Ini adalah tradisi khas masyarakat Betawi. Nyorog merupakan tradisi membagikan bingkisan makanan pada keluarga yang lebih tua seperti Bapak, ibu, mertua, paman, kakek atau nenek. Kebiasaan mengirimkan bingkisan ini masih berlangsung sampai sekarang walau isi bingkisan sudah berubah mengikuti perkembangan zaman. Bila dahulu isi bingkisan adalah makanan matang seperti sayur atau lauk, kini berganti dengan mengirimkan bingkisan berisi biskuit, kopi, gula, sirup, dan lain-lain. Bagi masyarakat Betawi, tradisi Nyorog ini bermakna sebagai tanda saling mengingatkan bahwa Ramadhan akan segera tiba, juga sebagai cara mempererat silaturahmi. Sumber: https://www.halomoney.co.id/blog/tradisi-unik-bulan-ramadhan-yang-hanya-ada-di-indonesia
Musik Krumpyung bisa ditemukan di Kulon Progo. Seni musik Krumpyung digunakan bersamaan dengan iringan alat musik yang sebelumnya terbuat dari bambu. Lagu yang diiringi oleh kesenian ini adalah Langgam Jawa. Langgam Jawa adalah bentuk perubahan dari musik keroncong yang masuk ke idiom musik tradisional Jawa. Kesenian ini memiliki keunikannya adalah nada yang digunakan merupakan Pelog dan Slendro yang idealnya menyerupai gamelan Jowo, hanya saja dalam kesenian ini ada Gong tiup yang ikut ambil bagian. Kesenian ini dapat ditemui pada sebuah dusun yang bernama Tegiri, Desa Hargowilis, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/
Demung adalah alat musik tradisional sekaligus menjadi salah satu instrumen gamelan yang termasuk keluarga balungan. Dalam sebuah set gamelan, umumnya terdapat dua buah demung yang versi nadanya berbeda ( slendro dan pelog ). Demung mempunyai wilahan yang lebih tipis dibandingkan dengan saron, namun ukurannya sangat nampak lebih lebar sehingga nada yang didengar-pun lebih rendah. Alat memukul demung biasanya terbuat dari kayu yang dibentuk seperti palu atau alat pemukul yang mempunyau ukuran lebih besar dan lebih berat dibandingkan alat pemukul Saron. Demung digunakan dengan cara ditabuh. Teknik menabuhnyapun tak asal, ada yang menabuhnya biasa sesuai dengan aturan nadanya, atau ditabuh dengan cara bergantian antara demung yang pertama dengan yang kedua yang nantinya bisa menghasilkan nada yang bervariasi dan seakan saling menjawab. Polanya pun memiliki aturan sendiri. Pada Gendhing Gangsaran contohnya yang menggambarkan s...
Peking adalah alat musik tradisional Yogyakarta. Gamelan Jawa yang sejenis dengan Saron. Alat musik ini sering disebut dengan “Saron Penerun”. Peking memiliki oktaf tinggal dengan nada suara yang paling tinggi. Di daerah Jawa Tengah, Peking terkenal dengan nama Saron Panacah, Slukat, Penitil, Cente, Tetelile. Ala musik ini berbentuk bilahan dengan 6-7 bilah yang di taruh pada bingkai kayu yang di gunakan sebagai resonatornya. Peking memiliki ukuran yang paling kecil jika dibandingkan dengan Demung atau Saron. Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/#forward Sumber: https://alatmusik.org/alat-musik-tradisional-yogyakarta/#forward
Hampir semua orang di dunia ini suka sekali dengan makanan yang bernuansa kress, Dan yang paling populer hingga saat ini adalah ayam Tepung Crispy atau Fried Chicke Spicy. Diramaikan oleh Pihak M'c Donald, karena restorannya memiliki menu utama ayam tepung Crispy yang super renyah. Oleh karena itu Banyak sekali ibu-ibu di Indonesia ini masih banyak sekali yang penasaran bagaimana sih cara membuat ayam KFC yang Renyah yang Pecah. Baca juga: Warungshodaqoh.com Perkembangan zaman semakin tahun semakin maju pesat. Banyak makanan baru dan unik yang muncul pada tahun-tahun 2018 ini. Seperti Halnya Donat Indomie yang sempat viral di bulan mei hingga juni 2018 lalu. Dan Sebelumnya juga Es Kepal Milo yang Sangat viral di nusantara. Dan sebelum itu juga ada Onion ring. Kalian Tahu gak Onion ring itu ternyata terbuat dari Bawang Bombay. Baca Juga: 4 Langkah Memasak Tumis Brokoli tet...
Tari Beksan Bandabaya merupakan khas Pura Pakualaman Yogyakarta, diciptakan oleh Sri Pakualam II sekitar tahun 1829-1850 .Hingga kini beksan ini masih dilestarikan bentuk penyajiannya .Beksan kelengkapan upacara Pura Pakualaman apabila Sri Paduka Pakualam menjamu tamu terhormat . Tema beksan Bandabaya menggambarkan kegagahan dan ketrampilan prajurit Puro Pakualaman. Berlatih perang dengan menunggang kuda, dilengkapi peralatan tari berupa tameng dan pedang panjang . Pementasan Beksan Bandabaya mengunakan dasar gerak tari kalang Kinantang, perpaduan gaya Surakarta dan Yogyakarta. Iringan yang dipergunakan beksan tersebut ialah: 1. pethetan palog barang dilanjutkan bawa swara durma rangsang pelog barang 2. landrang bimokurdo pelog barang 3. lancaran bindiri pelog dan 4. petetan pelog barang . Tat arias berpijak pada tokoh pewayangan Sumber: historyjava.wordpress.com Sumber foto: antarafoto.com
Prasasti Dawangsari merupakan utpala pra Åasti yang terbuat dari batu andesit dengan tinggi 68,5 cm, lebar 34 cm, dan tebal 13 cm. Prasasti ini tidak berangka tahun dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno sebanyak 23 baris. Bentuk Sloka terdiri atas 9 bait. Setiap bait terdiri atas 4 baris dan jumlah suku kata dalam satu baris ada 8 buah, jadi bermetrum anustubh. Secara keseluruhan, aksara masih jelas kecuali pada baris 16, 17, 18, dan 19 ada beberapa aksara yang kabur. Hurufnya bulat dan miring ke kanan besarnya tidak sama yang digolongkan ke dalam aksara Kawi Awal. Prasasti ini ditemukan pada 16 November 1979 oleh Pak Wongsorejo ketika hendak mengolah tanahnya di Dukuh Dawangsari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prasasti Dawangsari kini disimpan di Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta dengan nomor inventaris BG 355. Se...
Prasasti Lintakan bertarikh 841 Çaka atau bertepatan dengan 12 Juli 919 M dengan memakai aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti Lintakan dipahatkan pada tiga buah lempeng tembaga masing-masing berukuran 55,5 x 24 cm dengan ketebalan 0,3 cm. Bagian atas terdapat lubang kecil, dan bertuliskan di satu sisi masing-masing berisi 17, 20 dan 22 baris. Prasast ini berasal dari daerah Yogyakarta. Dulunya, prasasti ini dimiliki oleh Pangeran Ngabehi di Yogyakarta lalu diberikan kepada Batavia Society pada tahun 1856, dan sekarang tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris E13a dan c. Prasasti ini pernah diterbitkan oleh Cohen Stuart dalam KO I, 1875: 1-6. Damais menerbitkannya dalam EEI IV, 1995: 51. Sarkar menerbitkan dalamnya Corpus vol. II, 1972: 162-182. Boechari bersama A.S. Wibowo menerbitkannya dalam PKMN, 1985/6: 46-52. Prasasti Lintakan berisi tentang peresmian daerah perdikan di Kasugihan, Lintakan, Tunah...
Prasasti Wukajana tidak berangka tahun. Dalam prasasti ini dituliskan beberapa barang niaga: II.A (9) … tamwaga prakara kawah 1 dyun 1 daÅ 1 buri panliwêttan 1 tarai 1 papañnjutan (10) 1 saragi inuman 3 wsi-wsi prakara waduÅ 1 patuk patuk 1 twak 1 tampilan 1 kris 1 lukai 1 kampi (11) t 1 tatah 1 jara 1 gurumbhagi 1 pamajha 1 nakhaccheda 1 gulumi 1 siku siku 1 lingis 4 landuk 1 (= barang-barang dari tembaga [berupa] 1 cerek, 1 periuk, 1 dandaÅ, 1 buri (bejana), 1 panliwêttan, 1 talam, 1 pelita, seperangkat cepuk. Barang-barang dari perunggu (berupa) seperangkat gamelan, 1 baki, 3 perangkat tempat minuman. Barang-barang dari besi [berupa] 1 kapak, 1 beliung, 1 pedang, 1 tampilan , 1 keris, 1 sabit, 1 kampit , 1 tatah, 1 bor, 1 pisau, 1 ketam, 1 alat pemotong kuku, 1 sekop kecil, 1 siku-siku, 4 linggis, 1 parang). Sekarang prasasti...