-40, yang sumbernya dari R. Panji Jayasubrata dantelah diterbitkan di semarang tahun 1886). Babad Giyanti (533 h.). Mulai dipindah...
SB 81 66 Bhs Jw/Blnd Aks Jw/Latin Prosa Rol 103 no. 10 Buku ini memuat gambar-gambar berwarna songsong Kraton Yogyakarta beserta keterangan-keterangan dan ketentuan-ketentuan tentang siapa yang berhak memakainya. Naskah terdiri dari empat bagian, sebagai berikut. 1. Hal 1-49 memuat gambar besar (1 halaman 1 gambar) pada kertas besar ditempel dihalaman album. Tiap gambar dilengkapi dengan keterangan isinya dalam bahasa Blanda. 2. Hal 50-60 terdiri dari sepuluh lembar doble folio, yang tiap lembar digambar pada sisi recto saja dengan banyak songsong, umumnya satu halaman 8-9 gambar, dengan jumlah 85 semua. Dibawah gambar terdapat keterangan dalam bahasa dan tulisan jawa 3. Hal. 61-64 merupakan keterangan dalam bahasa Belanda untuk sebagian dari gambar dalam bagian 2, yaitu nomor 1-48. Hal 65-67 berisika...