1
1.086 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Nasi Tim
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan Beras 250 gram dicuci bersih, direndam selama 1 jam Daging ayam 150 g, dipotong kotak Bumbu Bawang merah 1 buah Bawang putih 2 siung dicincang halus Merica Pala Garam Daun salam   Cara membuat Beras dicuci, ditanak hingga setengah matang. Daging ayam dimasukkan, dicampur dengan beras setengah matang. Bumbu-bumbu dihaluskan. Alat penanak nasi diisi air kira-kira 1/3 bagian. Kemudian panci yang  berisi nasi dimasukkan kedalam alat penanak nasi dan direbus hingga masak   Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

avatar
Iraa Rachmawati
Gambar Entri
Emping Ketan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan - Beras ketan putih 1 kg - Air daun suji 600 ml - Ragi tape 1 butir untuk 1 kg tape Cara membuat 1. Beras ketan dicuci hingga bersih, direndam selama dua jam lalu ditiriskan. Kukus selama 30 menit. Angkat. 2. Diamkan sampai suhu ruang kamar lalu diaroni atau dicampur engan air suji hingga rata. Kemudian didiamkan selama satu jam, dikukus hingga matang dan didinginkan. 3. Setelah dingin, ragi ditaburkan hingga merata 4. Ditutup rapat, didiamkan selama dua malam 5. Setelah dua malam, dkeluarkan dari wadah kemudian dibungkus dengan daun pisang 6. Tape ketan yang telah dibungkus disajikan bersama emping melinjo yang telah digoreng. Biasanya pada saat menikmati tapeketan, emping melinjo di gunakan sebagai sendoknya   Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

avatar
Iraa Rachmawati
Gambar Entri
Rujak Uleg
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan - Belimbing 250 gram, dipotong-potong - Jambu air, 150 gram, dipotong-potong - Kedondong 150 gram, dipotongg-potong - Nanas 100 gram, diparut Bumbu - Kacang tanah 25 gram, digoreng - Bawang putih 1 siung - Terasi 1.2 sdt, dibakar - Cabai rawit merah 5 buah - Cabai merah keriting 2 buah - Gula kelapa 125 gram, disis - Garam 1/2 sdt Cara membuat 1. Bumbu : semua bahan bumbu diulek hingga halus, Kacang tanah ditambahkan, diulek hingga lembut 2. Air asam dan nanas parut ditambahkan, diaduk rata 3. Belimbing, jambu air dan kedondong dimasukkan. Aduk rata dan disajikan Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

avatar
Iraa Rachmawati
Gambar Entri
Rujak Dheplok
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan - Pisang batu atau pisang klutuk 2 biji - Bengkoang 1/2 buah, dicincang/dipotong dadu kecil - Jambu air 2 buah, dicincang - Kedondong 2 buah dicincang - Belimbing 2 buah dicincang - Ubi jalar ukuran sedang 1/4 buah di cincang Bumbu - Cabai rawit 3-4 buah - Asam jawa 4 biji - Gula kelapa 3 jari - Terasi matang - Garam 2 sdt - Air 1 sdm Cara membuat 1. Bumbu ditumbuk sampai halus. Buah-buahan yang sudah dicincang dimasukkan dan ditumbuk lagi, dicampur hingga rata. 2. Setelah agak lembut, dimasukkan dalam wadah, bisa juga ditambah dengan es batu   Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.  

avatar
Iraa Rachmawati
Gambar Entri
Uler-Uleran
Makanan Minuman Makanan Minuman
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bahan - Tepung ketan 500 g Bumbu - Telur 7 buah - Bawang putih 5 siung, dihaluskan - Merica secukupnya - Daun seledri Cara membuat: 1. Telur dikocok tetap tidak sampai mengembang. Merica bubuk, bawang putih, dan seledri dimasukkan 2. Tepung ketan dimasukkan, kemudian dicetak dengan cetakan bidaran atau bisa juga menggunakan tangan dan dibentuk bulat memangkang seperti kue bidaran 3. Setelah itu digoreng dan disimpang dalam wadah kedap udara Sumber: Murdijati Gardjiton Dkk. 2017. Kuliner Yogyakarta: Pantas Dikenang Sepanjang Masa. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

avatar
Iraa Rachmawati
Gambar Entri
Siwur - Jogja - DI Jogjakarta - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Siwur adalah salah satu alat dapur yang berfungsi untuk mengambil air dari gentong atau tempat penampungan air lainnya. Siwur sama dengan gayung dalam bahasa Indonesia.   Siwur biasanya dibuat dari bahan tempurung kelapa yang diberi pegangan bambu. Tempurung kelapa yang digunakan setidaknya separuh lebih. Di salah satu bagian atas berlubang. Lalu pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat untuk memasukkan dan mengikatkan bambu pegangan. Bentuknya memang sangat sederhana. Namun keberadaannya begitu penting di dapur.   Berdasarkan rekaman kamus bahasa Jawa bernama “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta terbitan tahun 1939, pada halaman 566 kolom 2 disebutkan, siwur adalah “cidhuk sing digawe saka bathok lsp digarani” (dalam bahasa Jawa). Dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti ‘gayung yang terbuat dari tempurung kelapa dan sejenisnya yang diberi tangkai/pegangan’.   Pencatatan siwur di kamus terseb...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Siwur - Jogja - DI Jogjakarta - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Daerah Istimewa Yogyakarta

Siwur adalah salah satu alat dapur yang berfungsi untuk mengambil air dari gentong atau tempat penampungan air lainnya. Siwur sama dengan gayung dalam bahasa Indonesia.   Siwur biasanya dibuat dari bahan tempurung kelapa yang diberi pegangan bambu. Tempurung kelapa yang digunakan setidaknya separuh lebih. Di salah satu bagian atas berlubang. Lalu pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat untuk memasukkan dan mengikatkan bambu pegangan. Bentuknya memang sangat sederhana. Namun keberadaannya begitu penting di dapur.   Berdasarkan rekaman kamus bahasa Jawa bernama “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta terbitan tahun 1939, pada halaman 566 kolom 2 disebutkan, siwur adalah “cidhuk sing digawe saka bathok lsp digarani” (dalam bahasa Jawa). Dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti ‘gayung yang terbuat dari tempurung kelapa dan sejenisnya yang diberi tangkai/pegangan’.   Pencatatan siwur di kamus terseb...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sanggul Paes Yogyakarta - Jogja - DI Jogjakarta - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Rambut pengantin disanggul membentuk cawan yang ditengkurapkan sehingga dinamakan menurut bahasa Jawa sebagai bokor mengkurep. Sanggul rambut tersebut diisi juga dengan irisan daun pandan dan ditutup rajutan bunga melati. Perpaduan daun pandan dan bunga melati meruapkan keharuman yang terkesan religius. Ini sekaligus memiliki makna simbolis bahwa pengantin diharapkan dapat membawa nama harum yang berguna untuk masyarakatnya. Di samping sanggul bokor mengkurep yang menjadi asesoris wajib busana pengantin paes ageng masuh ada 2 model sanggul gaya Yogyakarta lagi yaitu sanggul “ukel tekuk” dan “ukel kondhe”. Adapun sanggul ukel tekuk gaya Yogyakarta  ciri-cirinya berkebalikan dengan sanggul gaya Solo yaitu berbentuk besar ke bawah.  (Perhatikan gambar) Sanggul bokor mengkurep dihiasi lagi dengan jebehan, yaitu 3 bunga korsase warna merah-kuning-biru/hijau yang dirangkai menjadi satu dan dipasang di sisi kiri – kanan gelung. Di ten...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Sanggul Ukel Tekuk - Jogja - DI Jogjakarta - Tata Rambut
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

UKEL TEKUK   1.      Pengertian Sanggul Ukel Tekuk dalah sanggul yang digunakan oleh masyarakat dalam lingkungan keraton  Ngayogyadiningrat, dimulai dari permaisuri, selir, putri-putri raja dan para inang pengasuh (emban).yang menjadi pembeda dalam penggunaannya adalah ragam accessories serta pakaian yang dikenakan. Kaum wanita yang menggunakan sanggul ini menandakan bahwa ia telah lepas dari dunia anak-anak dan mulai menginjak masa dewasa. Hal ini juga berlambang bahwa gadis itu bagaikan bunga yang sedang mekar dan harum semerbak. Seorang gadis dewasa harus sanggup memikul tugas dan tanggung jawabnya dan dianggap telah layak menjadi seorang ibu rumah tangga.   Cara penggunaannya disesuaikan dengan usia dan keperluan. Perbedaan ini terlihat dari kelengkapan perhiasan dan pakaian yang dikenakan, antara lain sebagai berikut:   a) Putri remaja Putri yang berusia 11-15 tahun (sesudah haid) akan menggu...

avatar
hallowulandari